Minggu, 15 Desember 2019


BPBD Deteksi Dua Titik Api di Kota Pontianak

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 156
BPBD Deteksi Dua Titik Api di Kota Pontianak

PADAMKAN API – Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api yang membakar lahan di kawasan Perdana, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Hingga saat ini, terdeteksi dua lokasi di Kota Pontianak yang terjadi kebakaran lahan. Dua lokasi itu yaitu di Parit Pangeran, Kecamatan Pontianak Utara dan di Perdana Ujung, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Saptiko menyampaikan saat diwawancarai, Senin (22/7).

"Kawasan yang terbakar lahan tidak terpakai. Unsurnya belum diketahui, baru diselediki oleh pihak kepolisian," ungkap Saptiko.

Ia menjelaskan luas lahan yang terbakar sekitar dua hektare. Daerah yang terbakar ini pun berbeda dengan tahun lalu. Kendati begitu, ia mengaku tidak kesulitan dalam memadamkan api. Sebab, sumber air masih mudah didapat melalui parit-parit di sekitar lokasi kebakaran.

"Sumber airnya selama ini tidak sulit dari parit sekitar situ masih ada airnya," jelasnya.
Untuk terus mencegah terjadinya Karhutlah, BPBD Kota Pontianak melakukan patroli rutin setiap hari. Sehingga jika ditemukan ada aktivitas membakar lahan, maka akan langsung dipadamkan. 

"Kemudian sosialisasi ke masyarakat di daerah rawan kebakaran lahan. Kemudian siapkan armada pemadaman berkoodinasi dengan instansi terkait seperti TNI, Polri dan damkar swasta," ungkapnya.

Selain patroli dan sosialisasi, masyarakat juga bisa mengakses informasi melalui aplikasi Sistem Informasi dan Peringatan Dini (SIPD) Bencana Pontianak. Apliaksi itu bisa didownload di playstore. 

Di aplikasi itu juga tertera Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 55 tahun 2018 tentang Larangan Pembakaran Lahan yang bertujuan menjerat para pelaku pembakar lahan di wilayah Kota Pontianak. 

Masyarakat juga bisa sekaligus memberikan laporan melalui aplikasi jika melihat ada aktivitas pembakaran lahan.
"Untuk laporan, ada yang masuk satu. Sosialisasi juga dimasukkan ke dalam aplikasi begitu juga perwa," terangnya.

Untuk menghadapi musim kemarau yang diprakirakan akan terjadi selama dua bulan ini, Saptiko menuturkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak juga sudah membuat sekat kanal pada parit yang berfungsi menahan air agar tidak habis begitu saja.

"Sementara yang sudah dibuat oleh PUPR itu di Parit Jalan Paris II dan Sepakat II. Di daerah Siantan belum dilakukan oleh (dinas) PU. Nanti kita lihat kondisinya. Yang dibendung parit yang besar," pungkasnya. 

Diketahui, aplikasi berbasis android SIPD bencana Pontianak itu diluncurkan pada akhir Juni lalu. 
Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan aplikasi tersebut nantinya akan memberikan kemudahan kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk deteksi dini bencana di Kota Pontianak.

"Aplikasi tersebut bisa didownload di Playstore. Jika aplikasi tersebut diaktifkan di HP dan terjadi bencana, secara otomatis aplikasi tersebut akan berbunyi," ujarnya.

Ia menjelaskan aplikasi tersebut sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan tercepat, jika terjadi bencana.

"Aplikasi ini sebagai early warning system kepada masyarakat jika terjadi bencana melalui smartphone yang setiap hari kita pegang," ujarnya.

Aplikasi ini juga memberikan informasi dengan cepat bagi petugas untuk datang lebih cepat di lokasi kejadian. Di dalam sistem aplikasi tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengirim laporan jika disekitar terjadi bencana.

"Misalnya terjadi angin puting beliung, kebakaran, banjir dan lain sebagainya bisa segera melaporkan dan ditanggulangi dengan cepat," ujarnya. (dino/bah)