Senin, 18 November 2019


10 ribu Penari Zapin Pecahkan Rekor Muri

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 145
10 ribu Penari Zapin Pecahkan Rekor Muri

MENARI ZAPIN - Lebih dari 10 ribu peserta Tari Zapin dengan pakaian khas Melayu Pontianak, Telok Belanga dan Baju Kurung mewarnai ruas Jalan Rahadi Usman depan Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (23/10).

Lebih dari 10 ribu peserta Tari Zapin dengan pakaian khas Melayu Pontianak, Telok Belanga dan Baju Kurung mewarnai ruas Jalan Rahadi Usman depan Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (23/10). 

Mulai dari pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar dan masyarakat umum berbaur untuk menari Japin bersama sekaligus memecahkan rekor Muri Penari Zapin Terbanyak.

'Makan durian terase enaknye, sudah 248 tahun umurnye, Pontianak name kotenye'. Demikian pantun pembuka yang diucapkan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengawali sambutannya. 

"Saya terharu dan bangga atas kehadiran seluruh peserta puncak peringatan Hari Jadi Kota Pontianak ke-248 yang dengan semangat, sejak subuh sudah berdandan dan sudah mempersiapkan segala aksesorisnya sejak sebulan lalu," ungkapnya.

Menurut laporan yang diterimanya, orang nomor satu di Kota Pontianak ini menyebut, para pengrajin atau penjahit dan perias wajah akhir-akhir ini menerima pesanan membludak. Mulai dari pakaian telok belanga dan baju kurung, kain corak insang, tanjak hingga perias wajah. Semua masyarakat Pontianak merayakan Hari Jadi Kota Pontianak. 

"Mudah-mudahan dengan momen peringatan Hari Jadi Kota Pontianak ini menjadikan seluruh masyarakat Kota Pontianak merasa bangga dan bisa bermanfaat bagi kesejahteraan penduduk kota Pontianak," tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak, Sahdan Lazis mengatakan, pemecahan rekor Tari Zapin terbanyak merupakan salah satu hal yang baik. Karena Zapin adalah budaya yang mesti dilestarikan masyarakat Kota Pontianak.

Pemecahan rekor Muri Zapin terbanyak, dikatakannya belum pernah terjadi di kota lain di luar Kota Pontianak. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi dalam mengikuti pemecahan rekor tersebut.

"Rekor Muri bisa dipecahkan ini sangat bagus," ucapnya.

Sahdan menjelaskan peserta Zapin massal berasal dari ASN dan masyarakat. Dalam proses masyarakat diminta untuk mendaftar guna pembagian kelompok. 

Dirinya menuturkan dengan penggunaan baju adat ciri khas Melayu Kota Pontianak juga membuat suasana semakin meriah. Sahdan mengatakan saat Hari Jadi Kota Pontianak seluruh pelajar dan guru juga menggunakan baju telok belanga.

Sementara itu, Ade salah seorang warga Kota Pontianak menyatakan, dirinya sangat bangga dengan penghargaan rekor Muri yang diraih oleh kota itu.

"Ini merupakan kado terindah di Hari Jadi Kota Pontianak, sehingga menjadi suatu kebanggaan pastinya bagi kami, apalagi saat ini sudah banyak peningkatan-peningkatan pembangunan berbagai bidang, seperti jalan, jembatan, kemudian di bidang budaya, yakni Tari Zapin yang kini sudah mencatat rekor Muri," katanya.

Ade berharap ke depan Kota Pontianak bisa semakin maju, baik dari segi pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan penduduknya.

"Alhamdulillah sekarang sudah nambah tempat wisata-wisata baru. Tadi juga disampaikan mau pembangunan pembesaran jalan trotoar, kami berharap semuanya bisa segera terselesaikan," katanya.

Selain itu, warga Kecamatan Pontianak Tenggara, Fitri Anida Ali berharap dengan usia Kota Pontianak yang sudah memasuki usia 248 tahun semakin membaik. Dirinya berharap Kota Pontianak semakin maju dan berdampak pada masyarakat yang semakin sejahtera.

"Kita berharap toleransi tetap terjaga, semakin aman," ucapnya.

Fitri menambahkan saat ini yang perlu diperbaiki memang persoalan transportasi. Dirinya berharap pemerintah mencarikan solusi terhadap persoalan ini.

Ia sangat menyambut baik dengan wacana pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas. Hal tersebut dikatakannya akan berdampak baik terhadap kemacetan yang selalu terjadi di Kota Pontianak.

"Dengan wacana duplikasi Jembatan Kapuas kami sangat setuju," pungkasnya. (dino/bob)