Sabtu, 21 September 2019


Daftar HAKI Dongkrak Daya Saing Produk Pengrajin

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 44
Daftar HAKI Dongkrak Daya Saing Produk Pengrajin

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie bersama Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar dan Ketua Dekranasda Kabupaten Sambas melihat produk di Stan Dekranasda Provinsi Kalbar, Rabu (11/9). Ist

Kementerian Pertahanan RI menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2019 di Gedung Serba Guna Jenderal AH Nasution, Jakarta, Selasa, (10/9). Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie hadir pada kegiatan itu bersama Ketua Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. 

Rakernas yang berlangsung satu hari itu dibuka oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Mufidah Jusuf Kalla dan dihadiri mantan Presiden Megawati Soekarno Putri. 

Kemudian pada hari berikutnya, digelar Pameran Karya Nusantara (Kriyanusa) tahun 2019 yang dimulai dari 11 September hingga 15 September 2019 di Balai Kartini Jakarta.

Melalui Rakernas ini, Dekranasda Kota Pontianak mendukung dan bersinergi terhadap program pusat dan daerah. Diharapkan para pengrajin di Kota Pontianak mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Menurut Yanieta Arbiastutie, Rakernas ini menjadi sarana untuk menambah wawasan bagi Dekranasda Kota Pontianak dalam membina usaha kecil menengah (UKM) pengrajin. 

Dengan begitu, diharapkan produk kerajinan yang dihasilkan lebih berkualitas, berdaya saing di lokal maupun internasional.

"Saya ingin pengrajin di kota Pontianak mempunyai motivasi serta kreativitas yang tinggi untuk terus memperbaiki kualitas produknya agar tidak kalah bersaing dengan daerah lain, sehingga bisa dipasarkan, tidak hanya nasional tapi juga internasional," kata Yanieta.

Tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas produk kerajinan di Kota Pontianak, Dekranasda Kota Pontianak juga mendorong agar pengrajin yang telah memiliki produk kerajinan untuk mendaftarkan merk dagangnya ke lembaga yang menangani Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Dalam waktu dekat akan disosialisasikan guna mengajak para pengrajin untuk mendaftarkan hak atas kekayaan intelektual mereka, karena tadi juga telah disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarno Putri bahwa Dekranasda Kabupaten, Kota maupun provinsi wajib membimbing pengrajin, mengedukasi serta mensosialisasikan kepada pengrajin untuk mendorong pengrajin mendaftarkan produk mereka," katanya. 

Menurut Yanieta, mendaftarkan HAKI sangat penting dilakukan di tengah persaingan bisnis yang begitu ketat. Sebab, akan berpengaruh terhadap daya saing produk. Salah satu masalah yang sering muncul adalah ketika produk saingan muncul dengan karakteristik yang sama.

"Produk hasil dari kekayaan intelektual itu wajib didaftarkan supaya tidak diklaim oleh pihak lain. Contohnya batik pernah diklaim oleh negara lain," ujar Yanieta.

Lanjut Yanieta, saat ini pengrajin tenun juga sangat terbatas di Kota Pontianak, sehingga perlu upaya untuk menciptakan regenerasi agar keberlangsungan tenun sebagai kearifan lokal dan warisan leluhur dapat dipertahankan. 

"Saya berharap muncul kampung tenun-kampung tenun baru, selain yang ada di Kelurahan Batu Layang dan Gang kamboja, sehingga lebih banyak pengrajin kita, terutama pengrajin tenun yang bisa melakukan proses penenunan. Sebab, saat ini tidak banyak lagi pengrajin di Kota Pontianak," katanya.

Salah satu upaya yang akan dilakukannya oleh Dekranasda Kota Pontianak adalah mendorong terciptanya kampung tenun di kecamatan yang ada di Kota Pontianak, sehingga penenun, khususnya tenun corak insang, bisa memasyarakat di Kota Pontianak.

"Kami di Dekranasda terus memotivasi pengrajin, kemudian mensosialisasikan ke masyarakat agar terus melestarikan tenun corak insang Kota Pontianak, sehingga terbentuk kampung tenun yang baru dan membuka peluang ekonomi kreatif yang baru, " ujar Yanieta.

Terpisah, Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Mufidah Jusuf Kalla berharap penyelenggaraan Rakernas 2019 ini menjadi momentum bagi pengembangan kerajinan nasional Indonesia dari berbagai daerah, sebagai bentuk ciri khas dan seni tradisional yang melambangkan kemajemukan NKRI yang bersatu dalam bingkai kebhinekaan.

Dikatakan, Dekranas merupakan lembaga mitra pemerintah, khususnya dalam membina dan mengembangkan produk kerajinan, yang bernilai budaya menjadi produk bernilai ekonomi, yang dapat mengangkat harkat dan martabat perajin Indonesia. 

Hasil perajin saat ini telah menjadi salah satu penyumbang perekonomian dari sektor ekonomi kreatif, fashion dan kuliner.
“Tema yang diusung mengandung makna yaitu bertekad, bekerja keras, ikhlas tanpa pamrih untuk memajukan produk kerajinan guna memenangkan persaingan di pasar global,” ujar Mufidah.

Menurutnya, kerajinan tumbuh sangat bervariasi dari skala mikro kecil sampai skala menengah dengan berbagai kendala yang ada seperti pemasaran, permodalan dan teknik produksi.

"Beberapa produk sudah berhasil menembus pasar ekspor, namun persaingan di pasar global semakin ketat. Untuk itu, diperlukan upaya nyata untuk mendorong pengrajin agar dapat bersaing di pasar global," katanya.

Peran Dekranas dan Dekranasda, menurut Mufidah, sangat diperlukan, terutama dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia perajin serta progam pembinaan yang tepat, sehingga pada gilirannya dapat menghasilkan produk kerajianan yang kreatif, berkualitas, berbasis tradisi dan warisan budaya yang menguasai pasar dalam negeri dan internasional. (hms/din/bah)