Rabu, 20 November 2019


Rencanakan Bikin Panggar Meriam Karbit Permanen

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 134
Rencanakan Bikin Panggar Meriam Karbit Permanen

PEMENANG FESTIVAL – Pemkot Pontianak menggelar Halalbihalal dan pengumuman pemenang festival meriam karbit di Cafe Serasan, Minggu (23/6).

Pembuatan panggar meriam permanen akan direncanakan pada 2020. Tujuannya agar meriam karbit bisa dinikmati wisatawan tidak hanya pada lebaran.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Rendrayani saat acara halalbihalal dan pengumuman pemenang festival meriam karbit di Cafe Serasan, Minggu (23/6).

Saat ini pembuatannya masih dalam tahap perencanaan. Dinas terkait akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk penetapan lokasi yang memenuhi syarat untuk dijadikan manggar meriam permanen. 

Sebab, penetapan manggar meriam karbit permanen juga harus memperhatikan sisi jalur air maupun jalur darat sehingga masyarakat mudah mendapatkan lokasi panggar meriam permanen.

"Panggar meriam karbit permanen tersebut agar wisatawan dapat menikmati meriam karbit setiap tahunnya," ucap Rendrayani.

Rendrayani juga mengatakan untuk pemenang meriam karbit tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal itu berarti kelompok meriam karbit mampu mempertahankan kualitas meriam karbit mereka. 

Dirinya mengatakan pada tahun ini dana pembinaan bagi pemenang festival meriam karbit juara satu memperoleh delapan juta, juara dua enam juta, juara tiga empat juta, harapan satu tiga juta, harapan dua memperoleh dua juta dan harapan tiga satu juta lima ratus rupiah.

Bagi pemenang meriam karbit juara pertama dan kedua akan ditampilkan dalam pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Nasional ke 25 yang akan dilaksanakan di Kota Pontianak beberapa waktu mendatang.

"Meriam yang menang ini akan kita tampilkan pada permukaan STQ Nasional mendatang," katanya.

Dirinya menjelaskan untuk memotivasi peserta meriam karbit yang setiap tahun terlihat selalu mengurang, maka pemerintah Kota Pontianak melalui dinas pendidikan dan kebudayaan akan mengupayakan peningkatan hadiah yang diterima. 

Dengan peningkatan tersebut diharapkan bisa menarik pecinta meriam karbit untuk ikut berpartisipasi dalam festival meriam karbit.

Kemudian, dalam hal kesulitan bahan baku Pemerintah Kota Pontianak akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa mempermudah untuk perizinan dalam memperoleh kayu sebagai bahan baku meriam karbit.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Seni dan Budaya Pontianak, Fajriudin Anshary, mengatakan dalam pengumuman pemenang, pihak forum sangat puas karena pengumuman langsung dilakukan oleh dewan juri. 

Dirinya mengatakan pihak forum sama sekali tidak pernah mencampuri urusan penilaian.Kriteria penilaian yaitu bunyi 50 persen, seni termasuk corak meriam 30 persen serta budaya 20 persen.

"Kami menjaga independensi dan netralitas forum, maka forum tidak mencampuri penilaian," ucapnya.

Dirinya menyampaikan dalam upaya untuk mempertahankan meriam karbit, maka pihaknya telah meminta Gubernur Kalimantan Barat untuk mempermudah dalam hal memperoleh bahan baku meriam karbit. 

Selama ini menurutnya kelompok meriam karbit banyak menghadapi masalah terkait mendapatkan bahan baku balok. Jika bahan baku mudah didapat, peserta yang ikut akan semakin bertambah.

"Kendala bahan baku juga menjadi hambatan pada tahun ini, karena banyak kelompok yang jumlah meriamnya kurang enggan ikut serta," katanya.

Ia berharap kepada peserta yang belum berhasil agar mampu bersaing di tahun depan. Dirinya juga mengungkapkan selamat kepada pemenang festival meriam karbit. Dalam hal pelibatan meriam karbit pada pembukaan STQ Nasional yang ke 25 di Kota Pontianak pihaknya sangat mengapresiasi.

"Dalam pembukaan STQ Nasional nanti meriam karbit akan dibunyikan sebanyak 25 buah," tutupnya. (dino/bah)