Rabu, 18 September 2019


Delapan Negara Ramaikan Pontianak Lion Dance International Championship 2019

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 139
Delapan Negara Ramaikan Pontianak Lion Dance International Championship 2019

KONPRES – Panitia, Ketua Pengprov FOBI, Perwakilan FOBI, Vice President IDLDF dan pihak sponsor berfoto bersama dalam konferensi pers di GOR Perbasi Pontianak, Rabu (19/6).

PONTIANAK, SP - Sebanyak 16 tim dari delapan negara akan meramaikan Pontianak Lion Dance International Championship 2019 di GOR Perbasi Pontianak, 21-23 Juni. Dari jumlah itu, enam tim asal Indonesia dengan dua tim dari Kalbar ikut memperebutkan gelar juara. 

Delapan negara itu adalah Australia, China, Hongkong, Malaysia, Myanmar, Vietnam, Singapura, dan Indonesia.

Ketua Panitia, Bong Bie Chiung mengatakan agenda ini merupakan yang pertama di Kalbar. Agenda atas inisiatif Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kalbar ini, jadi salah satu penyelenggaraan pertama dengan peserta beragam negara.

"Kita sudah melihat penyelenggaraan di tempat lain. FOBI Kalbar belum dua tahun, ketua ingin kita bisa mengikuti daerah lain. Walau pertama kali, tapi sudah ada delapan negara, ke depan diharapkan lebih banyak," katanya, Rabu (19/6).

Panitia menargetkan penonton akan memenuhi veneu berkapasitas 1.500 orang tersebut.

"Semoga acara dapat berjalan sesuai harapan bersama, intinya kita ingin angkat Kalbar di mata internasional. Singkawang sudah terkenal dengan Cap Go Meh, Pontianak kita ingin dikenal  dengan kejuaraan barongsai," kata Ketua FOBI Kalbar, Sugioto. 

Perwakilan PB FOBI pusat, Arifin mengatakan secara prinsip PB FOBI sangat mendukung gelaran internasional ini. Sejak berdiri, sudah lebih lima kali organisasi ini menyelenggarakan kejuaraan internasional. 

"Kita harap bukan Singkawang saja, tapi Pontianak, pariwisatanya bisa berkembang keseluruhan," sebutnya.

Kejuaraan ini akan menggunakan aturan baku dari International Dragon & Lion Dance Federation (IDLDF). Panitia melibatkan sembilan juri sisi dari Malaysia, China dan Indonesia, dengan 15 dewan juri.

"Ini momen luar biasa, Indonesia mampu menyelenggarakan dengan delapan negara," katanya. 

Vice President IDLDF, Leong Lik Thong mengatakan acara ini merupakan salah satu agenda penting internasional. Di mana semua orang yang memiliki passion sama, berkumpul. Dia yakin para juri akan bertindak objektif.

"Saya berharap festival ini sukses dan membawa perkembangan untuk regenerasi dan kemajuan federasi," sebutnya. 

Untuk menonton, masyarakat harus membeli tiket yang dijual Rp75 ribu per hari. Atau Rp200 untuk tiket terusan selama tiga hari. Tiket dijual di Hotel Kini, Bank Mandiri, Yayasan Bhakti Suci dan di GOR Perbasi. (bls)