Pemda Tunggu Realisasi Tol Pontianak-Singkawang

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 909

Pemda Tunggu Realisasi Tol Pontianak-Singkawang
Peta Kalimantan Barat
PONTIANAK, SP – Rencana pembangunan jalan Tol Pontianak-Singkawang di Provinsi Kalimantan Barat hingga kini masih dalam proses tahapan menuju realisasi pembangunan. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto, Mei 2019, mengatakan, dari hasil studi kelayakan, jalan Tol Pontianak-Singkawang memenuhi syarat untuk dibangun. 

Apalagi, beberapa infrastruktur penunjangnya dalam tahap pengembangan.

“Rencana pengembangan kajiannya sudah ada, sudah kita lakukan dan cukup feasible (layak),” ujarnya.

Hal ini juga dipertegas Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. Dalam kegiatan Halalbihalal Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB), Sutarmidji menjelaskan pembangunan jalan tol tengah dipersiapkan Detail Engineering Design (DED) dan sudah ada investor yang siap membangun.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XX Pontianak, Junaedi yang sebelumnya menjanjikan waktu untuk wawancara dengan Suara Pemred, Senin (15/7), gagal dilakukan karena Junaedi dikabarkan berada di luar kota.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan kewenangan jalan tol ada di Pemerintah Provinsi Kalbar. Singkawang merupakan salah satu kota yang dilewati (exit tol). 

“Kita hanya ikut mendukung, namun untuk lebih tahu perkembangannya secara detail langsung saja bertanya kepada Bapak Gubernur Kalbar,” kata Tjhai Chui Mie.

Andai saja pembangunan jalan Tol Pontianak-Singkawang bisa terealisasi, tentu dampaknya sangat baik untuk Singkawang. 

“Apalagi kita sebagai exit tol, sehingga orang yang mau ke Singkawang atau Pontianak bisa lebih cepat,” ujarnya.

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi menyebutkan, Pemkab Mempawah siap mendukung realisasi pembangunan jalan Tol Pontianak-Singkawang, melintasi wilayah Mempawah.

“Kita siap mendukung,” kata Muhammad.

Pemkab Mempawah siap mendorong percepatan pembangunan jalan tol, jika hal itu untuk kenyamanan masyarakat dalam transportasi dan peningkatan akses ekonomi masyarakat.

“Jika untuk kepentingan masyarakat. Kita siap mendorong dan mendukungnya,” tegasnya. 

Hanya saja, ungkap Muhammad, hingga kini belum pertemuan khusus mengenai rencana pembangunan jalan Tol Pontianak-Singkawang.

“Sehingga dukungan yang akan diberikan tergantung dari hasil pertemuan. Kita lihat ke depan, apa yang perlu diberikan dukungan karena kita belum ada pembahasan khusus,” kata dia. 

Sementara itu, anggota DPRD Bengkayang mengapresiasi rencana pembangunan jalan tol tersebut. Dia pun mengingatkan, keberadaan jalan tol memberi manfaatkan kepada masyarakat.

“Pembangunan jalan tol harus memberikan semangat memberdayakan masyarakat setempat. Saya juga menyarankan agar pembangunan tol memanfaatkan lahan yang kurang produktif atau bukan lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan ekonomi masyarakat. Sehingga tidak mengganggu kegiatan ekonomi yang sedang berjalan,” ujar Eddy. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Andreas Acui menilai jalan Tol Pontianak-Singkawang akan membawa dampak banyak bagi kemajuan daerah. 

“Bukan hanya Pontianak dan Singkawang, namun juga daerah yang menjadi lintasan tol tersebut,” sebutnya. 

Dalam pembangunan jalan tol, kata dia, pemerintah juga harus memikirkan jalan penghubung yang dapat mengakses wilayah Segedong, Sungai Pinyuh, dan sekitar pantai Samudera dan areal Pasir Panjang. 

Andreas mengungkapkan, akses jalan ke pantai tersebut membutuhkan waktu tempuh yang lama. 

“Dengan adanya tol ini akan memangkas waktu dan memproduktifkan aktivitas masyarakat. Jika bisa, tol ini di lanjutkan ke Sambas untuk tahapan selanjutnya,” kata dia. 

Diyakininya, pembangunan jalan tol, selain memangkas waktu tempuh, juga memberikan efisiensi dalam bidang lainnya, seperti bisnis.  Karena itu, 

pemerintah setempat harus menyiapkan sektor penunjang pariwisata. Misalnya, penginapan dan kuliner khas yang harganya terjangkau serta berkualitas. (sms/rud/din/nar/has)