Kamis, 21 November 2019


Sutarmidji: Wakil Tak Bisa Kalahkan Pimpinannya

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 6074
Sutarmidji: Wakil Tak Bisa Kalahkan Pimpinannya

PONTIANAK, SP - Ada yang menarik, saat Gubernur  Kalimantan Barat, Sutarmidji memberikan kata sambutan sekaligus membuka  Rapat Pimpinan Daerah Partai Hanura di Hotel Orcrad Jalan Gajah Mada  Pontianak, Kamis (10/10) kemarin.

Entah siapa yang disindir mantan Walikota Pontianak dua periode ini. Saat memberikan kata sambutan mulai dari kinerja Pemprov, pemenangan strategi  politik hingga persiapan pemekaran Provinsi Kapuas Raya, Midji juga menyinggung soal perpecahan kubu pertahana di Pilakada.

“Wakil tuh ndak mungkin bisa kalahkan pimpinannya. Bukan karena ada Ibu Tjhai Chui Mie ada disini  lalu saye nyidir Pak Irwan Wakil Walikota Singkawang ye,” kata Sutarmidji disambut tawa  para tamu undangan Forkompida,  Perwakilan Partai Politik sahabat PPP, Partai Golkar, dan perwakilan DPP Partai Hanura serta ratusan kader Partai Hanura Kalbar .

Sontak wajah Wahyu Wakil Ketua Organisasi  DPD Partai Golkar Kalbar dan Irwan Wakil Walikota Singkawang yang juga Ketua DPC Hanura Kota Singkawang memerah sesaat mendengar celotehan politik Sutarmidji  yang diakui banyak pihak cukup pedas dan memiliki makna politik yang cukup dalam.

“Ucapan Bapak Sutarmidji itu luas, dan nyidir kemana mana.  Bisa juga Pak Irwan yang memang sudah santer isunya, bisa juga yang lainnya. Apalagi saya kan jelas waktu hadir kemarin mengenakan warna kuning  Partai Golkar. Mungkin maksudnya agar ada pesan untuk disampaikan. Tapi bisa juga untuk wakil - wakil yang lain. Kan banyak tuh di Kalbar,“ kata Wahyu saat dihubungi Suara Pemred, Sabtu (12/10).

Diketahui, hadirnya Wahyu mewakili Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Ria Norsan yang berhalangan datang.

Dalam sambutannya, Sutarmidji juga mencotohkan fenomena ini saat dirinya masih menjabat Walikota Pontianak berpasangan dengan  Paryadi.  “Waktu mau maju periode kedua, saye sudah minta sampai sembilan kali pada wakil saye. Die tetap tak mau, ya udalah, “ katanya disambut tepuk riuh dan tawa tamu undangan para  peserta Rapimda Hanura.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pejabat yang menduduki wakil kepala daerah, seperti Wakil Walikota Singkawang Irwan, Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo dan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan belum menjawab upaya konfirmasi yang dilakukan oleh Suara Pemred.

Pengamat Politik Kota Pontianak, Rudi Priytna menilai ucapan Gubernur Kalbar Sutarmidji patut diperhitungkan, terutama bagi para wakil kepala daerah. 

“Suka tidak suka beliau adalah salah satu tokoh politik Kalbar yang harus diperhitungkan, gerakan dan strategi politiknya matang. Mulai dari anggota dewan, wakil walikota, dan walikota dua periode hingga menjabat gubernur sekarang.  Jadi , ucapanya itu adalah sindiran politik tingkat tinggi. Bisa mengenai wakilnya sendiri,  atau beberapa daerah yang memang wakilnya tidak akur dengan bupatinya atau walikotanya, “ kata Rudi. (hrd)