Selasa, 24 September 2019


Ajak Muhammadiyah Wujudkan Desa Mandiri

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 103
Ajak Muhammadiyah Wujudkan Desa Mandiri

PIDATO - Gubernur Kalbar, Sutarmidji berpidato pada acara Silaturahmi Idul Fitri keluarga besar dan simpatisan Muhammadiyah, di Aula Ki Bagus Hadi Kusumo STIK Muhammadiyah, Jalan Sungai Raya Dalam, Sabtu (22/6).

PONTIANAK, SP - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji menghadiri Silaturahmi Idul Fitri keluarga besar dan simpatisan Muhammadiyah, di Aula Ki Bagus Hadi Kusumo STIK Muhammadiyah, Jalan Sungai Raya Dalam, Sabtu (22/6).

Pada sambutan tersebut, Sutarmidji mengungkapkan Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan banyak membantu pemerintah, baik struktur tingkat nasional maupun daerah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Oleh karena itu dirinya mengapresiasi kehadiran salah satu ormas terbesar di Indonesia itu yang turut membantu pemerintah provinsi dalam hal pembangunan manusia di Kalbar.

"Saya ucapkan trimakasih kepada Muhammadiyah yang telah turut berperan membantu pemerintah dalam bidang pendidikan dan kesehatan di masyarakat," ungkap Sutarmidji.

Selain itu, dirinya juga meminta Muhammadiyah untuk terus turut serta dalam membantu pemerintah provinsi merealisasikan program percepatan peningkatan status dan kemandirian desa di Kalbar.

Sutarmidji menuturkan untuk saat ini Provinsi Kalbar memiliki 2.031 desa dan diklasifikasikan menjadi lima yaitu desa mandiri, desa maju, desa berkembang, desa tertinggal dan desa sangat tertinggal.

"Sekarang ini di Provinsi Kalbar baru satu desa yang masuk kategori desa mandiri, desa majunya sudah 53 desa, desa berkembang 372 desa dan desa tertinggal serta sangat tertinggal sekitar 900," jelasnya.

"Saya berharap organisasi Muhammadiyah bisa bersama-sama dengan pemerintah beserta organisasi lainnya, membangun serta mewujudkan desa mandiri yang ada di Kalbar," tambahnya.

Perlu ada sinergi pemerintah provinsi, kabupaten dan desa, serta semua pihak dalam melaksanakan program desa mandiri ini. Karena, kata Midji, selama ini banyak berpikiran bahwa dana desa bisa menyelesaikan permasalahan di desa, namun saya berpikir itu tidak bisa.

"Ada 52 indikator desa mandiri yang harus dipenuhi, nah mari kita bersama-sama membangun desa mandiri di Kalbar baik dari organisasi kepemudaan, agama serta masyarakat, polisi, TNI. Kita bersinergi bersama pemerintah guna mewujudkan pembangunan daerah Kalbar," tuturnya.

Sementara Ketua PW Muhammadiyah Kalbar, Pabali Musa menjelaskan, Muhammadiyah terus berkomitmen untuk melakukan sinergisme dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan di Kalimantan Barat.

Salah satunya adalah rumah sakit Muhammadiyah di Kota Singkawang yang sudah siap untuk dibangun dan saat ini masih ada proses pembebasan lahan yang tengah berlangsung prosesnya.

"Untuk pembebasan tanahnya sebetulnya sudah hampir selesai untuk pembangunan rumah sakit umum di Kota Singkawang, hanya menyiskan beberapa kelengkapan administrasinya saja," ujarnya.

Tidak hanya itu, pada Kamis (27/6) mendatang perguruan tinggi akademi Aisyiyah akan segera diresmikan peningkatan status menjadi Politeknik Aisyiyah dengan adanya penambahan dua program studi selain dari kebidanan.

Ia menyatakan untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IDM) dengan sejumlah program pendidikan. Makanya Muhammadiyah akan ikut berkontribusi terhadap pembangunan, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan. 

“Pada sektor kesehatan kita akan terus meningkatkan seluruh klinik dan faskes yang kita miliki untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal mengakses layanan kesehatan," ujarnya. (iat/bah)