Minggu, 20 Oktober 2019


Dilantik, Midji Minta 45 Anggota DPRD Bekerja Cepat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 89
Dilantik, Midji Minta 45 Anggota DPRD Bekerja Cepat

DILANTIK - Sejumlah 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak periode 2019-2022 dilantik di di Hotel Kapuas Palace, Senin (16/9).

PONTIANAK, SP – Sejumlah 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak periode 2019-2022 resmi dilantik di di Hotel Kapuas Palace, Senin (16/9).

Dari jumlah itu, 21 orang merupakan anggota dewan lama, sementara 24 orang yakni anggota dewan anyar. Pascapelantikan, mereka diminta langsung bekerja untuk kemajuan Kota Pontianak.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan dewan terpilih harus segera menyelesaikan penetapan ketua definitif dan seluruh perangkat DPRD. Sebab, ada beberapa hal yang perlu diselesaikan, salah satunya APBD 2020 yang batas akhirnya pada 30 November. 

“Jangan sampai evaluasi untuk mengkoreksi menumpuk,” kata Midji, sapaannya. 

Pimpinan sementara DPRD Kota Pontianak, kata Midji, harus segera menyelesaikan persoalan alat kelengkapan dewan karena APBD harus diselesaikan secepatnya.

"Jika melewati batas waktu, kita tak akan tanggung jawab APBD-nya," tegas Midji. 

Midji juga berharap ada harmonisasi antara DPRD dan pemerintah daerah agar rencana pembangunan berjalan dengan baik. Selanjutnya agar bisa menggunakan APBD ke hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dirinya mengajak seluruh anggota DPRD Kota Pontianak agar bisa bersama bangun Kota Pontianak lebih maju dan baik. Dirinya juga menyinggung kondisi Kalbar beberapa hari terakhir dengan tingkat pencemaran udara sangat tinggi. 

Midji berharap semua pihak mengantisipasinya agar tidak berpengaruh terhadap segala aktivitas ekonomi. Sekalipun Kota Pontianak tidak ada titik api, tapi langkah antisipasi dampak kebakaran lahan di sekitar Kota Pontianak perlu dilakukan.

Sementara Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengucap syukur karena pelantikan DPRD masa jabatan 2019-2024 berjalan lancar. Setelah ini, DPRD Kota Pontianak akan membentuk kelengkapannya. 

Ia berharap dengan dilantiknya jajaran anggota DPRD Kota Pontianak ini segera terbentuk sinergitas untuk membahas APBD 2020. 

"Saya yakin teman-teman yang terpilih ini memegang komitmen untuk bersama-sama membangun Kota Pontianak tercinta ini," ungkapnya.

Meskipun ada 24 wajah baru yang mengisi kursi dewan periode kali ini. Edi meyakini semua anggota terpilih sudah bisa menguasai tupoksi mereka.

"Banyak wajah baru, tapi stok lama juga ada. Saya yakin semuanya sudah sangat mengerti, paham tugas dan fungsinya," pungkasnya

Sementara Ketua DPRD Kota Pontianak masa periode 2014-2019, Nur Fadhli mengatakan, selama satu periode masa jabatan DPRD Kota Pontianak berbagai hal telah dilakukan di antaranya pengawasan untuk menyerap, menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui reses. Kunjungan kerja ke lokasi yang perlu mendapatkan perhatian. 

"Penjaringan aspirasi, baik siang maupun malam hari, untuk menghimpun aspirasi masyarakat guna ditindaklanjuti," ucapnya.

Ia mengatakan dalam bidang legislasi, ada 68 perda telah diselesaikan. Tujuh perda di antaranya merupakan usul prakarsa DPRD dan 61 perda usul pemkot. 

Selain itu, telah diselesaikan juga 151 buah keputusan DPRD Kota Pontianak. Lahirnya beberapa peraturan daerah seperti perda drainase, penataan dan pembinaan pasar rakyat, perlindungan buruh, sertifikasi produk halal dan lainnya.

Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kota Pontianak terpilih dari Partai Hanura, Yandi mengatakan akan terus memperjuangkan hal-hal yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya. Sebagai wakil rakyat, banyak hal yang harus diselesaikan. Ia yang dulu pernah menjadi anggota DPRD Kota Pontianak merasa pada periode lalu belum tuntas.

"Kita akan kembali melanjutkan apa yang menjadi harapan warga," ucapnya.

Ia memastikan akan menyelesaikan semua tugas wakil rakyat. Dirinya memohon dukungan masyarakat untuk memberikan informasi untuk ditindaklanjuti.

Yandi menambahkan akan tetap menjadi mitra strategis eksekutif untuk membangun Kota Pontianak yang lebih baik. Saat ini, menurutnya masyarakat sudah merasakan apa yang menjadi keresahan. Hal tersebut yang harus digali kembali untuk bisa diselesaikan.

"Dalam beberapa waktu ini banyak yang diliburkan karena asap, bagaimana peran dewan juga penting untuk mengantisipasi itu," kata Yandi.

Kemudian persoalan banjir, peninggian jalan yang mengganggu dan persoalan lainnya. Dirinya secara perlahan akan menguraikan persoalan Kota Pontianak hingga akhirnya semuanya bisa terselesaikan dengan baik. (din/bah)