Sabtu, 21 September 2019


Relokasi Pedagang Durian ke Jalan Juanda Ditolak

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1598
Relokasi Pedagang Durian ke Jalan Juanda Ditolak

Suasana rapat bersama antara pengusaha di sekitar jalan Ir.H.Juanda dan kepala Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak pada Rabu (14/8).

PONTIANAK, SP – Rencana Pemkot Pontianak merelokasi pedagang durian dadakan dari Pasar Mawar ke kawasan Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak ditolak warga yang menempati ruko di Jalan Ir H Juanda. 

Warga menganggap kehadiran pedagang durian dadakan itu akan menggangu aktivitas pemilik toko di sekitar Jalan Ir H Juanda.

Penolakan itu terungkap saat rapat rencana relokasi pedagang durian dadakan antara warga dengan jajaran Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Pontianak di kantor dinas tersebut pada Rabu (14/8). Setidaknya 14 warga yang tinggal di Jalan Ir H Juanda keberatan dengan relokasi pedagang durian dadakan itu. 

"Masih banyak lahan lainnya di Kota Pontianak tanpa mengorbankan yang sudah berjalan," ucap Evi Melianti, salah satu warga yang menghadiri rapat. 

Dirinya menginginkan ada satu keputusan yang bijaksana dari Pemerintah Kota Pontianak. 

“Jangan hanya yang diperhatikan satu sisi, tapi sisi lainnya dirugikan. Di sini (Jalan Juanda) banyak toko dengan aktivitas tinggi. Rata-rata toko juga tutup pada pukul 18.00 malam,” ungkap Evi. 

Dengan aktivitas pedagang durian yang memulai dagangan pada pukul 12.00 WIB, maka otomatis akan mengganggu pemilik rumah toko. Adanya pedagang durian di Jalan Ir H Juanda dikhawatirkan akan menurunkan omzet bagi toko di lokasi tersebut.

"Jangan menghidupkan satu usaha, tapi mematikan usaha lainnya," kata Evi.

Evi menilai, rencana relokasi pedagang durian hanya kebijakan untuk memindahkan kemacetan yang selama ini terjadi di sekitar Pasar Mawar. Menurutnya, masih banyak lokasi lainnya di Kota Pontianak seperti Jalan Barito bisa menjadi alternatif bagi rencana relokasi tersebut.

Sebagai masyarakat, Evi tentu akan mendukung segala upaya penataan Kota Pontianak.  Namun, jika penataan tidak berpihak pada masyarakat, dirinya keberatan dengan hal tersebut. Ia menginginkan ada solusi untuk kepentingan bersama, bukan hanya satu pihak.

"Kami berharap pemerintah sebagai pengayom bisa mengambil kebijakan bijaksana," pungkas Evi. 
 
Warga lainnya, Beti mengatakan, selain sebagai tempat usaha, ruko miliknya juga sebagai tempat tinggal. Dengan aktivitas yang padat, keberadaan pedagang durian dadakan akan mengganggu hilir mudik masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut. Dirinya sangat keberatan jika pedagang durian direlokasi ke Jalan Ir H Juanda.

"Menurut saya jika pedagang dipindahkan ke Jalan Juanda, akan mengganggu kehidupan pribadi," ucap Beti. 

Warga lainnya, Asih juga mengatakan hal yang sama. Ia menganggap keberadaan pedagang buah durian nantinya akan semakin mempersulit mobilitas perdagangan di lokasi tersebut. Dengan adanya pedagang durian, otomatis depan pertokoan akan tertutup dan menyulitkan proses bongkar muat.

"Kalau ada pedagang buah durian akan semakin sulit proses bongkar muat barang," kata Beti. 

Sebagaian besar masyarakat tidak menginginkan Jalan Ir H Juanda menjadi relokasi pedagang durian dadakan dari Pasar Mawar. Sebab, adanya pedagang durian akan mempersulit aktivitas perdagangan dan kegiatan masyarakat di sekitar lokasi Jalan Ir H Juanda. (din/bah)

Cari Lokasi Lain 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengatakan pihaknya tidak akan memaksakan memindahkan pedagang durian dadakan ke Jalan Ir H Juanda. 

Dengan penolakan dari pemilik ruko di jalan itu, pihaknya akan mengalihkan pemindahan pedagang buah durian ke lokasi alternatif lainnya. Dia akan mencari alternatif lain untuk memindahkan pedagang durian dari Pasar Mawar. Titik yang menjadi alternatif pemindahan di antaranya Jalan Kapten Marsan dan Jalan Barito

"Mereka (pengusaha) keberatan karena sebagian besar banyak yang tinggal di ruko tersebut. Kita tidak akan memaksakan," ucap Haryadi. 

Haryadi mengatakan, sebelum mengeluarkan wacana pemindahan, pihaknya telah melakukan survei di lapangan dan sudah melihat kondisi Jalan Ir H Juanda. 

Berdasarkan hasil rapat dengan pengusaha di Jalan Ir H Juanda, diketahui bahwa rata-rata ruko tutup pada 17.30 WIB. Artinya, pada pukul 18.00 WIB pedagang durian baru bisa beroperasi.

"Kita dapat masukan dari pemilik ruko, ternyata ada aktivitas malam. Daripada kita memindahkan pedagang buah, namun tidak membuat nyaman pemilik ruko, kebijakan tersebut tidak akan kita paksakan," kata Haryadi.

Haryadi mengatakan, sebelumnya pemilihan Jalan Ir H Juanda sebagai lokasi pedagang durian dadakan karena akses keluar masuk mobil jika sore tidak terlalu ramai. Kepadatan lalu lintas juga tidak terlalu padat. 

Akses Jalan Ir H Juanda juga terbuka dan tidak ada perubahan yang mendasar seperti lokasi sebelumnya. Ia menyampaikan bahwa penataan kawasan Jalan Ir H Juanda akan menjadi kawasan perdagangan yang tertib aturan. Namun, dengan penolakan warga yang tinggal di kawasan Jalan Ir H Juanda, pihaknya akan mencari lokasi alternative buat pedagang durian dadakan. (din/bah)