Selasa, 12 November 2019


Pemuda HKTI Kalbar Siap Majukan Pertanian

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 358
Pemuda HKTI Kalbar Siap Majukan Pertanian

SAMBUTAN - Ketua Umum DPN Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah Adisurya saat memberikan sambutan dalam pelantikan DPP Pemuda HKTI Kalbar, di Pontianak, Sabtu (12/10).

PONTIANAK, SP - Pengurus DPP Pemuda Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalbar yang baru dilantik menyatakan siap berkontribusi dan menjadi bagian solusi untuk memajukan pertanian di Kalbar.

“Hadirnya kepengurusan Pemuda HKTI Kalbar dan dengan semangat anak muda untuk perubahan, kami siap berkontribusi memajukan pertanian provinsi ini,” ujar Ketua Pemuda HKTI Kalbar Abdurrofiq dalam sambutan perdananya usai dilantik di Pontianak, Sabtu (12/10).

Untuk memastikan dan memaksimalkan kontribusi dari Pemuda HKTI Kalbar, ia menargetkan setiap kabupaten atau kota di Kalbar akan dibentuk kepengurusan organisasi tersebut.

"Dari 14 kabupaten dan kota dalam waktu segera ada kepengurusannya. Saat ini yang siap jadi pengurus dan dilantik sudah ada delapan kabupaten,” kata dia.

Menurutnya, dominasi petani Kalbar masih dari kalangan orang tua. Untuk itu pihaknya hadir bagaimana anak muda harus berperan dalam dunia pertanian untuk kemajuan Indonesia.

"Kami ingin menjadikan kemajuan pertanian di Kalbar menjadi ikon, bukan hanya di tingkat nasional, namun harus internasional,” sebut dia.

Kepengurusan DPP HKTI Kalbar tersebut dilantik dan diambil sumpah oleh Ketua Umum DPN Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah Adisurya. Pada kesempatan itu Rina menyebutkan bahwa pentingnya dan sudah seharusnya regenerasi dalam dunia pertanian menjadi perhatian semua pihak.

"Permasalahan di pertanian di Indonesia satu di antaranya soal regenerasi petani. Bahkan dari lulusan pertanian sendiri lebih banyak memilih kerja kantoran daripada menjadi petani. Profesi sebagai petani dianggap suram. Padahal petani lebih muda dan bisa kaya,” ujar dia.

Dengan kondisi yang ada pihaknya mendorong, terutama ke DPP HKTI Kalbar, untuk bisa menjadi solusi terhadap sejumlah persoalan pertanian di Kalbar.

"Mari bangun sinergi dan ikut terlibat aktif dalam mengawal program pemerintah yang bergerak di sektor pertanian. Kepada pengurus yang dilantik mari menjadi solusi dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” kata dia.

Sementara itu Ketua OKK DPP HKTI Kalbar Joni menyambut baik hadirnya DPP Pemuda HKTI Kalbar. Menurutnya sejumlah persoalan yang mesti dijawab termasuk dari pemuda tersebut.

"Saat ini persoalan alih fungsi lahan terus dihadapi, lahan semakin sempit. Akses permodalan petani, peningkatan produksi dan produktivitas dan keterlambatan petani kita mengikuti kemajuan teknologi. Hal ini menjadi perhatian kita bersama untuk mencarikan solusi,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Heronimus Hero menyambut baik hadirnya kepengurusan Pemuda Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalbar yang diharapkan berkontribusi untuk kemajuan pertanian di provinsi tersebut.

“Kita apresiasi semua komponen masyarakat yang niatnya membangun pertanian termasuk Pemuda HKTI Kalbar yang baru dilantik ini. Kita terbuka lebar dan siap mendampingi selama sesuai aturan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia menyebutkan bahwa di Kalbar sektor pertanian secara umum melibatkan tiga instansi yakni Distan TPH Kalbar, Dinas Perkebunan Kalbar dan Dinas Pangan dan Peternakan Kalbar.

“Soal pertanian secara umum diurus tiga OPD yang ada di Kalbar. Namun kita masih di satu kementerian yakni Kementerian Pertanian. Nah, dengan itu agar koordinasi baik dari HKTI dan Pemuda HKTI Kalbar tepat sasaran dan efektif disesuaikan saja,” jelas dia.

Menurutnya semua sektor tentu ada permasalahan termasuk di pertanian. Dengan hal itu diharapkan hadirnya Pemuda HKTI Kalbar bisa berkontribusi untuk menjadi solusi.

“Kemudian harapan kita bukan hanya sekedar masuk sebagai penyambung informasi atau aspirasi petani, namun HKTI dan Pemuda HKTI Kalbar langsung bersentuhan atau terlibat langsung sebagai pelaku di sektor pertanian,” papar dia.

Lanjutnya, di sektor pertanian saat ini yang menjadi tantangan bersama yakni di SDM. Jika dilihat dari data yang ada, petani dari sisi pendidikan masih didominasi berpendidikan rendah. Bahkan tidak sekolah.

“Nah, oleh karena itu mendorong SDM petani itu penting. Dengan petani berpendidikan tentu lebih lengkap bekalnya meskipun tidak menjamin. Namun sudah ada bekal dan tinggal ditambah bimbingan teknis atau pelatihan saja,” sebutnya.

Saat ini saja, pihaknya berkomitmen juga dalam menggandeng anak muda untuk mencintai dan bangga serta terlibat penuh di sektor pertanian. Bahkan setiap kegiatan selalu mengundang mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada Prodi atau Fakultas Pertanian nya.

“Pemuda dan mahasiswa dibekali informasi dan keahlian sehingga mereka siap. Kita ingin pertanian kuat. Kita tahu pertanian suatu negara kuat menentukan keberlanjutan negara dan bangsanya,” kata Hero. (ant/bob)