Minggu, 08 Desember 2019


Wisatawan Sebut Pontianak Kota Tak Pernah Mati

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1196
Wisatawan Sebut Pontianak Kota Tak Pernah Mati

STAN PAMERAN - Stan perjalanan wisata di ajang pameran Festival Budayaw di Serawak Malaysia pada Rabu (20/11).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Kalimantan Barat Februari 2019 mencapai 8.164 kunjungan atau naik 7,04 persen dibandingkan kunjungan wisman Januari 2019. 

Kota Pontianak menjadi salah satu kota kunjungan wisatawan mancanegara di Provinsi Kalimantan Barat.

Suasana Kota Pontianak yang cukup ramai menjadi perhatian wisatawan mancanegara, khususnya yang berasal dari Brunei Darussalam. Kota Pontianak juga diakui oleh wisatawan Brunei Darussalam sebagai kota yang tidak pernah mati. Hingga dini hari pun aktivitas Kota Pontianak masih tetap ramai.

"Lihat orang yang jumlahnya banyak di Kota Pontianak, wisatawan kadang kaget apalagi kalau orang Brunei Darussalam," ucap Tim Biro Perjalanan Wisata, Fuad Fudoli saat diwawancarai di pameran Festival Budayaw Serawak Malaysia pada Rabu (20/11).

Fuad menambahkan berdasarkan testimoni wisatawan dari Brunei Darussalam, di tempat mereka pukul 17.00 WIB kadang sudah tidur. Namun, di Kota Pontianak semakin malam semakin hidup, terutama di Jalan Gajahmada, Jalan Hijas dan Jalan Reformasi. Wisatawan sangat kaget dengan Kota Pontianak yang sangat ramai.

"Kota Pontianak diakui hidup sampai pagi, walaupun hanya nongkrong," tambahnya.

Ia mengatakan keikutsertaan dirinya dalam Festival Budaya untuk mempromosikan paket wisata Kota Pontianak. Antusiasme masyarakat Serawak Malaysia dalam kegiatan ini menurutnya lumayan bagus. 

Pasalnya pada hari kedua pelaksanaan Festival Budayaw sudah ada 79 orang yang berkunjung ke stan wisata. Beberapa wisatawan juga sudah melakukan pemesanan paket wisata.

"Keunggulan daerah Kota Pontianak seperti Tugu Khatulistiwa itu yang ditawarkan ke wisatawan," tuturnya.

Dirinya yang sudah 18 tahun berkecimpung di dunia wisata juga menjamin semua yang ditawarkan sesuai keinginan wisatawan. Namun, kemajuan teknologi yang memudahkan pemesanan menjadi kendala yang saat ini dihadapi agen perjalanan.

Dengan telepon genggam orang sudah bisa memesan hotel, transportasi secara online. Pameran seperti pada Festival Budayaw diakuinya sebagai salah satu upaya mendapatkan calon wisatawan.

"Dukungan dari pihak lain, seperti Kadin juga sangat luar biasa," pungkasnya. (dino/bah)