Edi Ajak Generasi Milenial Isi Waktu dengan Hal Bermanfaat

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 96

Edi Ajak Generasi Milenial Isi Waktu dengan Hal Bermanfaat
PIDATO - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berpidato saat Peringatan HANI di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Rabu (26/6). Ist
PONTIANAK, SP - Memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi generasi yang bebas dari narkoba dalam rangka menciptakan Indonesia Emas 2045.

"Momentum Hari Anti Narkotika Internasional ini juga harus dijadikan momentum untuk terus mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan narkotika," ujarnya usai peringatan HANI di aula kediaman dinasnya, Rabu (26/6).

Sebagaimana diketahui, lanjutnya lagi, Indonesia sudah ditetapkan sebagai negara darurat narkoba. Tidak sedikit korban dan kerugian yang ditimbulkan akibat dampak penyalahgunaan narkoba.

"Bahaya narkoba bisa merusak sendi kehidupan masyarakat," ungkap Edi.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tetap melaksanakan program kreatif inovatif bagi generasi muda, baik di tingkatan SMP maupun SMA serta kegiatan kepemudaan supaya anak muda aktif dan tidak berpikir ke arah negatif. 

"Padatnya kegiatan bagi anak muda juga sebagai bentuk membatasi ruang gerak bagi beredarnya penyalahgunaan narkotika," sebutnya.

Ditambahkan, Pemkot Pontianak selaku penanggungjawab pelaksana amanah undang-undang optimis kalau penanganan narkoba ini bisa selesai.Namun masalah keberhasilan atau tidaknya akan sangat tergantung pada upaya semua pihak. Sebab itu, butuh dukungan dari seluruh masyarakat dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba. 

"Kita harus optimis bisa memerangi narkoba dan mari kita bersama-sama melakukan upaya memberantas peredaran maupun penyalahgunaan narkoba," tegas Edi.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pontianak, AKBP Agus Sudiman mengatakan, peringatan HANI lebih fokus pada generasi milenial karena estafet kepemimpinan bangsa nantinya akan dibangun oleh mereka.

"Penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi millenial dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," imbuh Agus.

Dirinya juga menyampaikan bahwa untuk mensurvei jumlah pengguna narkoba di Kota Pontianak, tingkat kesulitannya sangat tinggi. Hal tersebut lantaran narkoba sebagai bentuk kriminalisasi dan aib sehingga orang enggan melaporkannya. 

Namun demikian, ia tak menampik adanya sebagian orang yang secara sadar melapor sebagai pengguna narkoba kepada BNN Kota Pontianak.

"Faktor lingkungan dan pertemanan juga menjadi penyebab narkoba tersebar di kalangan milenial," terangnya.

Hingga saat ini, jumlah pengguna yang melaporkan dirinya ke BNN Kota Pontianak tercatat 122 pengguna sepanjang tahun 2018.

Agus juga mengatakan angka pengguna narkotika jika dilihat dari per kasus dengan barang bukti yang terungkap, sangat banyak yang mengkonsumsi narkoba. Hal tersebut terkait dengan kebutuhan dan suplai. Sebagian besar pengguna narkoba adalah kaum millenial. 

"Bahkan anak SD pun sudah ada yang menjadi pengguna narkotika," katanya.

Agus mengimbau kepada masyarakat agar peringatan HANI dijadikan sebagai momentum untuk menyadarkan masyarakat Kota Pontianak bahwa bahaya penggunaan narkotika di Kota Pontianak cukup tinggi. Di seluruh tempat juga telah terpapar narkoba. Namun yang perlu ditekankan adalah kekebalan.

"Jika imun kita tebal dengan tawaran apapun tidak akan bisa terpapar narkoba," pungkasnya. 

Pemprov Kalbar juga memperingati HANI di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (26/6). Gubernur Kalbar, Sutarmidji menghadiri acara itu. 

Kegiatan yang diberi tema ‘Millenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas’ ini diikuti sekitar 300 peserta. Tampak hadir pula Pangdam XII/TPR, Kapolda Kalbar, Asintel Danlantamal XII, Dansatpom Danlanud Supadio, Kepala BNN Kalbar, Kajati Kalbar, Sekda Provinsi Kalbar, Dishub Provinsi Kalbar, Perwakilan unsur Forkopimda Kalbar dan perwakilan Siswa-siswi SLTP, SLTA, mahasiswa Pontianak. 

Pada kegiatan tersebut, Sutarmidji menegaskan bahwa siswa yang merokok tidak akan mendapatkan beasiswa apapun dari sekolah. Hal itu juga sudah disampaikan dirinya kepada pihak-pihak sekolah. 

"Saya telah menekankan kepada pihak sekolah kepada anak-anak yang perokok agar tidak dikasihkan beasiswa," tegasnya saat memberikan sambutan. 

Kebijakan tersebut dibuatnya sebagai salah satu langkah untuk mencegah narkoba masuk ke kawasan sekolah serta di lembaga-lembaga masyarakat. 

Selain itu, kata dia, tahun ini pihaknya juga telah menyiapkan program beasiswa kepada pelajar di Kalbar.

"Dengan harapan generasi penerus bangsa di Kalbar dapat tumbuh kembang dan maju serta berkualitas," jelasnya. 

Pada kesempatan itu juga Sutarmidji yang membaca pidato Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla mengatakan cita-cita Indonesia akan menjadi negara ekonomi terkuat ke lima dari seluruh negara tahun 2045 ke depan. 

"Indonesia memiliki cita-cita sebagai negara dengan ekonomi terkuat ke-5 di tahun 2045," ujar Midji. 

Namun, untuk menjawab tantangan cita-cita ini diperlukan sumber daya manusia yang unggul. Sebab, sumber daya manusia merupakan penggerak pembangunan terhadap kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa dan negara.

Jika ditarik garis secara geografis dari Sabang sampai Merauke, kewilayahan Indonesia terbilang negara yang sangat luas. Artinya, tantangan-tantangan untuk mewujudkan cita-cita ini juga sangat banyak. 

"Satu di antara tantangan yang besar dan masih mengancam sumber daya manusia dan usia di Indonesia adalah mengenai kejahatan narkotika," ujarnya.

Saat ini, kata Midji, masih menbaca sambutan Jusuf Kalla, Indonesia di tengah-tengah perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Apabila tidak ditangani secara bersama-sama oleh semua elemen masyarakat, maka akan mengancam eksistensi bangsa. 

"Tentu hal ini akan berdampak pada rusaknya tatanan sosial serta mengancam kondisi ketahanan nasional negara," ujarnya. (iat/bah)