Senin, 14 Oktober 2019


Kalifah STQ Nasional Didampingi Bapak Angkat

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 345
Kalifah STQ Nasional Didampingi Bapak Angkat

Penyambutan di Bandara Internasional Supadio, kemarin.

PONTIANAK, SP - Suasana kemeriahan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke 25 di Kota Pontianak mulai terasa. Salah satu titik yang merasakan keriuhan STQ ialah terminal kedatangan Bandara Supadio yang menjadi pintu kedatangan kalifah berbagai provinsi. Kedatangan kalifah langsung dijemput oleh bapak angkat dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Kalbar.

Koordinator bidang penjemputan dan pendampingan kafilah, Murjani mengatakan mulai dari rabu pagi kafilah-kafilah dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia sudah mulai berdatangan ke Provinsi Kalbar. Pada tanggal 27 Juni akan menjadi puncak kedatangan kafilah STQ Nasional ke 25. Dirinya menyampaikan kafilah-kafilah tersebut juga ada yang didampingi oleh kepala daerahnya seperti Provinsi Bengkulu.

"Kami berharap proses penjemputan dan pendampingan kafilah dapat berjalan dengan lancar," ucap Koordinator bidang penjemputan dan pendampingan kafilah, Murjani saat diwawancarai usai penjemputan kafilah Provinsi Jawa Timur di Bandara Supadio Pontianak pada Rabu (26/6)

Ia mengatakan dalam proses penjemputan dan pendampingan masing-masing kafilah akan memiliki bapak angkat yang diamanahkan kepada OPD yang ada di lingkungan Pemprov Kalbar. Seperti halnya kafilah dari Jawa Timur yang memiliki bapak angkat dari Balitbang Provinsi Kalbar.

Dirinya juga menyampaikan bidang koordinasi penjemputan dan pendampingan selain menjemput juga memfasilitasi pada saat kafilah mengikuti perlombaan di lima titik yang telah ditetapkan. Fasilitas juga akan diberikan pada saat kafilah mengikuti pawai ta'aruf. Sampai para kafilah pulang juga akan difasilitasi.

"Sebagai contoh kafilah dari Provinsi Jawa Timur yang mendapat bapak angkat dari Balitbang," tutupnya

Kemudian, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalbar, Ansfrifus. J. Andjioe yang menyambut kedatangan rombongan Kafilah dari Provinsi Jawa Timur mengatakan rombongan Kafilah Jawa Timur datang dengan kekuatan 12 kafilah, 2 pembina, 6 official Serta 2 orang pendamping dengan di pimpin oleh ketua kontingen yang merupakan Kabag Agama Provinsi Jawa Timur.

"Kami sangat bangga sekali bisa menyambut Kontingen Jawa Timur, dan selaku yang diserahi LO untuk Kafilah Jawa Timur akan memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin kepada Kafilah Jawa Timur serta mendoakan kafilah Jawa Timur bisa mendulang kesuksesan dalam STQ 2019" ucap KaBalitbang Ansfrifus. J. Andjioe

Ia menyampaikan rencananya kontingen jawa timur akan mengikuti 5 cabang yang diperlombakan yaitu cabang tahfidz 10 Dan 20 Jus, cabang tilawah, cabang tahfidz 30 Jus dan tafsir Bahasa Arab, cabang tahfidz golongan 1 dan 5 jus, Serta cabang tahfidz golongan Al hadits 100 dengan sanad dan hapalan hadits tanpa sanad.

"Perlombaan STQ Kali tahun ini terbilang sangat unik karena akan ada pembacaan ayat suci alquran tepat di garis katulistiwa," katanya

Ansfrifus menambahkan perlombaan STQ 2019 ini mengambil tempat di lima titik yaitu alun-alun kapuas, tugu katulistiwa, mujahidin, perpustakaan Untan, serta aula IAIN. Selanjutnya rombongan akan beristirahat dan besok kamis 27 Juni melakukan registrasi sebagai awal dari rangkaian lomba STQ yang akan dibuka secara resmi oleh menteri Agama pada tanggal 29 juni di Alun-alun kapuas, dan berakhir pada tanggal 5 juli 2019.

Sementara itu, Perwakilan kafilah Jawa Timur, Muhammad Isa, mengatakan kafilah dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 25 orang yang akan mengikuti 12 cabang dalam STQ Nasional ke 25. Ia menyampaikan persiapan yang dilakukan oleh kafilah Jawa Timur dinilai telah matang. Pembinaan kafilah juga telah dilakukan secara bertahap. Untuk kafilah Jawa Timur menurutnya semua qari dan qariah memiliki potensi untuk juara.

"Kita dari Jawa Timur menargetkan juara umum," ucapnya

Kontingen lainya dari Provinsi Papua menyampaikan persiapan dari kafilah Provinsi Papua dianggap sudah sangat cukup dengan kondisi objektif yang ada. Dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh kontingennya juga telah digenjot semaksimal mungkin. Ia berharap kafilah dari Papua agar bisa mendapatkan kemenangan.

"Target kami pada hifzil 20 juz untuk putra dan tilawah anak untuk putra," ucap Perwakilan kafilah Provinsi Papua, Awli Tianlen.

Terakhir, Ketua rombongan Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Rasyid mengatakan kafilah Provinsi Kalimantan Timur merasa cukup siap untuk mengikuti STQ Nasional ke 25. Dirinya menyampaikan untuk jumlah kontingen yang dibawa sebanyak 59 orang. Provinsi Kalimantan Timur menurutnya mengandalkan tilawah.

"Kami akan terus berusaha menjadi yang terbaik," tutupnya. (din)