Kamis, 19 September 2019


Ketua DAD Kota Pontianak Periode 2019-2024 Bertekad Wujudkan Visi dan Misi

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 431
Ketua DAD Kota Pontianak Periode 2019-2024 Bertekad Wujudkan Visi dan Misi

Pengucapan sumpah dan janji Pengurus DAD Kota Pontianak Periode 2019-2024, yang dipimmpin oleh Ketua DAD Kalbar, Jalius Sinyor.

PONTIANAK, SP - Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak periode 2019-2024, telah resmi dikukuhkan dan dilantik. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Umum DAD Provinsi Kalbar Ir. Jakius Sinyor, di Rumah Radank Pontianak, Sabtu (24/8/2019).  

Sebagai ketua terpilih adalah Sekundus, S.Sos, MM. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Inspektorat Provinsi Kalbare ini, terpilih sebagai Ketua DAD Kota Pontianak periode 2019-2024, pada Musyawarah Dewan Adat Dayak (Musdat) V Tahun 2019, yang berlangsung pada Sabtu, 9 Maret 2019, di Hotel Grand Kartika Pontianak.
 

Saat itu, Musdat V DAD Kota Pontianak, mengangkat tema “Kita Tingkatkan Peran Lembaga Adat Dayak di Kota Pontianak yang Sinergis dengan Program Pemerintah Kota Pontianak”.  

“Tema tersebut jadi visi dan misi kita dalam mengembangkan organisasi. DAD Kota Pontianak, harus bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan semua elemen masyarakat, dalam rangka pembangunan masyarakat,” tutur Sekundus.  

Saat Musdat V, ada 8 suara yang berasal dari enam Kecamatan DAD Kota Pontianak, dan dua orang utusan dari DAD Provinsi. Mereka memberikan hak suaranya untuk memilih satu dari dua orang kandidat yang mencalonkan diri sebagai ketua DAD Kota Pontianak. Maka hasilnya adalah Sekundus mendapatkan 7 suara, sehingga berhak menjadi Ketua DAD Kota Pontianak.  

Musdat V DAD Kota Pontianak sendiri, dihadiri langsung oleh Ketua DAD Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor, Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, para tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Dayak se-Kota Pontianak.  

Sekundus menerangkan, bahwa terus berkoordinasi dengan para anggota dalam rangka menyusun program kerja. Ada dua hal yang akan menjadi perhatian utama dalam kepengurusannya kali ini yaitu program utama dan menengah, juga untuk program jangka panjang.  

Ia juga menerangkan bahwa akan melakukan sinergi dengan program Wali Kota Pontianak, khususnya dalam penuntasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan. Hal lain yang tak akan luput dari programnya juga adalah mengenai relasi dengan kelompok atau komunitas lainnya di Kota Pontianak.  

“Semua suku harus kita rangkul, keragaman itu sebagaimana kita ketahui bersama adalah hal yang patut kita jaga. Kalau tidak membuka diri kemungkinan agak sulit kita bersama-sama dengan suku yang lain, saya pikir itu yang paling pokok. Yang penting berkomunikasi, koordinasi, dan kalau ada sesuatu kita saling tukar menukar informasi,” terangnya.  

Sebelum terpilih, saat sesi pemaparan visi dan misi, Sekundus juga sempat melontarkan rencananya untuk melakukan pendataan terhadap masyarakat suku Dayak yang ada di Pontianak. Hal itu menurutnya perlu, agar nanti jika ada permasalahan maupun kesalahpahaman yang terjadi, baik antar sesama orang Dayak, maupun dengan suku lainnya lebih gampang untuk diselesaikan secara kekeluargaan.  

“Kita juga akan merancang pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) setiap tahunnya. Agar pelaksanaannya berjalan tertib, damai, serta mendapat manfaat bagi semua pihak,” pungkasnya. (mul)