Selasa, 19 November 2019


Komunitas Ibu Pencinta Jepin Semarakkan Pemecahan Rekor MURI

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 155
Komunitas Ibu Pencinta Jepin Semarakkan Pemecahan Rekor MURI

Komunitas Ibu Pencinta Jepin Semarakkan Pemecahan Rekor MURI

PONTIANAK, SP – Puncak peringatan Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak ke-248 Tahun, yang dipusatkan di depan Taman Alun Kapuas, disemarakkan dengan pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pemecahan rekor tersebut adalah untuk penampilan Tari Jepin dengan Peserta Terbanyak sebanyak 9.545 peserta.   

Pada kegiatan tersebut, Komunitas Ibu Pencinta Jepin (IPJ), turut meramaikan. Mereka turut menari bersama peserta lainnya.

Tari Jepin, yang merupakan khazanah Kota Pontianak, dilakukan usai Upacara Harjad Kota Pontianak, yang diikuti berbagai kalangan. Mulai dari unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat Kota Pontianak.

“Tentunya kami sangat antusias menari bersama ribuan peserta. Kami bangga, bisa menjadi bagian pemecahan Rekor MURI dengan peserta terbanyak,” ujar koordinator IPJ Pontianak, Lina Susanti.

Menurut Lina, pemecahan Rekor MURI Menari Jepin dengan Peserta Terbanyak tersebut, benar-benar meriah. Antusiasme warga dan berbagai elemen masyarakat Kota Pontianak, yang turut menyemarakkan Harjad ke-248 Kota Pontianak.

“Kita kompak mengenakan pakaian Telok Belanga dan Baju Kurong. Hal ini mencerminkan kecintaan terhadap Kota Pontianak. Kita berhasil memecahkan Rekor Tari Jepin dengan Peserta Terbanyak MURI sebanyak 9.545 peserta,” tuturnya.

Dengan momen Harjad, lanjut Lina, ia berharap Pemkot dan masyarakat Kota Pontianak, bisa terus berinovasi dengan target-target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pontianak, agar bisa tercapai.

Apresiasi akan berbagai kegiatan dan kemajuan Kota Pontianak, disampaikan oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji. Ia berharap di Harjad ke-248 Kota Pontianak, maka Pemkot bisa menjaga dan mengevaluasi percepatan perbaikan layanan publik, kemudian mensinergikan program.

“Yang harus diperhatikan oleh Pemkot Pontianak adalah solusi mengatasi kemacetan lalu-lintas. Saya menyarankan agar transportasi sungai, yaitu ferry penyeberangan diganti dengan jembatan, melalui sinergisitas Pemda dan pusat, serta Duplikasi Jembatan Kapuas 1,” tutur Bang Midji. (mul)