Sabtu, 21 September 2019


Menteri Desak Edi Bebaskan Lahan Pembangunan Jembatan Gandeng Kapuas 1

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 944
Menteri Desak Edi Bebaskan Lahan Pembangunan Jembatan Gandeng Kapuas 1

PONTIANAK, SP - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meminta Pemkot Pontianak untuk segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan gandeng Landak dan jembatan gandeng Kapuas I Pontianak.

Basuki mengatakan bahwa saat ini proses pembangunan jembatan Landak sudah selesai, namun untuk pembangunan jalannya masih terhambat karena ada lahan yang belum dibebaskan.

“Untuk itu kita minta kepada pak Wali Kota Pontianak untuk segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan ini agar proses pembangunannya bisa segera diselesaikan," jelas Basuki saat melakukan kunjungan kerja mendampingi Presiden Jokowi di Pontianak, Kamis (5/9).

Hal itu juga ditujukannya untuk proses pembebasan lahan di jembatan gandeng Kapuas I yang saat ini juga sedang dalam proses pembebasan lahan. Menurutnya, anggaran pembanguan jembatan gandeng Kapuas I di Pontianak sudah disiapkan pihaknya, tinggal menunggu proses pembebasan lahan yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak.

"Semuanya sudah siap, anggaran sudah ada. Tinggal lahannya saja yang dibebaskan dan diharapkan ini bisa segera diselesaikan agar bisa segera dibangun," tambahnya.

Basuki mengatakan, dari informasi yang didapat, permasalahan pembebasan lahan yang belum selesai karena adanya masalah dari beberapa ahli waris pemilik lahan yang belum sepakat untuk menentukan harga dan kepada siapa uang pembelian itu diberikan.

"Dalam hal ini masyarakat harus bisa membantu pemerintah agar bisa mempercepat proses pembangunan dua jembatan ini. Kalau semua sudah selesai, untuk jembatan gandeng Kapuas I pengerjaannya bisa dimulai tahun 2020," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memastikan proses pembangunan jembatan gandeng Kapuas I akan segera direalisasikan, di mana jembatan ini nantinya akan menjadi salah satu ikon wisata sungai di Pontianak.

"Saya sudah minta untuk pembangunan duplikasi jembatan Kapuas I di desain semenarik mungkin, sehingga setelah jadi bisa menjadi salah satu ikon wisata sungai di Pontianak, mendukung water front Sungai Kapuas yang sudah ada saat ini," jelas Sutarmidji.

Dia mengatakan, perkiraan biaya yang diperlukan untuk jembatan gandeng Kapuas I ini akan menghabiskan anggaran Rp563 miliar dan akan mempercantik water front city yang ada di bawahnya.

"Kita akan membuat turunan jembatan ini seolah-olah menyentuh water front sungai Kapuas sehingga kalau dilihat dari arah kota, jembatan ini seperti gerbang dan akan mempercantik kawasan wisata di Pontianak ini," lanjutnya.

Kemudian, di bagian gerbang Pontianak Timur direncanakan akan dibuat jalan layang untuk menghindari penggusuran makam yang ada di sana.

"Karena kalau sampai kita harus menggusur makam yang ada, jelas ini akan repot, maka harus dibuat jalan layang untuk menghubungkannya dengan jalan Sultan Hamid I," katanya.

Diberitakan beberapa waktu lalu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah XX Pontianak, Junaidi mengatakan proses pengerjaan jalan yang menjadi kewajiban BPJN di jembatan gandeng Landak telah selesai.

Namun, belum dioperasikannya jembatan gandeng Landak II tersebut sampai saat ini hanya persoalan jalan akses yang menjadi wewenang Pemerintah Kota Pontianak.

"Kalau tidak salah jalan akses masih proses tander, jalan akses tersebut akan dibuat dua jalur," ucapnya.

Junaidi mengatakan pihaknya akan membantu membuat jalan masuk sementara menuju jembatan gandeng Landak II agar mobil juga bisa melewati jembatan tersebut. Pembuatan jalan masuk sementara tersebut dibuat agar jembatan gandeng Landak II bisa dilalui mobil tanpa menunggu jalan akses yang belum diselesaikan.

"Jangan terlalu lama tidak dilewati, jembatan ini untuk mengurangi kemacetan," tuturnya.


Sementara Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan sejauh ini perkembangan jalan akses jembatan gandeng Landak sudah selesai pada tahap lelang, tinggal pelaksanaan fisik jalan.

Dirinya menyebutkan kendala terkait pembebasan lahan.
Edi sebenarnya menargetkan pengerjaan jembatan gandeng Landak pada Agustus, namun melihat situasi keterlambatan proses lelang, diprediksi akan molor hingga akhir tahun. Pembebasan lahan juga menurutnya masih belum tuntas di wilayah Pontianak Utara.

"Di wilayah timur juga ada yang masih ngotot untuk penggantian rugi," kata Edi. (ant/din/bah)