Selasa, 15 Oktober 2019


Projo Kalbar Siap Kawal Pelantikan Jokowi

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 372
Projo Kalbar Siap Kawal Pelantikan Jokowi

DPD Projo Kalbar siap mengawal pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin

PONTIANAK, SP - Seluruh pendukung Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi), dari berbagai unsur dan elemen, akan menggelar acara penyambutan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024, salah satunya adalah Relawan Pro Jokowi (Projo).

Seluruh relawan Projo se-Indonesia, juga akan melakukan hal serupam termasuk di Kalbar. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Kalbar, Arif Adi Mulia, SH. Menurutnya, kader Projo Kalbar siap mengawal Pelantikan Presiden RI Joko Widodo, yang dilaksanakan pada 20 Oktober 2019.

"Kami Pengurus DPD Projo Kalbar telah berkoordinasi dengan seluruh seluruh DPC Projo se- Kalbar. Agar sesegera mungkin mempersiapkan utusan,” tutur Arief kepada wartaan di Sekretariat DPD Projo Kalbar, Jalan Abdurrahman Saleh Pontianak, Jumat (4/10/2019). 

Menurutnya, saat DPD Projo Kalbar sedang mendata para utusan yang siap berangkat ke Jakarta. Jumlah nya kurang lebih 500 orang. “Mungkin bisa lebih besar dari jumlah tersebut,” kata Arief.

Kedatangan perwakilan ke Jakarta nanti, lanjut Arief, murni untuk mengawal Presiden terpilih, yang dipilih oleh sebagian besar rakyat Indonesia.

“Jadi rakyat Indonesia tidak perlu ragu dan menyangsikan hasil yang telah ditetapkan oleh KPU pada Pemilu 2019 yang lalu. Keputusan tersebut telah Sah. Kemenangan Jokowi, merupakan kemenangan Rakyat Indonesia", tegasnya. 

Arief yakin semua akan berjalan sukses dan seluruh rakyat Indonesia, memahami kondisi saat. Ada yang masih belum menerima kekalahan. Namun jangan sampai ada tindakan yang melawan hukum.

“Jika ada pihak-pihak yang ingin menggagalkan, sudah jelas akan berhadapan dengan aparat keamanan dan sebagian besar rakyat yang telah memberikan mandat legitimasi terhadap Presiden Terpilih Joko Widodo", tutur Arief.

Seperti jadwal KPU, Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden akan digelar Minggu, 20 Oktober 2019. Namun Projo mengusulkan agar dimajukan menjadi Sabtu, 19 Oktober 2019. "Kami masih menunggu jadwal yang pasti saat ini,” katanya.

Pelantikan bukan hanya persoalan Jokowi-Ma'ruf, melainkan lebih pada menghormati agenda kenegaraan, serta penyerahan mandat rakyat melalui Pilpres 2019. Oleh karena itu jangan ada yang coba-coba mengganggu apalagi membatalkannya.

“Menyampaikan aspirasi termasuk berupa unjuk rasa sangat dihargai. Tapi ketidakjujuran dan aksi politik yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa yang harus diwaspadai,” pungkas Aktivis '98 Universitas Nasional Jakarta ini. (*)