Midji Bocorkan Kiat Jadi Pemimpin Berhasil

Ponticity

Editor elgiants Dibaca : 121

Midji Bocorkan Kiat Jadi Pemimpin Berhasil
JADI PEMATERI – Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat menjadi pemateri dengan tema Leadership pada Kegiatan Eureka BEM Fakultas Kedokteran Untan di Aula di Fakultas Kedokteran Untan pada Selasa (13/8). Ist
PONTIANAK, SP - Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan menjadi pemimpin yang berhasil itu harus memiliki kedisiplinan di segala aspek. 

Peminpin harus memiliki kejujuran, percaya diri, integritas, wawasan yang luas dan harus banyak tahu. 

"Tidak harus banyak paham semuanya, minimal harus tahu. Segala sesuatu kita bisa untuk menjaga tampilan kita dan untuk menjaga kepercayaan diri kita. Itu yang harus diperhatikan anak muda," kata  Sutarmidji saat menjadi pemateri dengan tema Leadership pada kegiatan Eureka BEM Fakultas Kedokteran Untan di Aula di Fakultas Kedokteran Untan pada Selasa (13/8).

Setelah itu harus melihat peluang dan menangkap peluang itu dari segala aspek ekonomi, sosial dan aspek-aspek lainnya dan merebutnya menjadi nilai tambah. 

"Inovatif dalam artian bisa mencari solusi untuk satu hal dengan efektif dan efesien dengan output yang besar dan luas. Kemudian harus mengikuti perkembangan teknologi informasi," ingat Midji, sapaan akrabnya.

Mantan Wali Kota Pontianak itu mengatakan, ketika menjadi pemimpin harus transparan dalam segala hal, kecuali hal-hal yang sifatnya privasi dan rahasia negara. 

"Itu yang harus kita perhatikan kalau mau sukses jadi pemimpin," ingatnya.

Dikatakan saat ini Pemprov Kalbar sedang memprogramkan indeks desa membangun, salah satunya harus ada dokter di desa. Ke depan di Desa Mandiri harus disiapkan dokter kunjungan ke desa.

"Dokter kunjungan itu mungkin dari anak-anak Fakultas Kedokteran sebelum mereka mengambil spesialis dan sebagainya," pintanya. 

Untuk menyelaraskan program pusat dan daerah di bidang kesehatan, kepala daerah harus melakukan perhatian serius terhadap bidang kesehatan karena semua berkepentingan.

Sutarmidji mengatakan bahwa kesehatan merupakan salah satu unsur membangun SDM, selain bidang pendidikan. 
“Antara program bidang kesehatan dan pendidikan harus menyatu dan selaras,” katanya. (din/bah)