Kamis, 19 September 2019


Pameran Foto "Art & Diplomacy" Resmi Dibuka

Editor:

Bob Soeryadi

    |     Pembaca: 199
Pameran Foto

PAMERAN FOTO - Sejumlah warga Kota Pontianak mengunjungi lokasi digelarnya pameran foto bertajuk "Art & Diplomacy", yang digelar di PMK Coworking Space yang terletak di Jalan Karna Sosial Gang Wonoyoso 2 Nomor 3, Pontianak Selatan, Sabtu (24/8). IST

PONTIANAK, SP - Kota Pontianak, Kalbar, menjadi salah satu kota di Indonesia yang menjadi tempat pelaksanaan pameran foto bertajuk "Art & Diplomacy", yang digelar oleh Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Gandarrana.

Pameran ini diselenggarakan untuk menyambut HUT ke-74 RI. Sekaligus mengajak pecinta fotografi di Kalbar umumnya dan Kota Pontianak khususnya serta masyarakat umum, untuk melihat sebuah rangkaian dokumentasi sumber sejarah yang dikemas dalam bentuk pameran fotografi.

"Sekaligus mengajak kita melihat sisi lain dari diplomasi para tokoh bangsa yang sedikit diketahui kebanyakaan orang," kata panitia penyelenggara di Kota Pontianak, Victor Fedalis, Sabtu (24/8).

Secara nasional, pameran tersebut juga berlangsung di Perpustakaan Nasional dan Galeri Foto Jurnalistik Antara. Sedangkan di luar negeri, pameran dipusatkan di Bronbeek, Belanda, dari tanggal 15 Agustus--15 September 2019.

Di Pontianak, pameran digelar di PMK Coworking Space yang terletak di Jalan Karna Sosial Gang Wonoyoso 2 Nomor 3, Pontianak Selatan.

Pameran akan dibuka pada Sabtu (24/8) sore hingga 15 September 2019. Pada pembukaan, akan dihadirkan pula fotografer senior Kota Pontianak, Timbul Mujadi, dan fotografer Kantor Berita Antara, Jessica Helena Wuysang. Keduanya akan mengajak berdiskusi bersama Ahmad Sofian dari sisi pegiat sejarah, dengan dipandu oleh Yeni Mada dari Balai Bahasa.

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Kalbar Teguh Imam Wibowo menambahkan, pameran ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai pengingat kita bahwa kemerdekaan dicapai dengan segala usaha yang mengorbankan jiwa, raga, harta, dan pikiran.

"Serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam merawat dan menjaga ingatan kolektif kita, agar kelak kita tidak menjadi bangsa yang amnesia sejarah," kata dia. (*)