Selasa, 19 November 2019


Maknai Harjad ke-248 Kota Pontianak, SDN 37 Pontianak Tenggara Tampilkan Kreasi Budaya dan Kearifan Lokal

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 122
Maknai Harjad ke-248 Kota Pontianak, SDN 37 Pontianak Tenggara Tampilkan Kreasi Budaya dan Kearifan Lokal

Maknai Harjad ke-248 Kota Pontianak, SDN 37 Pontianak Tenggara Tampilkan Kreasi Budaya dan Kearifan Lokal

PONTIANAK, SP - Dalam memperingati Hari Jadi (Harjad) ke-248 Kota Pontianak, SDN 37 Kecamatan Pontianak Tenggara, menggelar berbagai macam kegiatan Kreasi Seni. Di antaranya adalah Festival Pokok Telok atau Lancang Kuning Khas Melayu Pontianak.

Kemudian Festival Kuliner (Tambul) dan serta Saprahan. Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah serta makan siang bersama orangtua siswa. Kegiatan dilaksanakan di Halaman SDN 37, Kelurahan Bangka Belitung, Pontianak Tenggara, Rabu (23/10/2019) pagi. 

Dibuka oleh Guru Mapel PJOK, Ardimasyah, S. Pd, M. Pd. Yang dalam sabutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya dan sejarah berdirinya Kota Pontianak kepada anak didik, agar tidak melupakan sejarah dan pendiri nya.

"Dengan peringatan ini, merupakan wujud pendidikan karakter bangsa dalam bingkai ketatakeramaan peserta serta menanamkan rasa cinta terhadap adat istiadat Kota Pontianak,” katanya. 

Kepala Sekolah SDN 37 Pontianak Tenggara, Hj Netta Hidayati, S. Pd mengatakan bahwa, dengan kegiatan ini peserta didik mempraktekkan pembelajaran khasanah kearifan lokal khususnya Kota Pontianak dengan menyungguhkan pakaian Adat Melayu Pontianak, Tari Zepin Melayu Pontianak.

“Adapula lagu-lagu daerah khas Kota Pontianak, makanan hidangan Melayu Kota Pontianak, Keu atau tambol atau juadah kue, Saprahan, serta permainan tradisional anak-anak,” tuturnya. 

Ia berharap, dengan moment seperti ini, para guru mengajarkan kepada peserta didik tentang adab dalam bersilaturahmi, seperti cara bersalaman dengan guru, dan orangtua.

“Kreasi kali ini memperkenalkan unsur budaya dan teknologi dengan menampilkan pembelajaran kearifan lokal dengan pendekatan Teknologi Informasi dan Komunikasi,” ungkapnya. (arief)