Sabtu, 19 Oktober 2019


Dimulai Pelepasan Bibit Ikan Libatkan Ribuan Relawan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 101
Dimulai Pelepasan Bibit Ikan Libatkan Ribuan Relawan

PUNGUT SAMPAH – Sejumlah relawan memungut sampah pada aksi World Cleanup Day 2019 di kawasan Waterfront City Pontianak, Sabtu (21/9). Ist

Aksi bersih-bersih pada World Cleanup Day 2019 di kawasan Waterfront City Pontianak dibuka dengan pelepasan bibit-bibit ikan ke Sungai Kapuas, Sabtu (21/9).

 

Adapun bibit indukan ikan yang dilepas terdiri dari ikan jelawat 20 ekor, ikan belidak 10 ekor, ikan tengadak 20 ekor dan ikan paten 20 ekor. Pelepasan bibit ikan tersebut sebagai upaya melestarikan biota sungai. 


"Sengaja kita lepaskan bibit-bibit ikan ini supaya mereka bisa berkembangbiak," ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.


Pelepasan bibit ikan itu dilatarbelakangi bahwa air dan mahluk hidup yang ada di dalamnya adalah sumber kehidupan.  


"Dengan kita melepaskan ikan-ikan di Sungai Kapuas ini, sebagai pesan moral bahwa Pemerintah Kota Pontianak sangat serius untuk menjadikan sungai sebagai habitat ikan-ikan untuk tumbuh dan berkembang biak," ucap Edi.


Masyarakat, lanjut dia, juga harus menyadari bahwa dengan membuang sampah atau mencemari sungai akan membunuh dan merusak habitat ikan yang ada di sungai. Bagi masyarakat yang ingin menangkap ikan, bisa dengan cara memancing menggunakan kail.

 

Ia melarang keras apabila menangkap ikan dengan cara meracun, menyetrum, apalagi menggunakan peledak karena dapat merusak regenerasi maupun habitat kehidupan ikan-ikan tersebut. 


<!--[endif]-->

"Saya mengajak warga mari kita jaga kebersihan sungai dan parit agar habitat ikan tetap terjaga," pungkasnya.

 

Libatkan Ribuan Relawan


Diketahui, Kota Pontianak menjadi bagian dari aksi bersih-bersih terbesar di dunia dan dilakukan serentak di 157 negara dan 34 provinsi di Indonesia pada World Cleanup Day 2019.

 

Di Pontianak, kegiatan itu dipusatkan di Waterfront dan SMPN 1 Pontianak dengan melibatkan ribuan relawan.


Edi mengajak warga menjadikan momentum ini untuk selalu menjaga kebersihan lingkungannya, mulai dari diri sendiri, lingkungan rumah dan Kota Pontianak.

 

Hal yang ditekankan melalui aksi bersih-bersih ini adalah bagaimana mengubah mindset atau cara pandang generasi muda agar terbiasa dengan pola hidup bersih. 


"Sehingga yang namanya sampah itu pasti akan diambil dan ditempatkan pada tempatnya," ujarnya.


Edi berharap aksi ini tidak hanya cukup pada kegiatan ini saja, bahkan bila perlu dilakukan sepekan sekali. Terutama dimulai dari anak-anak PAUD,TK, SD, SMP, SMA dan masyarakat.

 

Menurutnya, hal itu harus terus digalakkan dalam menjaga kebersihan lingkungan di manapun berada. Tidak hanya pada saat momentum ini saja, tetapi setiap hari setiap orang harus mengelola dan membersihkan sampah, sehingga semuanya sudah terbentuk untuk senantiasa menjaga kebersihan. 


"Kalau masyarakat ikut terlibat menjaga lingkungannya tetap bersih, maka mereka juga sebagai penyumbang lingkungan yang sehat," tukasnya.


Sebagaimana diketahui, setiap hari manusia memproduksi sampah, baik sampah padat maupun sampah cair. Semua itu harus dikelola. Namun demikian, sampah juga jangan dijadikan musuh tetapi bagaimana mengolah sampah yang ada menjadi sesuatu yang bermanfaat. 


<!--[endif]-->

"Bisa dijadikan pupuk, direcycle yang bisa digunakan kembali atau dikembalikan fungsinya. Sehingga bernilai ekonomis bermanfaat untuk semua dan yang paling penting Kota Pontianak bersih," tuturnya.


Ketua Panitia Pelaksana World Cleanup Day, Ariandi Kurniawan menjelaskan, aksi ini serempak dilakukan di 157 negara dan 34 provinsi di Indonesia dengan target 13 juta relawan.

 

Untuk di Provinsi Kalbar, pihaknya menargetkan tiga ribu relawan yang tersebar di Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Mempawah. Kegiatan ini memasuki tahun ketiga, setelah sebelumnya digelar tahun 2017 dan 2018. 


"Fokusnya adalah dengan memungut sampah kemudian memilah dan mengumpulkan serta menimbang sampah itu," ungkapnya.


Aksi ini, kata Ariandi, terbagi dalam dua tim, yakni Tim Edukasi dan Tim Aksi. Tim Edukasi bertugas mengedukasi warga yang ada di rumah-rumah sepanjang sungai. Selanjutnya, dilakukan aksi memungut sampah.

 

Menurutnya, sebelum digelarnya World Cleanup Day ini, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan selama tiga pekan. Ia berharap kolaborasi ini memberikan dampak dan pengaruh positif bagi masyarakat di sekitar. 


"Sebagai anak muda sekaligus relawan, setidaknya kita bisa menjadi contoh karena kita adalah calon pemimpin di masa yang akan datang," pungkasnya.


Sementara itu kehadiran Social Media Influencer dari Jerman, Fredneust yang datang ke Pontianak khusus menghadiri World Cleanup Day 2019 memberikan semangat kepada para relawan yang ikut dalam aksi bersih-bersih lingkungan dari sampah di Waterfront Sungai Kapuas.

 

Dengan kemampuan bahasa Indonesia yang dimilikinya, influencer itu juga kerap menggunakan bahasa gaul yang biasa diucapkan kaum milenial negeri ini. 


Fredneust bercerita, banyak orang yang bilang kepada dirinya, 'Oh, Fred kamu influencer'. Ia berbalik mengatakan bahwa tidak penting kamu influencer atau bukan, tidak penting kalau kamu punya seribu follower instagram atau lebih dari itu, kalau kamu tidak melakukan aksi bersih-bersih dari sampah. 


"Saya ingin Kalimantan bersih. Banyak yang menunda-nunda melakukan suatu hal. Kita harus aksi mulai dari sekarang kalau kita cinta alam Indonesia," ajaknya.


Ia pun mengajak warga untuk mulai menolak menggunakan plastik sekali pakai (single plastic). Untuk memulai hal itu, harus dimulai dari diri sendiri masing-masing. 


"Kalau kamu pakai single plastik nanti kamu akan tetap single atau jomblo. Atau ada yang bilang 'aku tidak pakai kantong plastik lagi', tetapi lihat di Instastory-nya dia pakai kantong plastik, cuma PHP doang," kelakar Fred dan disambut tawa para relawan.


Diakuinya, meskipun Indonesia bukan negaranya, akan tetapi ia serius cinta dengan negeri ini. Ia pun mengapresiasi atas kehadiran para relawan yang ikut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih pada World Cleanup Day ini. 


<!--[endif]-->

"Wajah bule tapi jiwa saya Indonesia," pungkasnya. (din/hms/bah)