Jumat, 15 November 2019


Tujuh WNA Tiongkok Ditangkap

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1796
Tujuh WNA Tiongkok Ditangkap

GEREBEK – Jajaran Ditreskrimum Polda Kalbar dan Imigrasi Kalbar menggerebek rumah yang diduga jadi sindikat perdagangan orang bermodus kawin kontrak di Jalan Purnama, Komplek Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan pada Rabu (12/6) malam.

PONTIANAK, SP - Tujuh Warga Negara Asing (WNA) dan dua Warga Negara Indonesia (WNI) diperiksa oleh Ditreskrimum Polda Kalbar. Sembilan orang ini diduga kuat terkait dengan kasus perdagangan orang dengan modus kawin kontrak. 

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, mulanya hanya dua WNA yang berasal dari Tiongkok yang diamankan, di sebuah rumah mewah di Jalan Purnama, Komplek Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan pada Rabu (12/6) malam. 

"Kemudian setelah dilakukan pengembangan, tujuh orang kembali diamankan. Tujuh laki-laki WNA dan dua orang WNI, satu di antaranya ini perempuan (WNI)" ungkapnya, Kamis (13/6). 

Berdasarkan pengembangan sementara, dua WNI ini merupakan agen atau penampung ketujuh WNA tersebut. 

Dalam penggerebekan pada Rabu (12/6) malam tersebut, jajaran Ditreskrimum Polda Kalbar beserta Imigrasi Kalbar juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa cap atau stempel, foto copy KTP, NPWP dan lainnya. 

Dirinya mengatakan dengan adanya sejumlah dokumen tersebut, menjadikan barang bukti kuat bahwa rumah itu merupakan tempat penampungan jaringan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak. 

"Ini juga dibuktikan dengan adanya kuitansi pembayaran uang mahar kawin kontrak tersebut," terangnya. 

Kata dia, jika modus kawin kontrak ini benar, apalagi pernikahan tersebut merupakan antara WNA dan WNI, maka semestinya harus melalui aturan. Hal ini yang akan menjadi fokus utama sementara pihaknya, terutama Ditreskrimum. 

Nantinya, dari aturan-aturan tersebut akan disesuaikan dengan data-data lapangan yang ditemukan. Baik dari kedatangannya WNA tersebut, siapa sponsornya, hingga dokumen-dokumen pendukung. 

"Tolong juga dipantau dan ikuti perkembangan kasus ini, siapa tahu ada yang lainnya," kata dia. 

Sebagai tindak lanjutnya, pihaknya juga saat ini sudah memetakan beberapa wilayah yang berpotensi kasus ini terjadi. Sebab, berangkat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, korban perdagangan orang dengan modus kawin kontrak ini biasanya mengarah pada satu etnis, di wilayah Kota Singkawang, Sungai Duri Kabupaten Bengkayang dan Sungai Pinyuh. 

"Tapi saat ini sudah bergeser ke Kota Pontianak," jelasnya. 

Sementara Ketua RT setempat, Manopo Chandra selama ini dirinya tidak mengetahui informasi apapun terkait dengan aktivitas warganya itu. Pasalnya, selama ini dari warga sekitar juga tidak pernah melaporkan informasi apapun kepada dirinya. 

"Kita tidak ada menerima laporan atau apapun dari pihak ini," kata dia. 

Sepengetahuan dia, warga ini hanya berprofesi di bidang properti dan selama ini tidak pernah bermasalah. Sebab, di lingkungan itu sendiri, warga ini dikenal cukup baik meskipun tidak begitu terbuka dengan warga lain. 

Dia sempat terkejut ketika petugas datang dan menggerebek warganya. Kata dia, jika ini merupakan laporan dari warga, sudah pasti terdapat permasalahan. 

"Kita tidak tahu. Karena kejadian ini pasti ada warga yang lapor. Kalau sudah ada warga yang lapor artinya sudah di luar kewenangan RT dan RW. Pasti ada permasalahan yang timbul, dan kenapa tidak pernah menyampaikan kepada kita," tutupnya. (sms/bah)

Iming-iming Uang Jutaan

Kasubsi Penindakan Imigrasi Wilayah Kalbar, Murdani menjelaskan terungkapnya tindak pidana perdagangan orang ini berkat informasi masyarakat yang mencurigakan di sebuah rumah mewah di Jalan Perdana, Komplek Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan.

Berangkat dari laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan ditemukan dua orang WNA asal Tiongkok, satu laki-laki yang siap dikawin kontrakkan dengan seorang korbannya serta satu lagi perempuan yang diduga kuat agennya. 

Disampaikan dia, korban perdagangan orang dengan modus kawin kontrak ini diiming-imingi akan mendapatkan uang dengan jumlah jutaan rupiah. 

Saat ini, pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak Ditreskrimum Polda Kalbar untuk dilanjutkan ke proses hukum. (sms/bah)