Kamis, 19 September 2019


DPO Alkes Untan Ditangkap

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 371
DPO Alkes Untan Ditangkap

Grafis

PONTIANAK, SP – HM Amin Andika, terpidana korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak ditangkap Tim Satgas Kejari Pontianak dan Tim Satgas Kejari Tangerang di Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (22/8).

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Pontianak, Juliantoro menyatakan pihaknya menangkap terpidana Amin Andika yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Kamis (22/8) pagi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Terpidana HM Amin Andika ditangkap di rumah tinggalnya di Jalan Raya Taman Golf Blok CG V, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang,” kata Juliantoro.

Terpidana Amin Andika telah divonis penjara selama delapan tahun dan denda Rp500 juta, subsidair enam bulan kurungan serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp6,8 miliar subsidair enam tahun penjara.

Terpidana diketahui dalam kondisi pemulihan kesehatan setelah menderita stroke. 

Kerja sama penangkapan terpidana Amin Andika yang menjadi DPO tersebut dilakukan sebagai bentuk giat koordinasi dan supervisi yang dilakukan secara sinergi. 
"Terpidana akan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak setelah tiba dari Jakarta," ujar Juliantoro.

Amin Andika, kata Juliantoro, merupakan terdakwa dalam perkara tipikor pengadaan peralatan kesehatan RS Pendidikan Untan tahun anggaran 2013. Amin Andika juga berperkara kasus korupsi dana alkes RSUD Sambas yang ditangani Kejari Sambas. 
"Rencananya malam (kemarin,red) ini dia (terpidana) akan kita bawa dan terbangkan ke Pontianak," tegasnya.
Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sambas, Heri membenarkan bahwa Amin Andika merupakan DPO Kejaksaan Negeri Sambas atas kasus korupsi dana Alkes RSUD Sambas tahun 2011.

"Iya, yang bersangkutan memang termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk kasus Alkes RSUD Sambas tahun 2011,"ungkapnya.

Perkara tersebut, kata Heri, telah diputus oleh hakim pengadila negeri.

"Ini perkara sudah diputus oleh hakim, tinggal menjalankan putusan tersebut. Kalau terkait perkara ini dilimpahkan ke Kejari Sambas, saya belum tahu. Setahu saya malam ini dibawa ke Pontianak," tukasnya. 

Diberitakan Suara Pemred pada 11 April 2016, kala itu Amin Andika yang Direktur Utama PT Kasa Mulia Utama ini harus menggunakan kursi roda saat diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar, Senin (11/4). 

Saat menjalani pemeriksaan, Amin sebelumnya sempat mangkir atau tak dapat memenuhi panggilan Kejati Kalbar lantaran sakit, dan harus dirawat di RS Mayapada Tangerang. 

Dia datang ke Gedung Kejati menggunakan kursi roda setelah pihak medis menyatakan kondisinya sehat untuk menjalani pemeriksaan. Saat diperiksa, Amin yang mengenakan baju kaos berwarna biru tua dan kain sarung hanya duduk atas kursi roda. 

Dia didampingi istri serta penasihat hukumnya. Pemeriksaan dilakukan di ruang Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Kalbar. 

Kasi Penkum Kejati Kalbar, Supriyadi mengatakan saat itu Amin Andika ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat secara bersama-sama dengan dua tersangka lainnya dalam melakukan mark-up pengadaan Alkes RSP Untan hingga merugikan uang negara mencapai Rp6,9 miliar.

Selain Amin Andika, dua tersangka lain yakni M Nasir, Kasubag Perlengkapan Untan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Ya'irwan Syahrial, selaku Direktur Utama PT Annisa Farma Dewi (AFD). (sms/noi/ant/bah)