Rabu, 11 Desember 2019


Direktur Puskepi Soroti Kebijakan Pengangkatan Dirut Pertamina

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 138
Direktur Puskepi Soroti Kebijakan Pengangkatan Dirut Pertamina

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria (kiri)

JAKARTA, SP - Berita tentang akan dingkatnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sebagai salah satu direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diantaranya Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), telah viral dan menjadi pembicaraan hangat di masyarakat juga di media sosial.

Menurut Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, jika Ahok yang nanti ditetapkan sebagai Direktur Utama Pertamina, maka Ahok  termasuk orang ke lima berturut-turut  yang duduk sebagai Dirut Pertamina yang bukan berasal sebagai orang karier Pertamina.

"Selama ini sudah empat kali berturut-turut, kursi Dirut Pertamina diduduki oleh orang non karier dan ternyata hasilnya pun biasa-biasa saja. Apakah pemerintah yang berkuasa tak percaya dengan kemampuan orang karier Pertamina sehingga tidak mau menempatkan mereka menduduki kursi Dirut Pertamina?".

Jika Ahok atau orang luar Pertamina lagi nanti  yang terpilih sebagai Dirut Pertamina, maka hal itu bisa dipercaya publik dan membuktikan bahwa pemerintah masih tetap tidak "percaya" dengan kemampuan orang karier Pertamina sehingga kembali memilih orang luar memimpin Pertamina.

"Jika nanti Dirut Pertamina diganti lagi, dan ternyata orang luar yang dipercaya kembali sebagai dirut pertamina maka itu bisa saja dipahami bahwa Pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi gagal membina orang Pertamina sehingga belum dipercaya memimpin BUMN ini,” tuturnya.

Juga yang akan menjadi pertanyaan, apakah selama ini Dirut Pertamina dan atau Menteri BUMN tidak berhasil membina orang karier Pertamina sehingga mereka tidak dipercaya dan tidak pantas mendapat kesempatan memimpin Pertamina.  Jadi sesungguhnya siapa yang tidak mampu dalam hal ini .

Sebagai sebuah BUMN besar, memang Orang Pertamina yang berkarir di luar BUMN Migas, tergolong bisa dihitung dengan lima jari saja . Antara lain Dirut PELNI Insan Tobing, Nina Sulityowati yang pernah sebentar menduduki kursi Direktur Pemasaran Garuda, dan Insanudin di Pelindo .

Dimasa SBY memimpin negeri ini, pun hanya satu orang karier Pertamina yang dipercaya sebagai Dirut yakni hanya Ari Soemarno orang karir yang menggantikan posisi Widya Purnama yang juga orang non karir pertamina .

Setelah dicopotnya Ari Soemarno oleh SBY yang diganti dengan Karen Agustiawan yang juga bukan orang karir pertamina , maka di masa pemerintahan Jokowi berturut-turut kursi Dirut Partamina diduduki oleh orang luar pertamina, yaitu Dwi Sucipto, Elia Masa Manik, dan Nicke Widyawati.

“Apakah kali ini, jika Nicke Widyawati dicopot dari kursi Dirut Pertamina maka kursi nomor satu Pertamina, tak akan diduduki lagi oleh orang karir Pertamina? Mengapa? Hanya Presiden dan menteri BUMN lah yang bisa menjawab ini,” ujarnya. (hdy/ril)