61 Rumah dan 11 Ruko Porak-Poranda

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 554

61 Rumah dan 11 Ruko Porak-Poranda
PORAK-PORANDA – Sejumlah rumah dan ruko di Perumahan Arafah Residence di Jalan Ampera, Desa Ampera Jaya, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, porak-poranda diterjang aing puting beliung, Selasa (13/8).
Angin puting beliung yang datang bersamaan dengan hujan deras memporak-porandakan 61 rumah dan 11 ruko di Perumahan Arafah Residence di Jalan Ampera, Desa Ampera Jaya, Dusun Ampera, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (13/8).

Setidaknya terdapat tiga komplek perumahan yang terdampak bencana alam itu yakni Perumahan Permata, Perumahan Borneo dan Perumahan Arafah.

Salah seorang pekerja Perumahan Arafah, Nasir yang menyaksikan langsung kejadian itu mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, hujan turun dengan intensitas sedang, lama-kelamaan disertai angin kencang.

“Anginnya kuat. Berjalan angin itu, menghantam rumah-rumah di komplek ini. Ada sekitar 20 menit angin itu,” ujar Nasir.

Berdasarkan pantauan Suara Pemred di Perumahan Arafah, puluhan atap rumah luluh-lantak berantakan. Tak hanya itu, beton-beton perumahan yang masih dalam proses pembangunan juga tumbang akibat terjangan angin. 

Tiang listrik yang berada di perumahan itupun terlihat bengkok, serta semen beton penyangga gardu listrik juga retak.
Warga lain, Ryan yang sempat mengabadikan kejadian tersebut di handphonenya mengatakan saat itu dirinya tengah berada di salah satu warung kopi yang tak jauh dari lokasi kejadian. 

Dalam penampakan kejadian itu, atap-atap rumah warga beterbangan. Angin bercampur dengan hujan yang begitu deras. 

“Pas saya lihat, seng-seng atap rumah orang beterbangan kena angin. Pokoknya angin itu bercampur dengan hujan,” ungkapnya.

Salah seorang penghuni Perumahan Arafah, Satinem mengatakan, bagian rumahnya yang paling parah mengalami kerusakan adalah bagian dapur. Atap dapur rumahnya lepas serta beberapa bagian dinding di dapur tersebut retak.

Diceritakan, saat kejadian itu Satinem bersama tiga anaknya berada di dalam rumah. Namun, dari arah luar terdengar suara teriakan orang meminta seluruh warga di perumahan tersebut yang masih di dalam rumah untuk keluar. Mendengar hal tersebut, dirinya sontak saja mengecek.

“Saya lihat di luar orang sudah berlarian. Memang saya ada dengar suara gemuruh. Saya piker hanya hujan jak, rupanya angin sudah menghantam rumah orang,” ujarnya.

Melihat hal itu, dirinya langsung mengajak ketiga anaknya berlari ke arah depan perumahan untuk menyelamatkan diri. Namun, ada seorang petugas meminta warga untuk masuk ke dalam ruko yang dijadikan sebagai kantor pemasaran perumahan tersebut.

“Pas orang-orang mau masuk ke dalam, disuruh keluar lagi karena khawatir rubuh,” ungkapnya.

Sementara Kasi Kesra Kecamatan Sungai Ambawang, Kastini mengatakan terdapat dua rumah yang hancur di Perumahan Borneo dan Perumahan Permata. Kata dia, rumah ini tak hanya atap, namun dinding rumah yang terbuat dari beton pun ikut tumbang terkena hantaman angin.

“Rumah yang ada di komplek itu pokoknya habis sekali, rubuh,” ungkapnya.

Sementara itu, rumah-rumah yang mengalami kerusakan yang tidak begitu parah, langsung diperbaiki oleh pemilik rumah.

Dia mengungkapkan total rumah yang rusak pada tiga perumahan itu mencapai 100 lebih rumah, dengan rincian 10 ruko dan sekitar 90an perumahan yang telah dihuni dan yang masih dalam proses pembangunan.

Untuk sementara ini dirinya belum bisa memastikan apakah pihak kecamatan akan menyiapkan tempat pengungsian sementara untuk warga yang terdampak kejadian ini.

“Kita lihat nanti, jika memang dibutuhkan akan kita sediakan tempat untuk pengungsian,” tuturnya. 

Sementara Kepala Polsek Sui Ambawang, AKP Joko Sutriyatno mengatakan, sebanyak 60 rumah dan 11 ruko di Perumahan Arafah Residence Jalan Ampera Raya Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya rusak berat akibat angin kencang yang terjadi di daerah itu.

"Untuk saat ini jumlah yang sudah didata ada 60 rumah dan 11 ruko yang rusak berat. Kemungkinan masih bertambah karena kita masih melakukan pendataan," kata Joko di konfirmasi, Selasa (13/8) malam.

Dia menjelaskan, angin kencang tersebut datang bersamaan dengan hujan sekitar pukul 15.30 dan memporak-porandakan kawasan perumahan tersebut dan sekitarnya.

"Kita sudah meminta keterangan dari beberapa saksi dan memang banyak rumah yang rusak berat atas peristiwa ini," tuturnya.

Dia menyatakan, berdasarkan keterangan salah satu saksi mata, Rasuli, sekira pukul 15.30 Wib telah terjadi hujan yang di sertai angin, dan dia melihat angin yang berputar yang membawa sampah terbang di udara dari arah Selatan menuju ke perumahan Arafah.

"Saat itu, saudara Rasuli lari dari belakang perumahan dan berteriak kepada penghuni rumah yang tinggal di perumahan Arafah agar keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri dikarenakan ada angin puting beliung," katanya.

Atas kejadian itu, sekitar 60 unit rumah, di mana 11 unit di antaranya sudah ditempati dan 49 unit masih kosong, serta 11 kios yang belum ditempati, rusak berat. Bahkan ruko yang ada di depan perumahan ini ambruk rata dengan tanah.

"Untuk kerugian materil belum dapat ditaksir, namun dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa," katanya. (suria mamansyah/ant/bah)