Kamis, 19 September 2019


Pertamina: Distribusi BBM Normal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 86
Pertamina: Distribusi BBM Normal

Foto ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum

PONTIANAK, SP - PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar menyatakan, distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Terminal BBM (TBBM) Siantan ke sejumlah titik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pontianak masih berjalan normal.

Hal ini sehubungan dengan adanya konsentrasi massa yang memblokir jalan di turunan Jembatan Kapuas 1 menuju Jalan Tanjung Raya 1-2, yang diduga memprotes hasil perhitungan suara Pilpres 2019 KPU pusat. 

"Jalur distribusi BBM menggunakan mobil tangki BBM dari Siantan melalui jalur Jembatan Kapuas II, dan memang selama ini melalui jalur tersebut," kata Sales Eksecutive Retail VI PT Pertamina Wilayah Kalbar, Benny Hutagaol di Pontianak, Rabu (22/5).

Ia menjelaskan, hanya beberapa titik saja jalur distribusi BBM dari TBBM ke SPBU yang agak terhambat pengiriman, seperti di SPBU Jalan Tanjungpura.

"Terhambatnya pengiriman itu, karena ada rekayasa lalu lintas sehingga mobil tangki BBM harus melalui Jembatan Kapuas II, meskipun selama ini memang menggunakan jalur tersebut, tetapi sedikit macet karena kendaraan lainnya juga menggunakan jalur itu," ungkapnya.

Sementara itu untuk di kawasan TBBM, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat Polri dan TNI untuk pengamanan dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari pantauan di lapangan pada Rabu (22/5), massa masih turun memblokir sejumlah ruas jalan, ratusan aparat kepolisian yang dibantu oleh TNI tampak terus membubarkan massa tersebut.

Stok Aman 

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar menyiapkan cadangan atau stok bahan bakar minyak (BBM) di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sebagai antisipasi peningkatan permintaan sepanjang bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri di Kalimantan Barat.

"Sebagai antisipasi peningkatan permintaan, setiap SPBU disiapkan Loading Order (pemesan) lebih dari hari-hari biasa sehingga setiap waktu bisa dikirim," kata Sales Executive Retail VI, Pertamina Wilayah Kalbar, Benny Hutagaol di Pontianak, belum lama ini.

Selain itu, menurut dia, pihaknya juga menyiapkan stok BBM di Terminal BBM untuk waktu sekitar sembilan hingga 16 hari ke depan dan stok tersebut setiap hari dilakukan penambahan.

"Biasanya tren penambahan sebesar empat persen hingga 12 persen untuk gasoline atau BBM, tetapi seminggu menjelang Lebaran dan seminggu setelah lebaran pemakaiannya turun sekitar delapan hingga 14 persen," ujar Benny.

Benny menambahkan, hingga saat ini tren pemakaian BBM di wilayah Kalbar masih normal seperti hari-hari biasa yakni untuk BBM jenis premium 739 KL /hari; biosolar 792 KL/hari; pertamax 23 KL/hari; pertalite 1.033 KL/hari; kemudian dexlite dan pertamina dex 22 KL/hari.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena pihaknya jauh hari sudah melakukan berbagai persiapan dalam mengantisipasi peningkatan permintaan BBM tersebut. (ant/din/bah)

Ketersediaan Elpiji Aman 

Stok elpiji tiga kilogram juga aman. PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, telah menyiapkan sebanyak 21.840 tabung elpiji tiga kilogram atau subsidi untuk wilayah Kota Pontianak di awal bulan Ramadan tahun 2019.

"Stok sebanyak 21.840 tabung elpiji subsidi tersebut sebagai antisipasi peningkatan pemakaian elpiji tiga kilogram di awal bulan Ramadhan di Kota Pontianak," kata Sales Axecutive Elpiji Pertamina Pontianak, Yodha Galih di Pontianak, belum lama ini.

Ia menjelaskan, penambahan stok tersebut, kalau dipersentasekan ada peningkatan stok sebanyak 3,66 persen dari alokasi atau kuota per bulanannya di wilayah Kota Pontianak.

"Sementara untuk se-Kalbar penyaluran elpiji subsidinya mencapai 408 MT/harinya (sebanyak 136.000 tabung) atau mengalami peningkatan sebesar sembilan persen dari penyaluran normal 373 MT/hari (125.000 tabung)," ungkapnya.

Sementara itu, menurut dia, pihaknya juga menyiapkan stok sebagai antisipasi untuk elpiji nonsubsidi, bagi masyartakat atau pengguna di segment menengah ke atas dan horeka (Sektor Usaha Hotel dan Restoran dan Kafe) sebesar 60 MT atau mengalami peningkatan tiga persen dari pemakaian harian rata-rata 58,2 MT.

"Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok elpiji tiga kilogram cukup, dan kami juga melakukan penambahan stok untuk elpiji nonsubsidi sebagai antisipasi adanya peningkatan permintaan," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah dan instansi terkait agar dapat mengawasi pendistribusian elpiji subsidi secara tepat sasaran.

Sebelumnya, Manager Region Communication Relation and CSR Kalimantan, Heppy Wulansari mengatakan, pihaknya menjamin stok elpiji subsidi di wilayah Pulau Kalimantan dan Kalbar khususnya aman sepanjang bulan Ramadhan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Kami sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif dalam penyaluran elpiji tiga kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan di Kalimantan termasuk di Kalbar, seperti penambahan stok hingga sebesar enam persen di atas kebutuan normal," katanya. (din/bah)