Krisantus: Cornelis dan Lasarus Jangan Seperti Tom and Jerry

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 2020

Krisantus: Cornelis dan Lasarus Jangan Seperti Tom and Jerry
Ketua DPC PDIP Sanggau, Krisantus.
PONTIANAK, SP – Jelang pergantian pucuk pimpinan Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat (Kalbar), bulan ini, meningkatkan suhu politik di internal partai. Dua nama yang digadang-gadang calon kuat, Cornelis dan Lasarus menduduki kursi Ketua DPD PDIP Kalbar periode mendatang, dinilai sama-sama memiliki potensi. Memanasnya suhu politik internal partai berlambang banteng moncong putih di Kalbar ini, diharapkan tidak membuat perpecahan partai.

Ketua DPC PDIP Sanggau, Krisantus menyarankan kedua tokoh partai PDIP Karlbar itu untuk bertemu, duduk semeja menjelang pergantian kepemimpinan Ketua DPD PDIP Kalbar, 13 Juli 2019 nanti. Krisantus menganalogikan kedua tokoh partai PDIP Kalbar itu, bak tokoh dalam kartun Tom and Jerry.

“Akhir-akhir ini, keduanya seperti Tom and Jerry. Seharusnya kita berdewasa dalam berpolitik. Sebagai orang yang potensial memimpin (PDIP) Kalbar seharusnya bertemu, kita dalam satu partai, dalam satu rumah,” kata Krisantus kepada Suara Pemred, Selasa (9/7).

Dia tak memungkiri bahwa menjelang pergantian Ketua DPD PDIP Kalbar terjadi kubu-kubuan. Padahal, yang terjadi adalah dinamika partai. Namun memang, isu ini mencuat hingga ke permukaan.

“Harapan saya Pak Cornelis dan Pak Lasarus bisa bertemu agar kita tidak ditonton orang. Partai lain akan senang melihat partai kita ada gontok-gontokan, ada kubu-kubuan. Kita sebagai politisi yang profesional bertarunglah secara fair. DPC sudah mengusulkan nama, DPP tinggal menilai,” sebutnya.

Sosok Cornelis dan Lasarus, kata Krisantus, merupakan tokoh berprestasi. Lasarus akan tiga periode jadi anggota DPR RI. Sementara Cornelis, dua periode jadi Bupati Landak dan dua periode Gubernur Kalbar.

“Saya pikir, PDIP Kalbar tidak akan sebesar sekarang ini tanpa kerja Pak Cornelis. Saya bicara seperti ini bukan berarti saya kubu Pak Cornelis ya, tapi saya objektif, tidak subjektif menilai,” katanya.

Dia yakin DPP PDIP akan menilai prestasi-prestasi tersebut. Dari kapasitas sebagai pejabat publik, dan perolehan suara.

“Kedua orang ini sangat potensial,” ujarnya.

Krisantus menegaskan tidak berada dalam posisi mendukung kedua calon. Hal ini disampaikan Krisantus sekaligus mengklarifikasi isu yang menyebutkannya akan masuk dalam kepengurusan DPD PDIP Kalbar dari salah satu calon kuat itu. Dia menyarankan dilakukannya rekonsiliasi.

 “Tidak ada lagi kubu A, B dan C. Saya mau PDIP tidak terpecah. Lakukanlah rekonsiliasi. Pak Lasarus sebagai yang lebih muda ketemulah dengan Pak Cornelis, ‘Pak saya mau maju’ tidak apa, sampaikan saja seperti itu, bersainglah secara fair,” katanya. (jee/bls)