Senin, 23 September 2019


Progres Mesti Meningkat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 117
Progres Mesti Meningkat

MIMBAR TANJAK – Mimbar tilawah berbentuk Tanjak yang akan digunakan pada STQ Nasional ke 25 rampung. Pembukaan acara akan berlangsung pada 29 Juni dan dibuka oleh Menteri Agama RI, Luqman Hakim Saefuddin.

PONTIANAK, SP – Suasana kemeriahan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke 25 di Kota Pontianak mulai terasa. Kafilah dari berbagai provinsi mulai berdatangan di Bandara Supadio Pontianak. 

Kalifah pun langsung dijemput oleh bapak angkat dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Kalbar.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji ingin peningkatan kualitas kontingen kafilah Provinsi Kalbar pada STQ Nasional ke 25. Dirinya tidak menargetkan prestasi terlalu tinggi, namun harus ada progres lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tidak ada target, tapi progresnya harus lebih baik dari sebelumnya," ucap Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat diwawancarai usai melepas kafilah Provinsi Kalbar di Pendopo Kalbar, Rabu (26/6) malam.

Diketahui, pada 27 Juni kontingen kafilah melakukan registrasi sebagai awal dari rangkaian lomba STQ. STQ akan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama, Luqman Hakim Saefuddin pada 29 Juni di Alun-Alun Kapuas, dan berakhir pada 5 Juli 2019.

Ia mengimbau kepada masyarakat Provinsi Kalbar agar menjadi tuan rumah yang baik. Masyarakat juga diminta untuk menghormati tamu yang datang dari berbagai provinsi. Dirinya juga mengatakan ini merupakan bagian dari promosi Provinsi Kalimantan Barat.

Midji menyampaikan mimbar tilawah yang dibuat di titik objek wisata seperti titik nol derajat lintang utara dan selatan. Ini juga menjadi momentum berharga bagi peserta untuk melantunkan ayat suci Alquran di tempat yang tidak biasa. Pada tempat lainnya juga disiapkan latar belakang panggung yang menarik. 

"Ini akan menjadi kenangan bahwa STQ pernah ada di Kota Pontianak," katanya.

Tamu yang datang sekitar lebih dari 2.000 karena untuk peserta saja 1.000 lebih. Selain itu, beberapa gubernur juga akan hadir di Kota Pontianak, salah satunya dari Kalimantan Tengah yang akan membicarakan masalah perbatasan.

Dirinya juga meminta untuk penghargaan yang diberikan dalam bentuk medali yang tidak dikalungkan, namun diberikan tempat.

Ikuti 12 Cabang Lomba

Kemudian, Ketua 1 LPTQ Kalbar, Syarif Kamaruzzaman mengatakan, dari 13 cabang lomba STQ Nasional ke 25, Provinsi Kalbar mengikuti 12 cabang terdiri dari putra dan putri. Satu cabang lomba tidak diikuti karena SDM tidak ada yaitu tafsir bahasa arab. Sebagai tuan rumah Kalbar, tetap ingin memberikan pelayanan yang terbaik.

"Kita punya harapan besar untuk menjadi juara umum," ucapnya.

Dirinya menyampaikan Gubernur Kalbar telah menargetkan minimal ada 1.000 hafiz dan hafizah yang dicetak. Maka dari itu, menurutnya LPTQ terus melakukan percepatan di berbagai bidang termasuk tempat pelatihan. 

Pihaknya akan terus berpacu terkait penyimpanan sarana dan prasarana untuk mencetak hafiz dan hafizah di Kalbar.

Ia menambahkan, pondok pesantren juga diharapankan bisa memberikan dukungan dalam upaya merealisasikan masyarakat yang qurani. Setelah melakukan TC (Training Center), dirinya berharap kafilah Kalbar bisa mendominasi peringkat. 

"Strategi khusus telah dilakukan dari dua kali pemusatan pelatihan," katanya.

Dia sebagai Ketua STQ Nasional ke 25 mengatakan, di semua venue juga telah dipersiapkan akan ada kasidah-kasidah untuk menghibur masyarakat yang datang. Dirinya selalu optimis kafilah Kalbar meraih hasil maksimal.

Rombongan Mulai Berdatangan 
Koordinator Bidang Penjemputan dan Pendampingan Kafilah, Murjani mengatakan, kafilah berdatangan mulai dari Rabu (24/6). Pada 27 Juni menjadi puncak kedatangan kafilah STQ. Ada kafilah yang didampingi oleh kepala daerahnya seperti Provinsi Bengkulu.

"Kami berharap proses penjemputan dan pendampingan kafilah dapat berjalan dengan lancar," ucap Koordinator bidang penjemputan dan pendampingan kafilah, Murjani saat diwawancarai usai penjemputan kafilah Provinsi Jawa Timur di Bandara Supadio Pontianak, Rabu (26/6).

Ia mengatakan, dalam proses penjemputan dan pendampingan masing-masing kafilah akan memiliki bapak angkat yang diamanahkan kepada OPD yang ada di lingkungan Pemprov Kalbar. Misal, kafilah dari Jawa Timur memiliki bapak angkat dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalbar.

Selain menjemput, lanjut Murjani, pihaknya juga memfasilitasi pada saat kafilah mengikuti perlombaan di lima titik yang telah ditetapkan. Fasilitas juga akan diberikan pada saat kafilah mengikuti pawai taaruf. Sampai para kafilah pulang juga akan difasilitasi.

Sementara Kepala Balitbang Provinsi Kalbar, Ansfrifus J Andjioe, yang menyambut kedatangan rombongan Kafilah dari Provinsi Jawa Timur mengatakan, rombongan Kafilah Jawa Timur datang dengan kekuatan 12 kafilah, dua pembina, ena official serta dua orang pendamping dengan dipimpin oleh ketua kontingen yang merupakan Kabag Agama Provinsi Jawa Timur.

"Kami sangat bangga sekali bisa menyambut Kontingen Jawa Timur dan selaku yang diserahi LO untuk Kafilah Jawa Timur akan memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin kepada Kafilah Jawa Timur, serta mendoakan kafilah Jawa Timur bisa mendulang kesuksesan dalam STQ 2019," ucap Ansfrifus. 

Dia menyampaikan, rencananya kontingen Jawa Timur akan mengikuti lima cabang yang diperlombakan yaitu cabang tahfidz 10 juz dan 20 juz, cabang tilawah, cabang tahfiz 30 juz dan tafsir Bahasa Arab. Lainnya, cabang tahfiz golongan satu juz dan lima juz, serta cabang tahfiz golongan hadits 100 dengan sanad dan hapalan hadis tanpa sanad.

"Perlombaan STQ tahun ini terbilang sangat unik karena akan ada pembacaan ayat suci Alquran tepat di garis khatulistiwa," katanya.

Diketahui, perlombaan STQ 2019 ini mengambil tempat di lima titik yaitu Alun-Alun Kapuas, Tugu Khatulistiwa, Masjid Mujahidin, Perpustakaan Untan, serta Aula IAIN Pontianak. 

Sementara itu, Perwakilan Kafilah Jawa Timur, Muhammad Isa mengatakan, kafilah dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 25 orang yang akan mengikuti 12 cabang dalam STQ Nasional. 

Dikatakan, persiapan yang dilakukan oleh kafilah Jawa Timur dinilai telah matang. Pembinaan kafilah juga telah dilakukan secara bertahap. Diungkapkan bahwa semua qari dan qariah memiliki potensi untuk juara.

"Kita dari Jawa Timur menargetkan juara umum," ucapnya.

Kontingen lainya dari Provinsi Papua yang telah tiba di Pontianak telah siap mengikuti lomba.  Perwakilan Kafilah Provinsi Papua, Awli Tianlen berharap kafilahnya bisa mendapatkan kemenangan.

"Target kami pada hifzil (hafalan Alquran) 20 juz untuk putra dan tilawah anak untuk putra," ucapnya. 

Terakhir, Ketua rombongan Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Rasyid mengatakan, kafilah Provinsi Kalimantan Timur merasa cukup siap untuk mengikuti STQ Nasional ke 25. Dirinya menyampaikan untuk jumlah kontingen yang dibawa sebanyak 59 orang. Provinsi Kalimantan Timur mengandalkan tilawah.

"Kami akan terus berusaha menjadi yang terbaik," tutupnya. (din/bah)