Minggu, 19 Januari 2020


9 Wali Kota Kumpul Bahas Dampak Pemindahan Ibu Kota

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 275
9 Wali Kota Kumpul Bahas Dampak Pemindahan Ibu Kota

FOTO BERSAMA - Sembilan Kepala Daerah Pemerintah Kota Se-Kalimantan foto bersama saat kegiatan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan ke IX tahun 2019 di Kota Banjarmasin, Provin

PONTIANAK, SP - Sembilan Kepala Daerah Pemerintah Kota Se-Kalimantan berkumpul di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan pada Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan ke IX tahun 2019.

Pertemuan itu membahas dampak pemindahan Ibu kota negara di Kalimantan dari segi infrastruktur, sosial dan lingkungan di Ballroom Hotel Golden Tulip Galaxy, belum lama ini.

Selain itu juga diagendakan Gala dinner, gowes dan penanaman pohon di taman Kamboja kemudian juga dilakukan pengukuhan Wali Kota Tarakan, Khairul sebagai Ketua Komwil V Regional Kalimantan Tahun 2019-2023.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pontianak merupakan anggota APEKSI Regional Kalimantan dan Muskomwil ini merupakan program kerja yang harus diikuti oleh anggota.

"Selain pengukuhan ketua Komwil beserta pengurus juga membahas dampak perpindahan ibu kota di Provinsi Kalimantan Timur terhadap kota-kota yang berada di sekitar ibu kota negara, " kata Bahasan.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa secara geografis Kota Pontianak memang jauh dari Kalimantan Timur, namun pasti juga akan terdampak akibat perpindahan ibu kota negara.

"Muskomwil Regional Kalimantan ke IX di tahun 2019 ini sangat strategis karena dikaitkan dengan kajian tentang pemindahan ibu kota negara terhadap kota-kota di Kalimantan, " ucapnya.

Sehingga diperlukan diskusi untuk merumuskan rekomendasi yang nanti akan disampaikan ke Pemerintah Pusat.

"Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak juga tidak kalah penting, harusnya ada acuan dan prioritas dari pemerintah pusat seperti infrastruktur sebagai sarana percepatan akses menuju ibu kota pusat yang berada di Kalimantan Timur," terang Bahasan.

Dengan adanya percepatan jaringan transportasi yang lebih memadai dan representatif maka jarak tempuh antarkota se Kalimantan juga semakin cepat. Dengan distribusi barang dan jasa yang lebih cepat akan memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak dan otomatis investasi juga akan lebih banyak yang masuk ke Kota Pontianak.

Dengan Muskomwil V APEKSI Regional Kalimantan Ke XI Tahun 2019 tahun ini, Bahasan berharap akan menghasilkan suatu rekomendasi yang memang betul-betul membawa manfaat bagi pulau kalimantan khususnya di Kota Pontianak. (din/hms/bah)