Minggu, 19 Januari 2020


Bebaskan Kota dari Sampah Plastik

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 61
Bebaskan Kota dari Sampah Plastik

MENUMPUK – Sampah menggunung di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Pasar Mawar Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Pontianak Kota, beberapa waktu lalu. Pemkot Pontianak mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik untuk menekan colume sampah di

PONTIANAK, SP – Sebanyak 2.500 peserta Fun Walk dan Fun Zumba tumpah ruah di Jalan Rahadi Usman depan Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (7/12). 

Kegiatan itu digelar dalam rangka menyambut peringatan Hari Ibu ke-91 yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2019 mendatang. Fun Walk dan Fun Zumba yang diikuti oleh ibu-ibu ini bertemakan 'Bebas Sampah Plastik'. 

Kaitan dengan tema 'Bebas Sampah Plastik', Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh warga Pontianak untuk menerapkan hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan, terutama dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Sebab, butuh ratusan tahun sampah plastik itu terurai. 

"Mulai detik ini, mari kita semua kurangi penggunaan sampah plastik demi kehidupan yang lebih baik," ujarnya di hadapan ribuan peserta Fun Walk dan Fun Zumba.

Menurutnya, kaum ibu mempunyai peranan penting dalam mengelola sampah rumah tangga. Kaum ibu juga diharapkan memberikan edukasi kepada anak-anaknya agar membiasakan diri untuk tidak menggunakan plastik seperti misalnya kantong plastik, sedotan plastik dan sebagainya. 

"Oleh sebab itu, kita terus sosialisasikan dan galakkan kampanye kurangi penggunaan plastik  agar ibu-ibu di rumah bisa memilah sampah plastiknya," tutur Edi.

Dijelaskan, sampah plastik di Kota Pontianak merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap pencemaran lingkungan. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah menerbitkan dua Peraturan Wali Kota (Perwa), yakni Nomor 5 tahun 2019 tentang pemilahan sampah dan Nomor 6 tahun 2019 tentang pengurangan sampah plastik.

400 Ton Per Hari

Edi menerangkan, dalam sehari rerata ada 350 hingga 400 ton sampah yang diproduksi warga Kota Pontianak yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Hal ini yang menjadi beban dalam pengelolaan sampah di Kota Pontianak. 

Belum lagi ditambah sampah-sampah yang dibuang di sungai atau di tempat-tempat yang tidak selayaknya. 

"Kampanye pengurangan sampah plastik ini sama sekali bukan tidak menggunakan plastik sama sekali untuk keperluan sehari-hari, tetapi bagaimana kita secara cerdas memanfaatkan plastik untuk kegunaan yang bisa berulang," terangnya.

Hal kecil yang bisa dilakukan dalam mengurangi sampah plastik adalah dengan membawa sendiri botol atau tumbler minuman yang bisa digunakan secara berulang-ulang. Dengan demikian, kata dia, hal itu bisa mengurangi sampah plastik dari botol minuman seperti air mineral yang dibuang setelah digunakan. 

"Namun yang terpenting adalah bagaimana mengurangi penggunaan kantong plastik kresek. Saya berharap melalui kampanye Bebas Sampah Plastik ini Kota Pontianak semakin bersih," ungkap Edi. (hms/din/bah)

Gunakan Tumbler

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono menambahkan, kegiatan Fun Walk dan Fun Zumba ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ibu yang bertujuan untuk menampilkan kreativitas dan kearifan lokal. 

Sebagaimana tema yang diusung pada kegiatan ini, dia mengajak seluruh kaum perempuan untuk ikut berperan mengurangi sampah plastik dengan meminimalisir penggunaan plastik pada setiap aktivitas sehari-hari. 

"Seperti hari ini, semua peserta fun walk dan fun zumba menggunakan tumbler yang bisa digunakan berulang-ulang untuk membawa air minuman," ucapnya.

Yanieta menuturkan, kegiatan Fun Walk dan Fun Zumba ini diikuti kurang lebih 2.500 peserta yang siap untuk memeriahkan peringatan Hari Ibu. 

"Semoga dapat memberikan kesan bagi seluruh warga Pontianak khususnya ibu-ibu," pungkasnya. (hms/din/bah)