Rabu, 16 Oktober 2019


Siswa Pontianak Diliburkan, SMP Masuk Jam 9

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 1617
Siswa Pontianak Diliburkan, SMP Masuk Jam 9

Seorang ibu tengah memakaikan anaknya masker.

PONTIANAK, SP - Akibat kondisi udara yang terus memburuk dalam tiga hari terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak meliburkan siswa TK, PAUD dan SD mulai 13-14 Agustus 2019. Kegiatan belajar mengajar kembali dimulai tanggal 15 Agustus 2019. Sementara siswa SMP masuk mulai pukul 09.00 WIB.

"Ya instruksi Wali Kota mulai besok libur, Kamis masuk kembali dari PAUD, TK, SD sedangkan SMP belajar seperti biasa Cuma, masuknya jam 9 pagi," jelas Plt Kepala Disdikbud Pontianak, Syahdan Laziz, Senin (12/8).

Syahdan mengatakan jam pulang sekolah bagi siswa SMP tetap seperti hari biasa. Dia juga meminta sekolah tidak melakukan kegiatan di luar kelas. Seluruh kegiatan belajar mengajar harus di dalam kelas dan jam pelajaran olahraga, lebih baik diisi dengan teori dalam kelas.

“Siswa juga dianjurkan pakai masker,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Suprianus Herman mengatakan pihaknya mengeluarkan surat imbauan untuk sekolah SMA/SMK agar mengurangi aktivitas pembelajaran di luar ruangan.

Surat bernomor 420/863/DIKBUD-D perihal imbauan pengurangan aktivitas di luar kelas itu ditujukan kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK se Kalbar. Kebijakan ini diambil lantaran kondisi udara di beberapa wilayah Kalbar kurang baik akibat kebakaran lahan.

Surat imbauan itu berisi tiga poin. Pertama, seluruh satuan pendidikan SMA/SMK di wilayah mengalami kabut asap dikarenakan kebakaran lahan agar mengurangi aktivitas siswa di luar kelas.

Kedua, aktivitas olahraga serta kegiatan lainnya yang biasanya dilakukan di luar ruangan dapat dipusatkan di dalam ruangan atau aula.

Ketiga, imbauan ini berlaku sampai cuasa di wilayah satuan pendidikan kembali kondusif. Ketika ditanya soal libur sekolah, saat ini pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dengan instansi teknis.

"Kami masih selalu berkoordinasi dengan instansi teknis, jadi sementara imbauan saja supaya tidak melakukan aktivitas di luar ruangan," jelasnya.

Dalam kurun tiga hari terakhir kualitas udara tidak menunjukkan angka membaik. Pada 9 Agustus, indeks kualitas udara di Kota Pontianak sangat tidak sehat di angka 228 dalam parameter O3 (ozon) dan tidak sehat diangka 116 pada parameter PM10.

Bahkan pada pelaksanaan salat Iduladha 1440 Hijriyah, diselimuti kabut asap. Berdasarkan hasil pantauan alat pemantau kualitas udara yang ada di Pontianak Tenggara, hari Minggu (11/8) pukul 07.00 WIB, nilainya berada di angka 240 dan masuk kategori tidak sehat.

Berdasarkan rilis dari BMKG Maritim Pontianak kualitas udara yang dianalisis berdasarkan pantauan alat kualitas udara Particulate Matter (PM10) di Stasiun Klimatologi Mempawah tanggal 11 Agustus 2019 pada pukul 00.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, secara umum berada dalam kategori sedang. Namun konsentrasi PM10 tertinggi sebesar 257.14 µg/m3 terjadi pada pukul 07.00 WIB, masuk dalam kategori sangat tidak sehat. (din/iat/bls)