Johnson Janji Tingkatkan Pelayanan

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 64

Johnson Janji Tingkatkan Pelayanan
COCOKKAN DATA - Petugas mencocokan data warga peserta BPJS di kantor pelayanan BPJS Kesehatan. Rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan diminta menyelesaikan tahap akreditasi agar pelayanan kepada pasien BPJS Kesehatan tak terganggu.
PONTIANAK, SP - Pimpinan baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak komitmen tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan juga akan dilakukan dari sisi fasilitas penunjang kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kami akan meningkatkan layanan kepada masyarakat terutama masyarakat Kota Pontianak tanpa mencari keuntungan," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak, dr Johnson, baru-baru ini. 

Diberitakan sebelumnya Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono telah menunjuk Plt Direktur RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak dr Johnson sebagai pengganti direktur sebelumnya. 
Penunjukan Plt ini karena direktur terdahulu, Yuliastuti Saripawan telah menjabat sebagai Direktur RSUD dr Soedarso Provinsi Kalbar.

Johnson mengatakan tetap akan menjalankan visi pelayanan Rumah Sakit Kota Pontianak yakni mewujudkan  pelayanan rumah sakit yang bermutu, efisien dan terjangkau serta tidak membedakan kelas.

Ia juga menyampaikan RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak Tipe C yang saat ini memiliki SDM sebanyak 539 orang dengan dokter spesialis sebanyak 28 orang dengan 16 jenis keahlian. 

Dirinya menjelaskan dari aspek manajemen saat ini ada beberapa jabatan struktural yang kosong.

"Kami masih menungggu pengisian jabatan tersebut, namun demikian kami akan tetap menjalankan tugas sesuai dengan arahan walikota yg kami terima," katanya.

Jonhson mengatakan RSUD  Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Kota Pontianak adalah Rumah Sakit yang sudah berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka dalam menjalankan kegiatan operasionalnya terikat akan prinsip BLUD yang lebih menekankan pada aspek manfaat yang dihasilkan dengan melakukan praktek bisnis yang sehat, untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, terutama masyarakat Kota Pontianak tanpa mencari keuntungan.

Ia mengatakan beberapa hal yang akan dilakukan di antaranya meningkatkan mutu pelayanan  dengan cara menerapkan prinsip efisiensi dalam pelayanan dengan menerapkan teknologi informatika dalam semua proses layanan. Mulai dari pendaftaran sampai kepulangan pasien baik yang mendapat pelayanan dirawat jalan maupun yang dirawat inap.

Kemudian, menerapkan prinsip efektifitas dalam pemberian pelayanan yang menekankan pelayanan yang berkualitas. Dan mampu bersaing pada tiga hal utama yaitu SDM yang profesional, sarana dan prasarana, mutu obat dan bahan habis pakai digunakan. 

“Kami akan menerapkan prinsip kinerja yang tinggi dalam pemberian pelayanan dengan tetap memperhatikan aspek budaya dan kearifan lokal yang ada di masyarakat," jelas Johnson.

Dirinya juga menyampaikan akan meningkatkan fasilitas pelayanan dirawat jalan dan dirawat inap untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kota Pontianak (setiap tahun terjadi peningkatan sekitar 20%). Peningkatan fasilitas rawat jalan yaitu membuka poliklinik spesialis sore hari, menambah klinik spesialis baru seperti klinik spesialis rehab medik dan klinik spesialis orthopedi.

Ia menyampaikan peningkatan juga dilakukan pada  fasilitas rawat inap dengan mengoperasionalkan ruang rawat inap baru sebanyak 25 bed fasilitas Akomodasi setara VIP dan kelas satu sesuai dengan konstruksi ruangan yang ada di lantai tiga 

“Segera menyelesaikan dan mengoperasionalkan delapan bed tambahan ICU sehingga jumlah bed ICU menjadi 15 bed. Dengan demikian, dari 171 bed  tergunakan menjadi total 204 bed,” katanya.

"Menyesuaikan fasilitas akomodasi bagi pasien BPJS sesuai dengan hak kepersetaan yang dimiliki berdasarkan regulasi BPJS," sambungnya.

Kemudian, memberikan fasilitas tanpa kelas bagi pasien umum dalam hal biaya jasa pelayan dan tindakan yang diberikan serta manfaat pilihan akomodasi.

Johnson mengatakan, dengan melakukan perbaikan regulasi pada mutu pelayanan dan fasilitas pelayanan, maka Rumah Sakit Kota Pontianak dapat menjawab kebutuhan masyarakat yaitu dapat melayani masyarakat yang sakit sampai ke tahap paripurna sehingga meminimalisir rujukan bertingkat. 

“Mampu bersaing dan menjadi ikon pelayanan kesehatan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pontianak sekaligus kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat,” katanya. (din/bah)