Minus Pahala Bagi Penyebar Hoaks di Bulan Ramadan

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 41

Minus Pahala Bagi Penyebar Hoaks di Bulan Ramadan
Ilustrasi kampanye lawan hoaks
JAKARTA, SP - Di zaman kiwari, hoaks ada di mana-mana. Hoaks tak mengenal waktu. Muncul kapan saja, termasuk di bulan suci Ramadan.

Cendekiawan Nahdlatul Ulama, KH Ahmad Ishomuddin mengatakan bahwa hoaks atau berita bohong merupakan sesuatu yang dilarang dalam agama Islam. 

Islam, kata dia, meminta umatnya untuk menyebarkan perkataan, tulisan, dan perbuatan yang benar.

"Jangan sampai kita menyebarkan berita-berita dusta, berita-berita bohong," kata dia.

Berpuasa adalah konsep menahan diri dari hawa nafsu. Berpuasa juga berarti menahan diri dari perkataan yang tidak baik atau hal-hal apa pun yang dibenci Allah SWT, termasuk salah satunya mencipta dan menyebar hoaks.

"Menebar hoaks wajib dihindari oleh orang yang sedang berpuasa," katanya. Seseorang yang menebar berita bohong saat berpuasa tak akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Berita bohong memberikan dampak negatif dan mendorong seseorang melakukan perbuatan dosa. Menyebarkan berita bohong, lanjut dia, merupakan dosa besar yang dilarang Allah SWT.

"Betapa banyak orang di negara kita ini yang menebar kebohongan, menjelekkan orang lain," kata dia.

Kebiasaan-kebiasaan seperti di atas merupakan perbuatan dosa dan tercela. Hal itu menandai penyakit hati dan jiwa yang tumbuh dalam diri.

"Orang yang berpuasa dengan benar tentu menyadari tentang bahaya hoaks dan tidak akan pernah menyebarkannya," pungkasnya. (cnn/bah)

Komentar