Sabtu, 14 Desember 2019


Peningkatan Jalan Prioritas Pembangunan Kalbar 2020

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 365
Peningkatan Jalan Prioritas Pembangunan Kalbar 2020

Plafond Anggaran – Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyerahkan laporan pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Serta Priorotas dan Plafond Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2020 ke Ketua DPRD Kalbar, M Kebing usai rapat paripurna di gedung DPRD Kalbar,

PONTIANAK, SP – Gubernur Kalbar, Sutrmidji mengatakan arah pembangunan di Kalbar pada 2020 masih akan fokus pada peningkatan pembangunan infrastruktur. Kucuran anggaran dengan nilai besar siap dilakukan untuk menyukseskan program tersebut.

“Peningkatan jalan mendapat porsi (anggaran) besar. Kalau hari ini di media ada yang menyebutkan jumlahnya Rp320 miliar, saya rasa nanti lebih besar, mungkin bisa tiga kali dari itu,” kata Sutarmidji usai Rapat Paripurna Pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Serta Priorotas dan Plafond Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2020 di gedung DPRD Kalbar, Senin (15/7).

Selain infrasruktur jalan, bidang kesehatan dan pendidikan juga menjadi perhatian serius. Pada bidang pendidikan, Pemprov Kalbar pada 2020 mengalokasikan anggaran Rp180 miliar untuk beasiswa.

“Tahun ini sudah kita anggaran Rp65 miliar, karena tahun ini kan setengah tahun anggaran,” jelasnya.

Arah kebijakan pembangunan di Kalbar pada 2020 nantinya diharapkan dapat mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan yang secara makro. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,3 persen, angka kemiskinan 6,43 persen, angka penangguran 3,63 persen, indkes pembangunan manusis 67,87 persen dan dini rasio 0,32 persen.

Mulai 2020, Pemprov Kalbar juga akan menerapkan pencadangan anggaran untuk pembiayaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kalbar. Cara ini dilakukan agar keuangan daerah tidak terganggu karena biaya Pilkada yang anggarannya mencapai lebih dari Rp250 miliar.

“Supaya keuangan daerah tidak terganggu, pembiayaanya sudah harus dibagi lima, masing-masing setiap tahun ada dana cadangan, jadi ketika akan digunakan APBD tidak terganggu, karena anggarannya sudah ada,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah menegaskan pihaknya akan secepatnya melakukan kajian dan menelaah apa yang diajukan oleh Sutarmidji. 

“Siang ini kami rapat internal badan anggaran untuk menyikapi berbagai data yang disampaikan Pak Gubernur. Kemudian nanti malam sudah akan dilaksanakan rapat kerja tim anggaran daerah untuk mendalami yang disampaikan tadi,” paparnya. 

Titik berat pembahasan yang akan dilakukan dalam rapat menurut Suriyansah terkait target pendapatan daerah yang ingin dicapai pada 2020 sebesar Rp4,42 triliun dan belum termasuk dari DAK. 

“Akan kita dalami apakah tidak turun dari yang lama yang APBD kita sudah Rp5,7 miliar. Lalu PAD akan kami prediksikan ada penambahan sekitar 15 persen. Sedangkan sektor belanja, kami belum mendapat gambaran dan akan kami dalami dalam rapat berikutnya,” tutupnya. (jee)