Bertajuk Sahur On The Road, IMI Bagi-bagi Paket Sahur

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 46

Bertajuk Sahur On The Road, IMI Bagi-bagi Paket Sahur
BAGI PAKET SAHUR - Komunitas motor yang tergabung ke IMI Kalbar membagikan paket sahur ke anak-anak panti asuhan, kemarin. Ist
PONTIANAK, SP – Ketua Iikatan Motor Indonesia (IMI) Kalbar, Yuliansyah akan menindak tegas bagi siapa saja komunitas motor yang tidak mengikuti aturan di IMI, baik itu terkait dengan keselamatan berkendara ataupun melakukan perbuatan yang di luar batas sebagai anggota komunitas. Apalagi komunitas tersebut sudah terdaftar di IMI di Kalbar. 

Hal tersebut disampaikan dia ketika diwawancara saat persiapan pelepasan kegiatan Sahur On The Road bagi komunitas motor di Kota Pontianak, Minggu (19/5) dini hari di Gedung Olahraga (GOR) Sultan Syarif Abdurahman (SSA) Pontianak. 

Kata dia, pihaknya sudah seringkali melakukan sosialisasi kepada komunitas, baik motor maupun roda empat untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara. Memandang beberapa kasus kerapkali komunitas motor melakukan hal yang tidak senonoh seperti meneror dan mengancam masyarakat mengatasnamakan komunitas motor. Dengan begitu, akhirnya imbasnya juga kepada komunitas motor dan IMI sendiri.   

“Jadi, sudah kita terapkan dan sudah kita sosialisasikan kepada teman-teman bahwa safety harus diutamakan karena kita sering melihat di luar Kalimantan sering melakukan hal-hal yang tidak senonoh dan membuat masalah,” katanya. 

“Dengan adanya perbuatannya itu akhirnya nama komunitas dan clubnya jadi tercoreng. Jadi itu yang selalu kita jaga terus. Kita sering memberikan imbauan kepada teman-teman bahwa harus selalu safety dan tertib berlalu lintas,” sambungnya. 

Ditegaskan dia, jika ada komunitas ataupun klub motor yang sudah terdaftar di IMI kemudian melakukan perbuatan tersebut, dirinya tidak akan segan-segan mencabut izin dan  mengeluarkan komunitas tersebut dari IMI. 

“Jadi, kita sudah sosialisikan kepada ketua-ketua di grup itu. Tolong masing-masing ketua membina anggotanya,” jelasnya. 

Mengenai kegiatan yang dilaksanakan Minggu dini hari ini merupakan pelaksanaan program sosial yang ada di IMI. Dalam kinerjanya, kata Yuliansyah, terdapat tiga program, yakni program otomotif, program sosial dan pariwisata. Sahur On The Road merupakan salah satu kegiatan yang ada di program sosial IMI. 

Kegiatan ini juga merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh komunitas-komunitas motor di Kalbar, terutama di kota Pontianak, yang mana komunitas-komunitas motor tersebut akan berkelliling kota Pontianak dan akan membagikan makanan sahur ke beberapa lokasi, terutama di panti asuhan. 

Dalam pelaksanaannya, setidaknya terdapat 84 komunitas motor yang ikut dengan jumlah sekitar 300an anggota. Untuk memperlancar jalannya acara, IMI juga menggandeng pihak kepolisian. 

Kata Yuliansyah, setidaknya 600 paket sahur telah disiapkan yang akan disebar ke beberapa titik lokasi panti asuhan. Anggota juga menyasar ke panti asuhan, beberapa komunitas akan dibagi ke lokasi-lokasi tersebut. Namun dirinya belum tahu pasti ke panti-panti mana saja paket sahur ini akan diberikan, sebab hal tersebut diatur oleh masing-masing komunitas.

“Untuk rutenya sendiri sudah diatur oleh masing-masing timnya, termasuk juga untuk lokasi-lokasi panti asuhan yang akan dituju,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan yang ketujuh kalinya dilaksanakan oleh IMI. Berkaca pada tahun lalu pada kegiatan yang sama, dikatakan Yuliansyah peserta komunitas yang ikut membeludak hingga mencapai enam hingga tujuh ratus. 

Pasalnya, tidak hanya komunitas roda dua saja yang berperan aktif, namun komunitas roda empat juga turut berpartisipasi. 

Berangkat dari itu, pada kegiatan kali ini IMI berinisiatif membagi menjadi dua tahap. Khusus subuh ini akan digawangi oleh komunitas motor. 

“Kita pecah juga yang dari mobil itu tidak kita gabung mengingat dari tahun yang lalu itu terlalu ramai, jadi sekarang kita pecah. Jadi kelas yang mobil itu kita siapkan untuk minggu depan, ini khusus untuk roda duanya aja,” ungkapnya. 

Sebelumnya, dijelaskan dia untuk Sahur On The Road, jauh-jauh hari sudah dipersiapkan, setidaknya tiga minggu sebelum hari pelaksanaan kegiatan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya bentrok dengan kegiatan sosial komunitas yang lain. (sms/bah)