Senin, 18 November 2019


Usai Lilantik, ISEI Cabang Pontianak Gelar Seminar International Membangun Desa Mandiri

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 169
Usai Lilantik, ISEI Cabang Pontianak Gelar Seminar International Membangun Desa Mandiri

FOTO BERSAMA – Pengurus ISEI Cabang Pontianak Periode 2019-2022, resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat Untan, Senin (7/10).

PONTIANAK, SP - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Pontianak Periode 2019-2022, resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat Untan, Senin (7/10).

Dr Jamaliah, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakuktas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untan, didaulat sebagai Ketua ISEI Cabang Pontianak. Ia dilantik bersama pengurus lainnya oleh Ketua ISEI  Pusat, Dody Budi Waluyo, yang juga merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Usai prosesi pelantikan, dilanjutkan dengan Seminar Internasional yang mengangkat tema “Membangun Desa Mandiri Sebagai Sabuk Ketahanan Ekonomi”. Seminar ini dibuka oleh Rektor Untan, Garuda Wiko.

Hadir sebagai keynote speaker Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia, serta Dr Jamaliah, Dekan FEB Untan.

Kemudian hadir pula Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, yang juga mengisi materi dalam seminar tersebut. Muda menyampaikan materi tentang Upaya dan Strategi Mewujudkan Desa Mandiri.

Kemudian ada pula Dr Nadianatra binti Musa, Dosen dari Universitas Malaysia-Sarawak (Unimas) Malaysia, yang menyampaikan materi tentang Branding and Comercialisation of Heritage Products Within Cottage Industry : A Case Study of Villages (Kampung-Kampung) in Kuching (Serawak-Malaysia).  

Lalu ada pemaparan materi tentang Desa Mandiri : Pengukuran dan Fakta yang disampaikan oleh Dosen FEB Untan Pontianak, yaitu Dr Fariastuti.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang menjadi keynote speaker atau pembicara utama, menyoroti tentang pembinaan Desa Mandiri yang ada di Kalbar saat ini.

Ia menjelaskan pada 2018, status Desa Mandiri hanya satu di Kalbar, Sedangkan Desa Maju ada 53, Desa Berkembang 372, dan tertinggal serta sangat tertinggal mencapai 1.605. Menurut Midji, perkembangan desa yang lambat, karena dulu tidak adanya integrasi pembangunan yang dilakukan.

“Namun saat ini, ada lompatan yang besar terkait Desa Mandiri yang ada di Kalbar. Sudah ada 86 Desa Mandiri, yang berarti lebih dari 10 persen Desa Mandiri di Indonesia berasal dari Kalbar. Karena, di Indonesia saat ini hanya ada 834 Desa Mandiri,” papar Gubernur Midji.

Selain itu, peningkatan juga terjadi dari yang awalnya hanya ada 53 Desa Maju, sekarang menjadi 188 Desa Maju. Desa Berkembang awalnya hanya 372 jadi, 767 desa, dan Desa Tertinggal ada 781 desa, serta Desa Sangat Tertinggal 208.

Mantan Walikota Pontianak dua periode tersebut menarget, untuk dua tahun kedepan, tidak ada lagi desa sangat tertinggal  dan akan masuk ke Desa Mandiri. Ia menyatakan, kini ada tiga kabupaten yang sudah bebas dari Desa Sangat Tertinggal.

“Yaitu Kabupaten Sanggau, Mempawah, dan Kayong Utara. Untuk Kubu Raya masih ada dua desa. Pada tahun 2020 saya yakin selesai," ujarnya.

Gubernur Midji pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama TNI-Polri di Kalbar, yang telah bersinergi meningkatkan kapasitas desa yang ada di Kalbar. Ia mengatakan, untuk tahun 2020, akan menambah paling kurang 60 Desa Mandiri.

"Saya yakin bisa lebih, karena program APBD tahun 2019, banyak untuk memenuhi indikator desa, supaya jadi Desa Mandiri. Desa yang sangat tertinggal harusnya tidak ada lagi dalam waktu masa pemerintahan saya,” pungkasnya. (rif/mul)