Jumat, 15 November 2019


Mahasiswa Diseru Jadi Wirausaha

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 223
Mahasiswa Diseru Jadi Wirausaha

BONEKA GONI – Seorang pengrajin sedang menyelesaikan kerajinan boneka petani yang terbuat dari karung goni bekas di sebuah daerah. Kementerian perdagangan RI meminta generasi muda, utamanya mahasiswa, berwirausaha pada era revolusi industri 4.0.

Pontianak, SP - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menjadi wirausaha di era revolusi industri 4.0. 

Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga, Suhanto dalam acara Diseminasi Kebijakan Perdagangan dengan tema “Muda, Kreatif, dan Produktif di Era Digital 4.0” di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Selasa (25/6).

Hal itu juga sebagai upaya menyikapi cepatnya perkembangan digitalisasi perdagangan dan industri. Menurut dia, kemajuan suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran wirausaha.

“Untuk itu, guna meningkatkan daya saing di era revolusi industri 4.0, menjadi tugas pemerintah untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Berniaga adalah pekerjaan yang mulia, sehingga, kegiatan perniagaan atau perdagangan harus didukung dan diatur agar mudah dan aman secara hukum,” ujar Suhanto.

Suhanto memaparkan data Global Entrepreneurship Index 2018, jumlah wirausaha di negara maju mencapai 14 persen, sementara di Indonesia baru mencapai 3,1 persen. Jumlah itu masih lebih kecil dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Di sisi lain, berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2018, pengguna internet di Indonesia baru mencapai 54,68 persen dari total penduduk. Sedangkan pengguna internet yang melakukan kegiatan bertransaksi di niaga elektronik (niaga-el) baru sebesar 63,5 persennya.

Kata Suhanto, bagi kaum muda melek teknologi telah menjadi sebuah keharusan agar tidak kehilangan kesempatan. Apalagi saat ini bidang perdagangan telah mengalami transformasi, dari bentuk perdagangan konvensional bergerak ke era digital.

“Menyikapi hal tersebut, kita harus mengikuti perkembangan yang ada agar tidak tertinggal. Dengan memanfaatkan teknologi pula kita dapat membuka peluang usaha yang akan menciptakan wirausaha-wirausaha baru sebagai penopang ekonomi bangsa,” imbuhnya.

Pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi 14 telah membuat peta jalan (roadmap) niaga-el. Program peta jalan tersebut adalah menciptakan 1.000 wirausahawan berbasis digital.

Tujuan dilaksanakannya peta jalan tersebut antara lain untuk mendorong peningkatan ekonomi yang efisien dan terkoneksi secara global, meningkatkan keahlian SDM pelaku niaga elektronik, dan sebagai acuan dalam menyusun kebijakan sektoral.

“Yang penting sebagai wirausaha saat ini adalah memiliki kecepatan dalam menyampaikan dan menjual ide. Bagi para mahasiswa, jadikanlah kampus sebagai kawah candradimuka, media untuk meneliti, memulai, dan menumbuhkan kewirausahaan,” pungkas Suhanto. (iat/bah)

Dituntut Mampu Berinovasi

Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Profesor Garuda Wiko sangat mendukung kegiatan Kementerian Perdagangan dalam mendorong generasi muda, khususnya para mahasiswa, untuk menjadi wirausaha di era revolusi industri 4.0.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan program dan visi universitas. Kami harapkan para mahasiswa dapat beradaptasi dan siap bersaing dalam ekosistem digital yang terus berkembang ini,” jelas dia.

Dikatakan bahwa visi dan misi Untan Pontianak saat ini yakni menuju universitas siber. Hal itu sebagai upaya untuk menjawab tantangan dalam era digital ini.

Menurut dia, lingkungan strategisnya, perguruan tinggi telah memasuki era yang penuh dengan ketidakpastian, tidak dapat diperkirakan dan akan berubah secara terus menerus.

“Sebagai konsekuensi dari perguruan tinggi, perlu melakukan transformasi untuk dapat mempertahankan status sebagai pusat unggulan dalam lingkungan strategis baru yang serba digital," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, seiring perkembangan dan kemajuan dalam berbagai hal, termasuk era digital, mahasiswa dituntut untuk tidak sekadar mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), namun juga harus mampu berinovasi dan salah satunya bidang kewirausahaan.

Selain itu, dibutuhkan juga kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan mahasiswa sehingga ketika selesai kuliah, para mahasiswa sudah siap untuk semua.

Dengan adanya revolusi digital, kata dia, kemampuan personel mahasiswa harus dimaksimalkan. Tidak kalah penting proses juga harus dilalui dan teknologi harus diikuti atau dikuasai.

"Saatnya mahasiswa bukan hanya sebatas nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), namun kemampuan lainnya, termasuk kewirausahaan," kata dia.

Kata Garuda, untuk program pengembangan kewirausahaan di Untan Pontianak sendiri sudah dimulai sejak 2008 dengan menyinergikan program yang ada di internal dan eksternal.

Berbagai prestasi pada bidang kewirausahaan dan inovasi bisnis pada tingkat lokal, regional dan nasional telah berhasil diraih oleh mahasiswa Untan. 

Selain itu, pihaknya juga membuat program 1.000 pengusaha kampus. Program pengusaha kampus memberikan wadah pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa.

"Adanya program tersebut mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Pada tahun 2018, telah terdapat 437 ide bisnis dan 400 pengusaha kampus. Berbagai kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan kewirausahaan juga telah dilaksanakan," pungkasnya. (iat/bah)