Bank Kalbar Dibidik Jaksa

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 490

Bank Kalbar Dibidik Jaksa
PONTIANAK, SP – Kasi Pidana Khusus Kejari Pontianak, Juliantoro mengatakan Kejaksaan Negeri Pontianak masih mendalami dugaan korupsi penyalahgunaan dana bantuan keuangan atau bantuan sosial Dewan Pembina FK Untan. Uang di rekening Dewan Pembina FK Untan itu digunakan orang lain atas nama Indra Saputra.

"Artinya satu rekening tersebut tercatat juga atas nama orang lain pada Bank Kalbar," ujarnya.
Penyelidikan dimulai pertengahan Juni lalu dengan memanggil dan berkoordinasi bersama pengurus Dewan Pembina FK Untan. Untuk sementara, mereka adalah korban.

“Karena rekeningnya di Bank Kalbar bisa tercatat sebagai milik orang lain atas nama Indra Saputra yang notabene sesuai ketentuan rekening penampung Bansos atau bantuan keuangan tadi tidak boleh atas nama pribadi," ungkapnya. 

Kejari terkendala adanya rahasia bank. Namun kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Kantor Perwakilan Pontianak telah dijalin.
Kasus ini terungkap ketika Kejari Pontianak akan mengembalikan uang barang bukti sebesar Rp1,2 miliar ke rekening Dewan Pembina FK Untan. Pengembalian uang tersebut sesuai dengan amar putusan Mahkamah Agung dalam perkara terpidana mantan anggota DPR RI, Zulfadhli. 

Ketika akan ditransfer, ternyata rekening itu tercatat juga atas nama Indra Saputra. 
"Saat ini saudara Indra Saputra sedang kita telusuri keberadaannya. Oleh karena rekening tersebut tercatat atas nama orang lain, maka kita tunda untuk pengembaliannya," ungkapnya. 

Dalam penyidikan awal, Kejari sudah memanggil mantan Kepala Cabang Utama Bank Kalbar. Pasalnya saat masih menjabat, terjadi penggantian buku tabungan milik Dewan Pembina FK Untan tersebut. 

"Ada satu rekening atas nama Dewan Pembina FK Untan yang juga dimiliki oleh seseorang tadi, tentu mengarahkan penyelidikan kami juga pada oknum Bank Kalbar Cabang Utama Pontianak. Karena pergantian nama pemilik rekening ini tidak bisa serta-merta terjadi tanpa bantuan oknum tersebut. Kami harapkan Bank Kalbar bisa bekerjasama dengan kami dalam mengungkap kasus ini," tutupnya.

Bank Kalbar memastikan akan memberikan sanksi tegas bila pegawainya terlibat dalam kasus korupsi dana bantuan sosial Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tanjungpura dengan tersangka mantan anggota DPR RI, Zulfadli. Mereka telah memberikan penjelasan perkara itu ke penyidik Polda Kalbar dan mendukung pengungkapannya.

“Kami perlu memberikan penjelasan atas adanya perbedaan nama pemilik akun rekening tersebut, kami telah melakukan penyelidikan internal serta kami telah melaporkan kasus tersebut kepada Polda Kalbar dengan Surat No. PTK/KCU-SDM/ 205A /2019 tanggal 28 Juni 2019 perihal penyampaian laporan kejadian fraud,” demikian keterangan Bank Kalbar dari rilis yang diterima Suara Pemred, Minggu (7/7).

Hingga saat ini perkara tersebut masih diselidiki Polda Kalbar. Bank Kalbar menyebut nasabah atas nama Dewan Pembina FK Untan tidak akan dirugikan. Pihak bank juga bertanggung jawab terhadap dana yang disimpan.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses  hukum kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polda Kalbar. Dan jika ada informasi yang dibutuhkan dari pihak yang berkepentingan kami persilakan menghubungi pihak Polda Kalbar,” tulisnya. (sms/bls)