Minggu, 22 September 2019


PHRI Kalbar Bersih-Bersih Pesantren dan Santuni Anak Yatim

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 113
PHRI Kalbar Bersih-Bersih Pesantren dan Santuni Anak Yatim

Ilustrasi buka puasa bersama anak yatim

PONTIANAK, SP - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat melakukan bersih–bersih Pondok Hidayatul Mukhsinin Kota Baru, Kota Pontianak yang merupakan bagian kegiatan Safari Ramadan 2019.

“Dari dua rangkai besar Safari Ramadan 2019 ini, satu di antaranya kita melakukan bersih – bersih pondok pesantren dan juga melakukan pengecatan yang melibatkan semua pengurus PHRI,” ujar Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Kamal, belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa selain bersih – bersih pondok dan pengecatan bangunan, pihaknya juga akan buka puasa bersama dan salat tarawih berjemaah.

“Jadi, sejak 08.00 WIB hingga malam kita berada di Pondok Hidayatul Mukhsinin melakukan berbagai kegiatan,” papar dia.

Menurutnya, hadirnya PHRI Kalbar di Pondok Hidayatul Mukhsinin sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap pondok.

“Kita ingin berbagi dan lebih dekat dengan keluarga besar Pondok Hidayatul Mukhsinin.. Pada kesempatan ini juga terlibat Kasatlantas Polresta Pontaianak dan personelnya,” kata dia.

Sementara untuk agenda kedua atau acara puncak akan dilaksanakan pada 22 Mei 2019, yakni buka puasa bersama di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

“Nah, di kegiatan puncak itu 1.000 anak yatim dijemput dan dibawa ke Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Kita bekerja sama dengan Yayasan Mujahidin Pontianak, pelaku usaha transportasi dan lainnya untuk mendukung kegiatan tersebut. Saat ini kita saling berbagi dan berbuka puasa bersama,” sebut dia.

Ia menambahkan di acara puncak juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim. Sedangkan sumber dana santunan dari anggota PHRI Kalbar yang terdiri dari 59 hotel dan restoran.

“Kita juga membuka diri dari pihak mana pun untuk berpartisipasi di kegiatan kita untuk ikut memberikan santunan. Kami siap menerima santunan tersebut untuk diberikan ke anak yatim saat acara puncak. Sumbangan bisa disampaikan melalui nomor panitia di 089693924367,” papar dia.

Yuliardi berharap melalui kegiatan tersebut bisa menumbuhkan kepedulian sosial terutama anggotanya.

“Setelah berbisnis 11 bulan, satu bulan ini kita berbagi. Makna yang paling penting lagi kami sesama hotel atau restoran tentu sehari-harinya bersaing. Namun saat Ramadan ini di bawah PHRI berbagi bersama,” sebut dia. 
Pahala Berlipat

Tokoh Agama, Ustaz Wahyul Afif Al Ghafiqi mengatakan, jika dihitung-hitung, pengeluaran di bulan puasa seharusnya bisa lebih rendah dibanding bulan lainnya. Ini bisa terjadi karena di bulan Ramadan, Anda harus menahan nafsu makan dan minum seharian. 

Namun yang terjadi malah sebaliknya, bulan puasa identik dengan pengeluaran yang lebih besar dibanding bulan lainnya karena banyak ajakan buka puasa bersama dan overeating. Pundi-pundi seolah hilang tak menentu karena berganti-ganti makan di banyak restoran.

Agar lebih bermanfaat dan tak sia-sia, ada baiknya berbuka puasa bersama di mal atau restoran diganti dengan berbuka puasa bersama yatim piatu atau orang yang tidak mampu. Kegiatan ini bisa digelar di rumah, panti asuhan atau di masjid terdekat.
Memberikan makan yatim piatu bisa jadi alternatif untuk bersedekah yang bernilai pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. 

"Memberikan perhatian dan kasih sayang pada anak yatim piatu itu adalah hal yang sangat mulia dalam agama Islam," katanya. 

Perintah memberi makan yatim piatu dan orang yang tidak mampu terdapat dalam surat Al Maun ayat 1-3. Dalam surat itu disebut orang yang mendustakan agama adalam orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

Menurut Wahyul, dengan berbuka puasa bersama anak yatim berarti sudah menunjukkan kasih sayang kepada sesama. Perilaku ini bernilai pahala yang besar karena berbuat baik kepada anak yatim bahkan hanya dengan mengusap kepala mereka juga diberi pahala oleh Allah.

"Buka puasa bersama anak yatim piatu adalah wujud dari kasih sayang. Membahagiakan serta menyenangkan mereka adalah suatu perilaku yang terpuji," kata Wahyul.

Kegiatan ini juga bentuk rasa syukur terhadap nikmat yang sudah diberikan oleh Allah.

Allah juga menjanjikan banyak keutamaan bagi orang yang berbagi dengan anak yatim dan orang yang tidak mampu. Mulai dari menghapus dosa, naungan di hari akhir, keberkahan pada harta, terbebas dari siksa kubur, dan menjauhkan diri dari api neraka. (ant/cnn/bah)