Kamis, 19 September 2019


Sedot Wisatawan, Pemprov Dukung Pekan Gawai Dayak

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 181
Sedot Wisatawan, Pemprov Dukung Pekan Gawai Dayak

MENARI - Penari menari saat pembukaan Pekan Gawai Dayak ke 34 di Rumah Radank pontianak, Senin (20/5)

PONTIANAK, SP - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji membuka kegiatan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-34 pada 20 Mei - 26 Mei 2019 yang dilaksanakan di Rumah Radank Pontianak, Senin (20/5). 

Dalam kesempatan tersebut, Sutarmidji menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung mendukung pelaksanaan Pekan Gawai Dayak yang setiap tahunnya menjadi kegiatan rutin di Kalimantan Barat. 

"Dukungan yang akan kita berikan ini bukan hanya dalam bentuk dukungan moril, tetapi juga materil mengingat PGD ini sudah dilaksanakan setiap tahunnya dan sudah menjadi agenda pariwisata daerah, sehingga akan terus kita dukung," kata Sutarmidji, saat pembukaan.

Sutarmidji mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Kalbar telah menganggarkan Rp300 juta untuk mendukung pelaksanaan PGD tersebut, di mana pos anggarannya berada di Dinas Pariwisata Kalbar. 

"Namun, tadi kata panitia, dana tersebut belum diambil oleh panitia, sehingga saya sarankan agar cepat dicairkan," tuturnya.

Selama ini, kata dia, kegiatan PGD terbukti dapat menyedot perhatian wisatawan, baik domestik maupun Internasional. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya wisatawan asing baik dari Malaysia, Brunei Darusalam, maupun beberapa negara Eropa lainnya yang datang ke Pontianak. 

"Hal ini jelas memberikan dampak positif pada pariwisata kita, di mana hotel penuh, restoran dan rumah makan penuh dan ini jelas memberikan kita keuntungan pada percepatan perputaran ekonomi daerah," katanya.

Kemudian, dia menuturkan perayaan adat maupun keagamaan seperti ini menandakan bahwa Kalbar kaya akan kebudayaan. Apalagi kegiatan ini bersamaan dengan umat muslim melaksanakan ibadah puasa. Ini menunjukan pengembangan budaya itu sarat dengan toleransi dan saling menghormati. 

"Untuk itu, saya selaku Gubernur memberikan kesempatan kepada semua budaya apapun untuk mengembangkannya di Kalimantan Barat ini. Panitia juga telah menyesuaikan jadwal kegiatannya karena untuk menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa," katanya.

Ia menjelaskan panitia telah menyampaikan kepada dirinya bahwa selama kegiatan PGD mulai dari jelang berbuka puasa sampai lepas salat tarawih tidak ada kegiatan. 

"Pada 22 Mei juga tidak ada kegiatan. Tapi nanti akan menyesuaikanlah nanti," kata Sutarmidji.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Dayak Nasional, Cornelis mengungkapkan, tujuan diselenggarakan PGD ke-34 yakni agar masalah pangan dan pembangunan manusia serta pariwisata bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara ini.

"Tujuannya untuk memanfaatkan masalah pangan, pembangunan manusia dan pariwisata di daerah ini, bukan hanya sekadar hura-hura. Dan sudah dimasukkan ke dalam muatan lokal sehingga mengenal budayanya sendiri," ungkap Cornelis.

Mantan Gubernur Kalbar dua periode ini menyebutkan, terkait masalah pangan, ia menambahkan bahwa gawai yang dicetus oleh Mantan Gubernur Kalbar, Kadarusno itu supaya orang Dayak terpusatkan satu titik untuk gawai dayak, agar tidak lupa turun ke ladang guna memperkuat pangan di Kalbar.

"Gawai ini digagas oleh Pak Kadarusno supaya orang Dayak tidak melaksanakan gawai di setiap kampung gawai sampai sebulan, sehingga lupa turun ke ladang. Ini dalam rangka antisipasi krisis pangan sehingga orang Dayak bisa bertanam dan membantu pemerintah," tuturnya.

Menurutnya, permasalahan pangan sangat penting agar tidak terjadi krisis pangan. Sebab di dunia saat ini sedang mengalami krisis pangan. Ia meminta seluruh masyarakat untuk membantu pemerintah di sektor pangan.

"Apalagi situasi dunia saat ini krisis pangan sedang melanda kita. Maka dari itu kita berpatner dengan pemerintah agar tidak terjadi krisis pangan dan mengelolanya dengan baik," ujarnya. 

Kerahkan Ribuan Personel
Polda Kalbar dan Polresta Pontianak menurunkan sebanyak 1.034 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pekan Gawai Dayak 

"Sebanyak 1.034 personel polisi tersebut, terdiri dari 714 personel dari Polresta Pontianak dan BKO dari Polda Kalbar sebanyak 320 personel," kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Donny Charles Go di Pontianak, Senin (20/5).

Ia menjelaskan, fokus pengamanan tersebut, yakni di kawasan Rumah Radakng dan rute dari pawai Pekan Gawai Dayak XXXIV tahun 2019, yang intinya menjaga kelancaran lalu lintas sepanjang rute karnaval budaya tersebut.

"Pola pengamanannya sifatnya terbuka, yakni personel polisi menggunakan baju seragam yang juga dibantu oleh instansi terkait lainnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kabid Humas Polda Kalbar mengimbau, kepada masyarakat agar mengikuti Pekan Gawai Dayak dengan tertib, laksanakan perlombaan dengan sportif.

"Dan masyarat lain pun bisa ikut berpatisipasi dalam memeriahkan acara Pekan Gawai Dayak yang merupakan budaya bangsa yang harus ditumbuhkembangkan dibumi Katulistiwa ini," ujar Donny.

Adapun sejumlah agenda dalam kegiatan Pekan Gawai Dayak XXXIV tahun 2019, di antaranya karnaval budaya, lomba sastra lisan, hiburan.

Kemudian ada gerai pameran, lomba menyumpit, audisi lomba sape, lomba mengayam manik, lomba menangkap babi, lomba pangkak gasing, lomba menumbuk padi, lomba atau pemilihan bujang dan dara Gawai Dayak, lomba tato, dan hari terakhir Minggu (26/5) acara penutupan. (iat/ant/bah)