Minggu, 08 Desember 2019


Kejari Pontianak Tahan Karyawan Bank BUMD

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 740
Kejari Pontianak Tahan Karyawan Bank BUMD

net

PONTIANAK, SP – Kejaksaan Negeri Pontianak resmi menahan tersangka berinisial FF, karyawan bank plat merah dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana bantuan keuangan atau bantuan sosial Dewan Pembina FK Untan. Penahan dilakukan sejak Senin (11/11) dan menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan Klas II A Pontianak.

Dia ditahan usai menjalani penyidikan di Kejari Pontianak. Penahanan dilakukan lantaran dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan karena proses pemeriksaannya sudah selesai dan perkaranya siap dilimpahkan ke pengadilan.

Kasi Pidsus Kejari Pontianak, Juliantoro mengatakan berkas perkara tersangka FF sudah masuk tahap dua sejak Senin (18/11). Saat ini, berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pontianak.

“Untuk kasus ini sudah kita limpahkan perkaranya ke Pengadilan TP korupsi pada Pengadilan Negeri Pontianak. Pelimpahannya kemarin tanggal 19 November 2019. Mudah-mudahan hari ini sudah diketahui kapan sidang perdananya dan siapa majelis hakimnya,” katanya, Rabu (20/11).

Barang bukti kasus ini di antaranya dokumen-dokumen asli maupun fotokopi buku tabungan, MoU antara Gubernur Kalbar selaku Ketua Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan dengan Pemkab Kota se Kalbar, sejumlah dokumen lain. Dalam hal ini, FF didakwa pasal 2 ayat 1 jo. pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi, pasal 3 jo. pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi atau pasal 9 UU Tindak Pidana Korupsi.

Kasus ini terungkap ketika Kejari Pontianak akan mengembalikan uang barang bukti sebesar Rp1,2 miliar ke rekening Dewan Pembina FK Untan di bank plat merah tersebut. Pengembalian uang tersebut sesuai dengan amar putusan Mahkamah Agung dalam perkara terpidana mantan anggota DPR RI, Zulfadhli.

Ketika akan ditransfer, ternyata rekening itu tercatat juga atas nama Indra Saputra.

"Saat ini saudara Indra Saputra sedang kita telusuri keberadaannya. Oleh karena rekening tersebut tercatat atas nama orang lain, maka kita tunda untuk pengembaliannya," ungkapnya.

Dalam penyidikan awal, Kejari sudah memanggil mantan Kepala Cabang Utama bank daerah itu. Pasalnya saat masih menjabat, terjadi penggantian buku tabungan milik Dewan Pembina FK Untan tersebut. (sms/bls)