Sabtu, 18 Januari 2020


Bulog Pastikan Pangan Aman

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 91
Bulog Pastikan Pangan Aman

PONTIANAK, SP – Jelang Natal dan Tahun Baru 2020, Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Kalbar memastikan kebutuhan pangan terpenuhi enam bulan ke depan. Kebutuhan bahan pokok umumnya selalu meningkat pada hari-hari besar keagamaan. Bulog Kalbar pun mempersiapkan stok beras sebanyak 12.000 ton dan daging sebanyak tujuh ton.

Pemimpin Wilayah Bulog Kalbar, Bubun Subroto mengatakan dalam menghadapi hari raya Natal dan Tahun Baru, pihaknya sebagai salah satu lembaga yang mengelola pangan memastikan stok pangan aman. Setiap tahun saat momen menghadapi hari raya besar keagamaan Bulog selalu siap.

Pada saat hari-hari besar keagamaan, kecenderungannya masyarakat akan membutuhkan barang-barang konsumsi yang meningkat. Untuk menghadapi permintaan konsumen terhadap komoditas pangan, khususnya beras untuk wilayah Provinsi Kalbar, memiliki stok yang cukup.

"Untuk penyediaan pangan pokok, khususnya beras, kami siap," ucap Bubun, kemarin.

Ia menambahkan saat ini Bulog tidak hanya mengelola beras, akan tetapi juga melakukan penyediaan komoditas lain seperti daging yang permintaannya cukup banyak menjelang hari raya. Kemudian untuk bahan pembuatan kue seperti terigu, minyak goreng juga stoknya dipastikan aman.

Untuk stok beras Bulog Kalbar cukup hingga enam bulan ke depan. Stok ini dipastikan sangat aman dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru. Beras yang dimiliki juga dengan berbagai variasi mulai dari medium hingga premium.

"Kita setiap bulan bisa menyediakan 2.000 ton, kalau dikalikan enam bulan bisa 12.000 ton," tambahnya.

Dirinya menjelaskan untuk harga beras medium dijual pada harga 9.950 rupiah per kilogram. Sedangkan untuk beras premium dijual seharga 11.500 rupiah per kilogram.

Kemudian untuk stok daging Bulog Kalbar, dikatakannya sudah mempersiapkan sekitar tujuh ton. Permintaan daging pada hari raya Natal diprediksi tidak akan terlalu banyak jika dibandingkan pada hari raya Idul Fitri. Stok daging milik Bulog diprediksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan stok daging yang dimiliki Bulog Kalbar adalah daging beku jenis kerbau dengan harga jual sebesar 80 ribu rupiah per kilogram. Jika dibandingkan daging segar yang harganya di atas 100 ribu rupiah, maka daging beku diharapkan bisa menjadi pilihan daging bagi masyarakat.

"Apabila masyarakat membutuhkan, kami siap untuk menyediakan," ucapnya.

Pihaknya juga sudah mempersiapkan pasar murah, bazar dan penjualan secara paket. Misalnya pada paket 100 ribu rupiah dengan isi beras, gula, terigu dan minyak. Ada juga paket khusus bagi pengendara gojek.

Awasi Distributor

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Hariyadi S Triwibowo mengatakan untuk masalah bahan pokok di Kota Pontianak dengan adanya informasi pergerakan harga barang yang masuk secara online maupun offline melalui aplikasi, sampai hari ini ketersediaan stok bahan pokok dipastikan masih terkendali. 

Stok juga diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama enam bulan ke depan. Untuk harga kebutuhan dasar seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging ayam dan sapi juga masih dalam batas normal. 

"Biasanya menghadapi Tahun Baru dan Natal ada sembako yang harganya bisa tidak sesuai dengan hari biasa seperti daging ayam dan sapi termasuk juga cabe," ucap Hariyadi.

Ia menambahkan komoditas cabai sampai saat ini masih mengandalkan dari luar Kota Pontianak ditambah dengan cuaca ekstrem akhir-akhir ini. Namun sampai hari ini masih bisa dikendalikan.

Untuk mengantisipasi gejolak harga daging ayam, sapi telur dan lainnya dilakukan pengawasan dan pengendalian kepada distributor yang ada di Kota Pontianak. Informasi primer dari distributor ke sub distributor harus akurat.

"Sehingga data yang ada di distributor dan diskumdag serta rantai distribusi hingga sub agen betul-betul transparan," tambahnya.

Penggunaan papan digital harga dan program aplikasi jepin semakin mempermudahkan masyarakat untuk mengakses harga di pasar tradisional Kota Pontianak. Diskumdag juga selalu rutin melakukan operasi pasar seperti pada beberapa bulan lalu pada saat kelangkaan gas elpiji tiga kilogram.

Untuk sembako, dilakukan kerja sama dengan pemerintah provinsi dan akan dilakukan operasi pasar di beberapa titik bekerjasama dengan Bulog. Bahkan, walaupun tidak menghadapi hari besar, Diskumdag sudah mempersiapkan kios penyangga untuk mengendalikan harga.

"Misalnya harga telur di pasar tradisional Kota Pontianak hampir sama, karena ada suatu sistem tadi, sehingga disparitas harga tidak terlalu jauh," pungkasnya. (din/bah)

Jaga Pasokan Elpiji 

Salah satu warga Pontianak, Bambang berharap harga-harga kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan menjelang hari Natal dan Tahun Baru. Karena menurutnya setiap menjelang hari-hari besar biasanya harga kebutuhan selalu naik.

Kenaikan harga bahan pokok tentu akan semakin mempersulit masyarakat. Ditambah saat kondisi sekarang dengan naiknya berbagai iuran seperti BPJS kesehatan dan lainnya, tentu akan semakin mempersulit masyarakat kelas bawah.

"Semoga saja harga-harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan," ucap Bambang.

Dirinya juga berharap agar pemerintah melakukan kontrol terhadap barang-barang yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti gas elpiji tiga kilogram. Karena kelangkaan gas elpiji tiga kilogram beberapa waktu lalu tentu meresahkan masyarakat banyak.

Kebutuhan gas elpiji tiga kilogram menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk masyarakat. Dengan terjaganya stok dan harga elpiji tiga kilogram di pasar tentu akan memberikan kepastian dan tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

"Saya berharap gas tidak lagi langka seperti beberapa waktu lalu," pungkasnya. (din/bah)