Minggu, 22 September 2019


Korban Tenggelam di Sungai Landak Ditemukan Tewas

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 111
Korban Tenggelam di Sungai Landak Ditemukan Tewas

SISIR SUNGAI - Petugas BPBD Kota Pontianak bersama Tim Gabungan saat menyisir Sungai Landak mencari jasad Varen, korban tenggelam di Sungai itu. Korban akhirnya ditemukan Selasa (21/5) sore di dasar sungai setelah petugas menyelam ke dasar sungai.

PONTIANAK, SP - Korban tenggelam, Varen Raini (14) di Sungai Landak Gang Orde Baru, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (21/5). Korban diketahui tenggelam pada Senin (20/5) sore. 

Seorang relawan pencarian korban, Sanusi mengatakan korban ditemukan di dasar sungai, tak jauh dari lokasi terakhir korban berenang.

"Tadi jam 4 sore ditemukan tidak jauh dari tempat dia tenggelam. Korban ditemukan di dasar pantai, ditemukan dengan metode penyelaman," ungkapnya.

Saat ini, dari informasi yang Tribun himpun, korban sudah dibawa ke kediaman orang tua korban yang terletak di Gang Mentibu Nomor 37, perum 3, Kecamatan Pontianak Timur.

Ayah korban, Rayguna mengungkapkan, korban sempat dilarang keluar rumah oleh ibunya lantaran masih dalam masa ulangan umum. Namun sayang, larangan tersebut tidak diindahkan korban dan langsung beranjak pergi bersama salah seorang temannya tanpa sepengetahuan ibunya.
 
“Dia (korban) memang sempat izin keluar, tapi dilarang ibunya karena sedang ujian. Tak lama, kawannya datang pakai motor dan dia (korban) pergi diam-diam, sedangkan ibunya lagi di dapur dan tidak ada yang tahu rupanya dia ke sini (TKP)," ungkap Rayguna. 
 
Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Suhar mengatakan berdasarkan keterangan saksi, saat itu korban adalah orang pertama yang sampai di lokasi kejadian. Lalu, tidak lama kemudian korban kembali mengajak dua orang temannya, yakni Jihad dan Asif untuk ikut bermain di sungai tersebut.
 
“Setelah itu, korban orang yang pertama kali terjun ke sungai untuk berenang, baru kemudian kedua rekan lainnya menyusul,” katanya.
 
Awalnya, korban hanya berenang di tepian sungai saja namun lama kelaman posisi korban mulai berenang mengarah ke tengah, yang mana saat itu arus sungai masih dalam deras dan sedang pasang.
 
Kedua temannya sempat memberi peringatan agar tidak mendekat ke arah tengah sungai, tapi tidak lama kemudian korban meminta bantuan dengan cara melambaikan tangan ke arah temannya.
 
Melihat kondisi tersebut, kedua temannya ini pun kemudian bergegas menghampiri ke arah korban untuk menolong namun sayang korban hanyut tenggelam ke dasar sungai. 
“Berdasarkan keterangan saksi, korban ini juga belum mahir berenang,” tambahnya.
 
Sementara  itu, Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat meninjau langsung lokasi kejadian mengatakan, pihaknya akan membuat plang peringatan dan larangan, agar anak-anak yang bermain dan berenang sampai di tengah sungai, terutama bagi anak-anak yang belum mahir berenang.
 
"Kita akan pikirkan juga apakah nanti akan kita pagar sementara pakai kayu bulat misalnya. Tapi tidak hanya sebatas pagar karena namanya anak-anak kalau bermain  bisa saja mereka nekat lalu melompat," jelasnya.
 
Dirinya juga mengimbau agar para orangtua dapat mengawasi anak-anak untuk lebih hati-hati jika bermain atau mandi di tepian sungai. (sms/bah)