Kamis, 19 September 2019


Merdeka Negeriku, Merdeka Paritku

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 159
Merdeka Negeriku, Merdeka Paritku

UPACARA BENDERA - Pelaksanaan Upacara Bendera Merah Mutih di atas Parit Nanas, Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tahun, Sabtu (17/8). Ist

PONTIANAK, SP - Sejak pukul 06.00 WIB, satu persatu warga berdatangan ke bantaran Sungai Parit Nanas, Sabtu (17/8). Lokasi yang berada di  Gang Bentasan 1, Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, itu menjadi titik pengibaran bendera upacara 17 Agustus 2019 di atas Parit Nanas.

Upacara 17 Agustus 2019 itu diikuti murid SD, SMP, SMK, warga setempat, Kelurahan Siantan Hulu, dan Kecamatan Pontianak Utara.  Semarak HUT Kemerdekaan RI 74 tahun ini mengusung tema Merdeka Negeriku, Merdeka Paretku.

Ketua Kreasi Sungai Putat, Syamhudi mengatakan  upacara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Paret (parit) Nanas yang kali ini menginjak tahun ketiganya. 

Selain bertujuan meningkatkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat, upacara ini juga bermaksud mengingatkan betapa pentingnya paret, bukan hanya sekadar sebagai tempat aliran air, tetapi juga memiliki nilai-nilai lebih lainnya. 

“Pengibaran bendera merah putih di atas Paret Nanas menjadi bagian terpenting untuk mengajak segenap masyarakat untuk peduli terhadap paret dan habitatnya,” kata Syamhudi.

Upacara ini juga untuk mendorong Pemerintah Kota Pontianak untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyikapi lahan gambut dan paret. 

"Kita selalu berupaya fokus dalam mengawal parit dengan tagar #masihsoalparet. Alasannya sederhana, yang paling mungkin dipulihkan oleh Pemerintah Kota Pontianak hanya paret (parit) dan gambut, bukan Sungai Kapuas," ucapnya.

Sementara itu, Camat Pontianak Utara, Aulia Candra mengatakan upacara di Parit  Nanas ini agak sedikit bermasalah karena terbentur musim kemarau beberapa waktu lalu, sehingga ketersediaan air kurang. 

Pihaknya pun jauh-jauh hari sudah mengantisipasinya dengan melakukan penyemprotan lumpur. Tujuannya untuk memperdalam aliran sungai di muara itu.

“Festival Paret Nanas Tahun 2019 ini didukung besar oleh masyarakat.  Untuk pelaksanaan pembersihan penyemprotan lokasi juga demikian. Tanpa dukungan masyarakat, tidak dapat berjalan dengan baik,” kata Aulia yang juga inspektur upacara  itu. 

Sementara Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin mengatakan bahwa antusiasme masyarakat  dari tahun ke tahun semakin ramai. 

“Tahun ini teman-teman dari kepolisian juga ikut hadir dalam upacara.  Kapolsek Pontianak Utara menurunkan satu kompi. Kita juga mengundang tokoh masyarakat dari RT, RW, Posyandu, PKK. Mereka juga hadir,” kata Tirta.

Dikatakan bahwa tahun ini Festival Paret Nanas ketiga makin spesial karena dirangkai dengan aneka lomba seperti lomba fotografi, lomba Vlog dan lomba mural.

“Teman-teman yang mungkin dari luar Pontianak Utara atau Siantan Hulu, bisa tahu ternyata ada potensi wisata. Harapannya dapat mempromosikan potensi Paret Nanas, Siantan Hulu ke orang lain,” ujar Tirta. 

Sementara Ketua Gerakan Senyum Kapuas, Abdurrahman Randy yang juga panitia penyelenggara kegiatan itu mengatakan bahwa upacara di parit untuk memunculkan kesadaran masyarakat akan pentingnya parit. Sebab masyarakat Kota Pontianak berawal dari tepian sungai.

“Dan mengembalikan kebiasan masyarakat Kota Pontianak ini sebagai warga tepian sungai.  Dulu, kita di tepi sungai. Sekarang mulai tergerus untuk lebih banyak ke daratan. Paret (parit) itu adalah sumber kehidupan manusia,” pungkas Abdurrahman. (din/bah)