Empat Tahun Jalan Rusak

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 84

Empat Tahun Jalan Rusak
TERGENANG – Pengemudi sepeda motor melintasi jalan lingkungan yang tergenang di sebuah daerah. Di Pontianak, fakta serupa masih ditemukan. Pemkot Pontianak diminta merespons masalah ini.
PONTIANAK, SP - Warga Gang Suka Bersama, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak mengeluhkan jalan yang sudah empat tahun tidak kunjung mendapat perhatian Pemerintah Kota Pontianak. Jalan yang buruk mengakibatkan warga kesulitan melakukan aktivitas.

"Sudah empat tahun jalan kita tidak ada perbaikan," ucap salah satu Warga Gang Suka Bersama, Dede saat diwawancarai, Kamis (20/6).

Dede mengatakan, awalnya jalan di tempat tinggalnya merupakan jalan hasil swadaya masyarakat dengan lebar satu meter. Namun, selama ini jalan lingkungan mereka belum sama sekali tersentuh perhatian Pemkot Pontianak.

Jika hujan, kondisi jalan lingkungan mereka terendam air sekitar 30 sampai 40 cm. Dengan kondisi jalan yang rusak itu mengakibatkan warga banyak terjatuh. Dirinya berharap ada perhatian Pemkot Pontianak untuk segera memperbaiki jalan yang rusak dan tergenang banjir itu.

Dede mengatakan bahwa beberapa waktu lalu ada beberapa pihak yang menjanjikan perbaikan jalan melalui dana aspirasi, namun hingga saat ini janji perbaikan jalan tersebut tidak juga terealisasi. 

Untuk usulan ke pemerintah seperti kelurahan setempat saat ini masih belum ada. Namun, beberapa waktu lalu pernah RT setempat mengatakan akan mendapatkan bantuan semen sekitar 30 sampai 40 sak dan sampai saat ini belum juga terealisasi.

"Jalan ini pernah kita ajukan ke dewan namun sampai saat ini tidak ada tanggapan," pungkasnya. 

Warga lain, Khairudin juga mengeluhkan hal serupa. Lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Panglima Aim, Komplek Bahari Mas, Kecamatan Pontianak Timur langganan tergenang air jika hujan mengguyur. 

“Kalau hujan, jalan komplek akan tergenang. Bahkan beberapa rumah tergenang. Saluran drainase kanan dan kiri jalan sumbat. Air terjebak dan terjadilah genangan,” katanya. 

Dia mengatakan bahwa kualitas jalan kompleknya dicor, namun belum diaspal. Dia khawatir genangan akan merusak jalan. 

“Sebelum Pemilu, pihak Dinas PU (Pekerjaan Umum Kota Pontianak) mengukur jalan. Katanya akan dilakukan perbaikan jalan dan drainase. Saya berharap masalah ini cepat ditangani pemkot,” katanya. 

Jalan Ilham

Tak hanya itu, salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Kota Pontianak, Zulfikri juga mengeluhkan terkait kerusakan Jalan Ilham, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak. Terdapat beberapa titik lubang yang cukup mengganggu pengguna jalan.

"Jalannya sudah mulai banyak lubang yang tidak diperbaiki," ucapnya.

Ia yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut sebagai akses jalan menuju kampus sangat terhambat dengan kondisi jalan yang buruk. Beberapa waktu lalu, sempat dilakukan penambalan terhadap beberapa lubang yang ada, namun perbaikan tersebut tidak bertahan lama.

Dirinya juga mengeluhkan kondisi jalan yang minim penerangan. Padahal jalan tersebut menghubungkan dua jalan besar. Ia berharap ada perhatian Pemerintah Kota Pontianak terhadap jalan tersebut karena banyak aktivitas warga dan mahasiswa di kawasan tersebut.

"Semoga saja Pemerintah Kota bisa memperbaiki jalan dengan kualitas yang lebih baik," harapnya. 

Perbaiki 500 Jalan

Terpisah, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan tahun ini ada sekitar 500 lebih jalan lingkungan yang mendapatkan perhatian Pemkot Pontianak. Namun, pihaknya tentu akan membuat skala prioritas jalan yang akan diutamakan.

Pemkot Pontianak juga telah berkomitmen mempercepat pembangunan di daerah Kecamatan Pontianak Timur dan Kecamatan Pontianak Utara. 

"Kalau rumahnya padat, ada sarana umum dan akses yang langsung akan menjadi prioritas. Namun kalau hanya satu dan dua rumah akan bertahap," ucapnya.

Kemudian, beberapa waktu lalu Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan juga mengatakan komitmennya untuk membangun kawasan Pontianak Timur dan Pontianak Utara. Salah satu contoh, pihaknya akan fokus membangun fasilitas taman bermain di wilayah tersebut. 

Hanya saja, sambung Bahasan, pihaknya masih mengkaji di mana letak yang strategis untuk membangun taman itu. 

"Salah satu contohnya di lapangan sepak bola Perum III itu akan dibangun taman. Kita benahi dulu sehingga masyarakat bisa menikmati keberadaan taman itu nantinya," terangnya.

Keberadaan taman bermain sebagai pemenuhan kebutuhan anak-anak, dinilainya tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari masyarakat. 

"Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga aset taman bermain itu. Sebab, tanpa dukungan masyarakat, dikhawatirkan taman itu akan rusak," katanya. 

"Kita akan tingkatkan dari tahun ke tahun supaya semua anak bisa berkreasi, bisa punya wawasan di era milenial tanpa pandang bulu. Artinya akan merata bagi masyarakat Pontianak," jelasnya. (din/hms/bah)