Minggu, 08 Desember 2019


PRIMS Sajikan Data Komplet Gambut

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 92
PRIMS Sajikan Data Komplet Gambut

BENTANGKAN BANNER - Aktivis Greenpeace bersama sejumlah relawan membentangkan banner sebagai bentuk kampanye mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan yg menimpa wilayah lahan gambut di sebuah daerah.

PONTIANAK, SP - Sebuah jaringan data digital Pranata Informasi Restorasi Ekosistem Gambut (PRIMS) menjadi sumber pencarian data dan informasi terkini mengenai restorasi lahan gambut di tujuh provinsi Indonesia. 

Platform publik yang dikembangkan oleh Badan Restorasi Gambut ini dinilai mempermudah dalam pembuatan produk jurnalistik berbasis data. 

Dalam kegiatan workshop jurnalis dan LSM yang berdomisili di Pontianak dan sekitarnya, yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalistik Indonesia, peserta diberi pemahaman terkait penggunaan PRIMS.

Deputi Perencanaan dan Kerjasama Badan Restorasi Gambut, Budi Wardhana mengatakan pelatihan PRIMS ini bertujuan agar para jurnalis dan anggota LSM dapat memanfaatkan platform tersebut sebagai rujukan utama dalam membuat karya jurnalistik dan riset. 

Data yang disajikan dalam platform tersebut diklaim oleh Budi Wardhana telah memiliki banyak kontribusi untuk membuat kebijakan daerah.

"PRIMS telah berkontribusi mengurangi emisi karena digunakan sebagai referensi oleh pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merencanakan dan mengimplementasi kebijakan seputar restorasi gambut," ujarnya. 

Para peserta diberikan training tentang cara menggunakan data peta yang tersedia dalam PRIMS. Selain itu, peserta juga diberikan materi tentang cara memanfaatkan data peta untuk diolah menjadi sebuah tulisan atau riset.

PRIMS merupakan alat penting untuk transparansi dalam restorasi dan perlindungan lahan gambut. Hanya saja, PRIMS tidak menampilkan nama-nama perusahaan yang menguasai lahan tertentu.

"Kami membuka wilayah kawasan gambut,  tetapi tidak memiliki kapasitas untuk menampilkan nama perusahaannya. Teman-teman bisa menginvestigasinya sendiri atau mencari di sumber yang lain," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani menjelaskan PRIMS dapat mempromosikan dan memajukan kerja kolaborasi apapun yang mungkin dilakukan oleh semua aktor, termasuk jurnalis dan anggota LSM, dalam perlindungan dan restorasi lahan gambut.

"Kami ingin mengedepankan data aktual yang mudah diakses sehingga jurnalis dan LSM dapat memanfaatkan data tersebut sebagai rujukan dalam membuat liputan jurnalistik maupun riset," ujarnya.  

Dia menyebutkan pelatihan jurnalisme data semacam ini bukan pertama kalinya di Pontianak. Acara ini seperti update tentang data terkini. Ke depan, yang dibutuhkan jurnalis dan LSM adalah sebuah support system antara jurnalis, penyedia data, dan akademisi, sehingga jurnalisme data yang ditampilkan komplet dalam menyediakan informasi bagi masyarakat. 

"Pelatihan ini diadakan di enam wilayah prioritas BRG yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau," tutupnya. (sms/bah)