Sabtu, 19 Oktober 2019


Dinas Pertanian Kalbar Akan Sulap Lahan Terbakar Jadi Produktif

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 168
Dinas Pertanian Kalbar Akan Sulap Lahan Terbakar Jadi Produktif

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalbar, Heronimus Hero bersalaman dengan petani saat meninjau sawah padi, belum lama ini. IST

PONTIANAK, SP – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalbar berencana akan menyulap lahan yang terbakar menjadi lahan produktif. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) supaya tak terulang setiap tahunnya.   Demikian yang diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalbar, Heronimus Hero, Jumat (20/9).  

Hero mengungkapkan bahwa berdasarkan pemetaan, sedikitnya 182 desa di Kalbar berada di kawasan gambut dan rentan terjadi karhutla. Tindakan preventif untuk menangkal karhutla yaitu penggelontoran program-program sesuai kebutuhan, seperti bantuan penanaman ubi kayu dan nanas.  

Dikatakan bahwa umumnya, lahan pertanian yang terbakar merupakan lahan yang tidak produktif. Untuk itu, pihaknya akan mendorong petani untuk menyulap lahan itu berdaya ekonomi.  

"Kami pasti akan melakukan pembinaan terus lewat penyuluh, supaya pola pikir masyarakat ke pertanian menetap," kata Hero.  

Hero menilai lahan pertanian pangan di Kalbar yang terbakar tahun ini tidak besar. Jika pun ada, kontribusinya tidak besar dan berada di lahan semak belukar yang status kawasannya belum jelas.   

Salah satu penyebab kebakaran lahan pertanian adalah minimnya saluran air mikro seperti parit-parit kecil.  

"Itu penting sekali untuk menjaga tanah agar tetap basah. Maka dari itu, fokus ke depan adalah bagaimana membuat parit-parit di sawah yang jadi wadah mendukung pertanian," kata Hero.  

Upaya Dinas Pertanian Kalbar mewujdukan lahan yang terbakar menjadi lahan pertanian produktif itu salah satunya yaitu menyiapkan aplikasi berbasis android Go Farm.   

Fungsi aplikasi itu yakni menjaring usulan dari masyarakat petani berkaitan dengan kebutuhan mereka.   

"Aplikasi ini akan membantu untuk menerima usulan dari seluruh masyarakt petani, baik itu dari pembangunan infrastruktur maupun bantuan lain," ucapnya.   

Hero menerangkan bahwa kabut asap akibat karhutla saat ini tidak terlalu berdampak pada hasil panen.   

"Sejauh ini belum ada laporan gagal panen karena standar kita, gagal panen itu ketika kerugian di atas 25 persen," ucapnya.   

Jika pun ada laporan, itu akan terlebih dahulu diverifikasi dan dilihat jumlah kerugiannya.   

"Sejauh ini masih wajar dan bisa panen. Tiap bulan ada laporan soal itu. Kalau ada yang bilang gagal panen, itu belum resmi dan harus diverifikasi oleh petugas," pungkas Hero. (bah)