Jumat, 13 Desember 2019


Zen Bergaji Rp15 Juta Per Bulan dari Kontraktor

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 2686
Zen Bergaji Rp15 Juta Per Bulan dari Kontraktor

PMI SUKSES - Nur Zen (45), Pekerja Migran Indonesia (PMI) sukses saat mengunjungi KJRI Kuching pada Kamis (21/11).

Kisah sukses datang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sarawak Malaysia. Nur Zen (45) saat ini sudah memiliki taraf ekonomi yang terbilang sukses. Penghasilan yang diterimanya juga terkesan sangat besar dengan kisaran 50 ribu ringgit Malaysia per bulan.

Nur Zen mengatakan kedatangan dirinya ke negeri jiran pada 1991 lalu. Kedatangannya ke Malaysia masuk menggunakan perahu nelayan dari Tanjung Balai Karimun Jawa Kepulauan Riau. 

Perahu nelayan tersebut bersembunyi di pulau-pulau kecil hingga satu minggu dalam kondisi penumpang tidak makan.

"Seminggu tidak makan tersebut akhirnya sampai di wilayah Semenanjung Malaysia," ucap Nur Zen (45) pada Kamis (21/11).

Sesampainya ia di Malaysia, harus menunggu selama dua hari hingga kondisi dianggap aman oleh tekong. Selanjutnya ia dihantarkan menuju Kuala Lumpur untuk bekerja jadi kontraktor.

Selama tiga tahun dirinya bekerja sebagai kontraktor di Kuala Lumpur, gaji yang didapatkan mulai meningkat. Awalnya, ia mendapat gaji 1900 ringgit, namun kini mencapai hingga 4500  ringgit ((sekitar 15 juta rupiah).

"Sampai 1998 gaji saya sudah mencapai 3000 ringgit," katanya.

Pada tahun 2000, gaji yang didapatkannya sudah mencapai 4500 ringgit per bulan. Kemudian pada tahun 2005, gajinya sudah mencapai 10 ribu ringgit per bulan.

Pada tahun 2010, dirinya dibawa bosnya ke Sarawak. Setelah ia berada di Serawak, borongan pekerjaan masuk dan karirnya semakin meningkat.

"Kemarin bos dari Kuala Lumpur sempat menawarkan gaji 50 juta rupiah per bulan," ucapnya.

Ia yang hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) menolak tawaran tersebut karena majikannya saat ini memberikan tawaran yang lebih menjanjikan. Zen juga merasa dirinya hanya mengandalkan kemampuan dalam pekerjaannya.

Dirinya yang juga bekerja sebagai pemeriksa bangunan di bawah air seperti jembatan dengan cara menyelam scuba. Semua pekerjaan penyelaman dari kedalaman 20 meter sampai 30 meter dilakukan dengan baik.

"Saya juga pernah melakukan pekerjaan pemeriksaan tower setinggi 120 meter," jelasnya.

Ia menambahkan, dari pekerjaan pemeriksaan bangunan bawah air, dirinya bisa mendapatkan penghasilan sebesar 600 ringgit per jam. Dirinya saat ini juga telah memiliki tim sebanyak 21 orang yang berasal dari kampung halamannya yakni Lamongan.

Zen saat ini juga telah mengantongi sertifikat scuba dari Professional Association of Diving Instructors (PADI) atau organisasi pelatihan penyelam dan selam rekreasi terbesar di dunia. Lisensi yang didapatkannya berasal dari Australia.

Ia berharap PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang ada di Malaysia untuk tidak malas karena akan berdampak negatif. PMI juga harus menekuni pekerjaan yang telah dijalani.

"Sebaiknya pekerja Indonesia untuk menekuni pekerjaannya," pungkasnya. (dino/bah)