Selasa, 15 Oktober 2019


8.640 Warga Kalbar Terpapar ISPA

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 56
8.640 Warga Kalbar Terpapar ISPA

OKSIGEN – Seorang penderita ISPA di Pontianak mendapat layanan di salah satu rumah oksigen yang disiapkan Dinkes Pontianak, Senin (16/9).

PONTIANAK, SP – Sepanjang bulan September 2019, Dinas Kesehatan Kalimantan Barat mencatat 8.640 warga terpapar Infeksi Salurah Pernapasan Akut (ISPA). Warga Kota Pontianak jadi korban paling banyak dengan jumlah 2.155 kasus, disusul Kabupaten Sambas 1.996 kasus dan Kabupaten Kubu Raya 1.175 kasus.

Namun jumlah kasus diprediksi lebih besar. Pasalnya, Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang masih belum memberi laporan. Selain itu, beberapa kabupaten masih mencatatkan laporan secara mingguan dan bulanan, sehingga jumlah kasus belum terakomodir seluruhnya di Dinas Kesehatan Kalbar.  

"Kalau kemarin (bulan sebelumnya) memang belum melonjak. Tapi kalau sekarang sudah terjadi lonjakan penderita kasus ISPA. Kalau situasi normal (di luar masa asap). Kasus ISPA per minggu paling-paling sekitar 1.000-1.500. Kalau sekarang kan sudah berkali lipat," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Horisson, Senin (16/9).

Horissin berharap masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, dan menggunakan masker. Warga pun diminta memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi buah.

"Untuk di rumah juga. Dengan situasi asap saat ini, ventilasi rumah dikasih kain yang dibasahi biar lembab, supaya nanti partikel debu itu lengket di kain-kain itu," ujarnya.

"Saya kira di Puskesmas-puskesmas ada program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga, jadi petugas Puskesmas biasa melakukan pendataan dan pemeriksaan kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing," jelasnya. 

Sedangkan untuk kaum rentan ISPA, seperti orang tua dan anak-anak, pihaknya berencana membuat semacam rumah singgah yang kedap asap. Hanya saja katanya, ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.

"Ini tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota. Jadi kita sudah mengimbau agar mereka di daerah menyiapkan tempat yang relatif lebih aman," ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Pontianak sendiri saat ini menyediakan rumah oksigen bagi warga yang mengalami sesak karena kabut asap. Setidaknya ada tujuh lokasi yang telah siap. Di antaranya, Kantor Dinas Kesehatan Pontianak, Puskesmas Gang Sehat, Puskesmas Aliayang, Puskesmas Perumnas 1, Puskesmas Kampung Dalam, Puskesmas Siantan Hilir dan Puskesmas Kampung Bangka.

Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan memang terjadi peningkatan kasus ISPA di Pontianak dalam beberapa waktu terakhir.

"Iya ada peningkatan kunjungan penyakit ISPA," ucapnya.

Pelayanan rumah oksigen di tujuh lokasi tersebut gratis. Setiap warga bisa datang jika membutuhkan. Semua sebagai bentuk pertolongan pertama pada masyarakat yang mengalami sesak.

“Jika harus dirawat ke rumah sakit, maka akan dilakukan tindakan selanjutnya. Di Puskesmas juga dipersiapkan alat bantu pernapasan yakni nebulizer dan pengobatan sederhana,” katanya.

Handanu menambahkan, jika kondisi semakin memburuk, Puskesmas akan memberikan pelayanan gawat darurat selama 24 jam. 

“Dengan kabut asap yang semakin tebal maka fasilitas kesehatan akan membantu masyarakat selama dua puluh empat jam,” tutupnya. (din/iat/bls)